Cinta Para CEO Tampan

Cinta Para CEO Tampan
Tuan Davinnnn


__ADS_3

"Bersikap sopanlah pada semua tamu yang datang..!!!" suara Davin terdengar menggema, membuat semua orang tertuju pada suaranya itu.


"Tuan Davinnnn.......!!!"


Repsesionis itu melihat Davin yang sedang berjalan menuju ke tempat Repsesionis.


"Kenapa kamu memperlakukan tamu dengan tidak hormat?" tanya Davin dengan tatapan mata tegas.


Repsesionis itu menundukkan kepalanya, bahkan dia tidak berani melihat ke arah Davin yang saat ini sudah berdiri di samping Nara.


Tanpa izin dari Nara tiba-tiba Davin menggenggam tangan Nara, membuat Nara kaget dan hendak melepaskan tangannya tapi Davin malah mempererat genggaman tangannya. "Apa yang sedang cecungguk ini lakukan? Bahkan dia menggenggam tangan aku dengan erat," batin Nara dalam hatinya.


"Bukankah perusahaan sudah mengajari kamu bersikap sopan dengan siapapun tamu yang datang!"


"Tapi kali ini, sungguh perlakuan kamu pada tamu sungguh tidak sopan dan kamu itu tidak mencerminkan sebagai seorang karyawan yang sopan."


Davin geleng-geleng kepala sungguh kenapa bisa ada karyawan yang seperti ini? Kenapa juga dia bisa di terima kerja di kantor bapak nya.


"Maaf Tuan," kata Repsesionis itu yang masih menundukkan kepalanya.


"Sudah berapa tamu yang kamu perlakukan tidak sopan? Bukankah seorang resepsionis harus bersikap sopan dan lemah lembut dan ingat jangan pernah melihat tamu yang datang hanya dari penampilannya saja!" tandas Davin, sebagai seorang atasan Davin harus bersikap tegas.


"Sekali lagi maaf Tuan," repsesionis itu kembali meminta maaf kepada Davin.


Davin mendekati Repsesionis itu, lalu membaca namanya.

__ADS_1


"Resti....."


"Nama kamu Resti, karena kamu tidak punya santun, saya akan keluarkan kamu dari kantor saya!" tandas Davin dengan tegas.


Seketika Resti mengangkat kepalanya, lalu memasang wajah memelas di hadapan Davin.


"Tuan.....saya mohon maafkan saya." Pinta Resti, tapi tatapan matanya terlihat tidak suka pada Nara.


"Sudah saya maafkan, tapi kamu akan tetap saya pecat. Karena saya tidak mau kalau di kantor saya ada karyawan tidak sopan seperti kamu," tegas Davin yang enggan di bantah.


Davin menyerahkan urusan Resti pada bawaanya, lalu Davin langsung mengajak Nara masuk ke dalam ruangan kerjanya.


Karyawan-karyawan yang lainnya malah tersenyum mendengar Resti di pecat secara tidak terhormat oleh Davin.


"Resti kan sering sekali melakukan hal ini, sukurin dipecat."


"Biarkan saja, Resti kan memang sombong baru menjabat menjadi Repsesionis saja belagu."


"Semua tamu di lihat dari penampilannya, entah HRD nya dulu di gosok pakai apa?"


Melihat Resti pergi dari meja Resepsionis rekan-rekan kerjanya malah bergunjing dan mereka tidak ada yang sedih sama sekali.


Akhirnya Resti di pecat begitu saja oleh Davin, makanya kalau kerja itu harus sopan, siapa pun yang datang layanilah dengan senang hati dan jangan jutek apalagi tidak sopan.


*****

__ADS_1


Sesampainya di ruangan Davin, Davin akhirnya melepaskan tangan Nara yang dari tadi di genggam.


"Kenapa, kamu berubah menjadi gadis kampung lagi?" tanya Davin, melihat Nara penampilannya kembali menjadi cupu lagi.


"Memangnya kenapa? Inikan aku, aku memang gadis kampung," jawab Nara agak kesal. Apakah salah dengan penampilannya?


"Jangan terus-terusan menjadi gadis kampung, kamu itu sudah hidup di kota, rubah lah penampilan kamu!" pinta Davin, sambil berdecak kesal.


"Memangnya mau berubah menjadi apa? Kalau waktu itu kan ada Laras yang selalu membuat penampilanku menjadi cantik tapi sekarang, ya aku harus menjadi diriku sendiri lagi," jawab Nara dengan santai.


Menurut Nara tidak ada yang salah dengan penampilannya, apa salahnya jika dia sering mengingat rambutnya menjadi dua? Bahkan baju-baju yang Nara pakai juga tidak secantik baju-baju milik Laras.


"Ikut denganku!" ajak Davin, yang langsung meraih tangan Nara.


"Mau kemana? Aku membawa surat perjanjian untuk perjanjian pacar pura-pura kita," tanya Nara sambil menunjukkan selrmmer kertas yang dia bawa.


"Sudahlah, itu nanti saja! Ini lebih penting," dengan cepat Davin langsung menarik Nara keluar dari ruangannya.


"Aku mau dibawa kemana? Hey manusia cecungguk, kamu mau membawa aku kemana?" tanya Nara, tapi Davin malah tidak menjawabnya.


Davin hanya diam sambil menarik tangan Nara dan entah mau membawanya kemana?


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2