
"Alvian!!"
Kini semuanya menatap ke sumber suara itu.
"Laras..." Alvian cukup terkejut, melihat Laras tiba-tiba datang ke cafenya.
"Siapa Al?" tanya Rena, melihat sorot mata Alvian begitu dalam pada gadis yang ada di ambang pintu saat ini .
Davin, Nara dan Daniel, mereka hanya diam saja.
"Dia Laras, gadis yang sempat ada di hatiku," jawab Alvian dengan jujur.
Laras melangkahkan kakinya dengan yakin, lalu ia duduk di sofa di dekat Daniel.
"Apa kalian sedang bermain drama?" tanya Daniel pada semuanya.
"Drama apa yang kamu maksud, Dan? Apa kamu menganggap pernikahanku dengan Nara itu sebuah drama?" timpal Davin tidak terima.
"Mudah-mudahan sih hanya drama, biar aku bisa mendapatkan Nara," harapan Daniel.
"Dasar brengsek kamu Dan.....!!" suara Davin begitu menggema, Alvian akhirnya mengalihkan tatapan matanya pada Davin dan Daniel.
__ADS_1
"Vin, yang brengsek itu kamu, jelas-jelas aku lebih dulu menyukai Nara. Tapi kamu malah mengambil Nara dariku, aku tidak rela," cecar Daniel panjang lebar.
Davin terdiam, jadi maksud sih brengsek ini aku yang telah mengambil Nara darinya. Asal kamu tahu aku berusaha mendapatkan Nara susah payah tidak seperti kamu yang hanya diam saja menjadi laki-laki plin-plan.
"Tanyakan pada Nara, siapa yang dia cintai? Nara, jujur padaku siapa yang kamu cintai, aku atau Daniel? Mumpung pernikahan kita belum berlangsung," tanya Davin, dengan sorot mata tajam ia menatap Nara begitu dalam.
"Kak Daniel, aku memang mencintai Davin, aku mau menikah dengannya," jawab Nara dengan jujur.
"Kamu dengarkan, apa yang Nara katakan, dia memang mencintaiku," tukas Davin pada Daniel.
Daniel kembali terdiam, aku sudah menyukainya lebih dulu, aku mencintainya lebih dulu juga tapi Davin mengambilnya dariku.
"Sudah kalian jangan berdebat, Daniel, Davin dan Nara memang sudah menjalin hubungan cukup lama, lagian salah kamu kalau kamu mencintainya kenapa kamu diam saja, bukannya kamu berusaha untuk mendapatkan Nara, sudah mulai sekarang kamu ikhlas kan Nara dan biarkan dia bahagia dengan Davin!" titah Alvian dengan tegas, jangan sampai ada ada lagi drama cinta segitiga untuk kedua kalinya.
"Al, kamu bisa menasehati orang lain seperti itu. Tapi hatiku," jawab Daniel. "Hatiku sama seperti saat kamu mencintai Laras dulu, hanya ada Nara," lanjut Daniel menggebu-gebu.
"Itu hanya sesaat Dan, percayalah kelak kamu bisa melupakan semuanya dan bisa menemukan gadis lain yang mau membalas cinta kita juga," sahut Alvian dengan sindiran halus untuk Laras.
Laras yang dari tadi terdiam, ia tiba-tiba mengarahkan pandangannya ke Alvian membuat Alvian agak canggung tapi ia dari tadi menggegam tangan Rena dengan erat. Aku tidak ingin Rena salah paham, aku sudah melupakan Laras dan hatiku sepenuhnya hanya untuk Rena.
"Al, apakah semudah itu kamu melupakanku?" tiba-tiba Laras bertanya dengan nada sendu pada Alvian.
__ADS_1
Rena terdiam sekilas ia melihat sorot pandang mata Laras yang cukup dalam pada Alvian, ada rasa cemburu namun Rena tetap tenang dan tidak mau melihatkan rasa cemburu itu.
"Laras, berulang kali aku katakan aku mencintaimu, tapi apakah kamu pernah perduli?" Alvian malah bertanya dengan pertanyaan yang begitu menusuk hati.
"Di masa lalu aku memang tidak pernah perduli, tapi sekarang aku menginginkan cintamu, aku baru sadar kalau aku tidak rela untuk kehilanganmu Al, dalam hatiku ternyata ada kamu," kata Laras pada Alvian, saat mendengar kabar pernikahan Alvian dan calon istrinya Laras memang terus kepikiran Alvian dan ternyata dia baru sadar kalau dia juga mencintai Alvian. Hari ini dia datang dan berharap masih ada kesempatan untuk dirinya lagi dari Alvian.
Hati Rena tiba-tiba merasa sakit mendengar pernyataan gadis berkulit yang ada di hadapannya pada laki-laki yang kini statusnya sebagai calon suaminya.
Alvian terdiam selitas kenangan bersama Laras bermunculan dalam otaknya.
"Al, aku mencintaimu, aku ingin kita memulai dari awal lagi," lirih Laras tanpa memikirkan perasaan dan hati Rena yang tidak lain adalah calon istrinya Alvian.
"Apakah kamu mau Al memberikan kesempatan kedua padaku?" tanya Laras dengan mantap.
Alvian malah terdiam, Rena masih berusaha tenang sedangkan Davin, Daniel dan Nara menatap mereka dengan tatapan penuh tanda tanya?
"Laras...aku,"
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia
__ADS_1
Mampir yuk ke novel temannya Asti 🤗