Cinta Para CEO Tampan

Cinta Para CEO Tampan
Tidak ada kesempatan kedua


__ADS_3

Alvian malah terdiam, Rena masih berusaha tenang sedangkan Davin, Daniel dan Nara menatap mereka dengan tatapan penuh tanda tanya?


"Laras...aku,"


"Al, aku tahu kamu sangat mencintaiku dari dulu," ujar Laras dengan yakin. Lagi-lagi dia gak memikirkan hati dan perasaan Rena.


"Maaf Ras, aku sudah tidak mencintaimu lagi. Di hatiku sekarang hanya ada Rena, dia calon istriku dan mau menerima cintaku," jelas Alvian dengan tegas.


Mendengar jawaban Alvian, hati Rena langsung merasa tenang. Tadinya ia berpikir kalau Alvian akan memberikan kesempatan kedua kepada masa lalunya, tapi syukurlah itu tidak Alvian lakukan.


"Al, kamu dengan dia tidak akan cocok, hatimu dari dulu hanya untukku, bukannya kamu akan selalu menunggu cintaku," ujar Laras panjang lebar. Kedua matanya tampak berkaca-kaca, berharap Alvian akan ibah padanya.


Alvian menghela nafas berat, mau Laras itu apa? Dulu di kejar mati-matian malah sukanya sama sahabatnya, sekarang tiba-tiba muncul minta kesempatan kedua.


"Laras, maaf aku sudah tidak mencintaimu lagi, rasa itu sudah terkikis oleh waktu. Hatiku saat ini dan untuk selamanya hanya untuk Rena," pungkas Alvian dengan tegas.

__ADS_1


Davin yang dari tadi merasa geram, ia menatap Laras tajam. "Sudahlah Ras, Alvian sudah terlalu sering kamu sakiti hatinya, biarkan dia bahagia bersama dengan wanita pilihannya!" titah Davin pada Laras dan Laras malah memasang tatapan tidak suka pada Davin.


"Vin, ini urusan aku sama Al, lebih baik kamu tidak usah ikut campur," sahutnya dengan tatapan sinis.


"Aku tegaskan sekali lagi, aku hanya mencintai Rena, kita juga akan menikah minggu depan, ada baiknya kamu datang sebagai tamu undangan saja Ras! Karena tidak ada kesempatan kedua lagi buat kamu," tegas Alvian dengan nada mantap.


"Ras, kamu kan sukanya sama Daniel, itu Daniel masih jomblo, kenapa kalian tidak mencoba untuk membuka hati kalian saja!" timpal Davin tiba-tiba.


"Nahh itu bagus saran dari Davin," sambung Alvian dengan senang hati.


"Kalian itu sama saja," cetus Laras sinis.


"Dan kamu Nara, aku sudah menolong kamu di masa lalu, tapi apa? Kamu malah merusak semua yang aku miliki, bahkan para CEO tampan ini kamu rebut semuanya dariku, perhatiannya semua tertuju padamu," oceh Laras pada Nara.


"Laras, aku tidak pernah merebut apapun darimu, kamu bilang kamu mencintai Kak Daniel, aku rela mengalah di saat itu. Aku selalu berbuat baik padamu, tapi kamu yang selalu berpikiran negatif tentangku," ujar Nara tidak mau kalah. Seenaknya saja menyalahkan aku.

__ADS_1


"Memang kamu tidak tahu diri, Nar!!" sentaknya dengan lantang.


Davin mengepalkan kedua tangannya, ia rasanya marah sekali mendengar calon istrinya di katain oleh Laras.


"Jaga mulutmu Ras, sebelum kamu menyalahkan orang lain kamu itu lihat dirimu sendiri, sudah benar atau belum?" pungkas Davin dengan tegas.


"Ras, jika kamu datang kesini hanya untuk membuat masalah, silahkan keluar!!" usir Alvian secara halus.


Laras menatap semuanya dengan sorot mata mengajak perang, lalu ia dengan kasar berlalu pergi meninggalkan ruangan Alvian.


Kini setelah Laras pergi semaunya terdiam, Daniel juga enggan bicara apa-apa, hatinya masih belum rela jika Nara harus menikah dengan Davin.


Kisah percintaan ini semakin rumit, akhirnya mereka akan bahagia atau tidak ya belum tahu.


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2