
Beberapa hari telah berlalu, Alvian dan Rena juga sudah pulang dari bulan madu mereka. Dan tepat hari ini pernikahan Davin dan Nara di gelar di hotel mewah milik Rangga.
Rangga yang menyiapkan semuanya, dari catring dan tempat resepsi, demi saudara sekaligus sang Kakaknya ini.
Rangga, Daniel dan Alvian, mereka juga mendampingi Davin di hari pernikahannya ini.
Davin sangat tampan dengan setelan jas warna hitamnya, tapi kedua matanya tampak berkaca-kaca karena di hari pernikahannya Ibunya tidak hadir.
"Tidak apa-apa Kak, Bibi Marlin tidak hadir, Kakak harus kuat inikan pilihan Kakak," ujar Rangga pada Davin dengan sepenuh hati Rangga menguatkan Davin.
Dalam hati Rangga, Kak Davin adalah orang yang sangat baik, di masa lalu aku sudah sering kali di tolong olehnya, saat aku kekurangan biaya untuk kuliah dengan senang hati ia membantu biaya kuliahku sampai aku lulus kuliah, di balik kesuksesanku ini ada Kak Davin di belakangku, dan saat inilah saatnya aku untuk membalas budi untuk kebaikannya selama ini.
"Lihat Kakak Ipar bergitu cantik dengan gaun pengantinnya, ia tersenyum begitu bahagia, masa Kakak sedih sih," hibur Rangga. Ia tahu saat ini Davin begitu sedih, tapi percuma saja Bi Marlin itu pasti akan kekeh dan tidak bakal hadir di acara pernikahannya anak semata wayangnya itu.
"Vin, ada aku bersamamu, mungkin aku hanya sahabatmu tapi aku sudah menganggap kamu sebagai saudaraku sendiri," timpal Alvian yang tidak ingin Davin merasa sendirian dan sedih lagi di hari pernikahannya ini.
Daniel merangkul bahu Davin dengan bahagia, ya biarpun di antara mereka sempat terjadi persaingan panas di masa lalu, tapi Daniel sadar kalau Nara itu bukanlah jodohnya dan setelah Davin dan Nara menikah, Daniel juga akan segera menikah Manda, bukan tanpa alasan tapi Manda meminta pertanggung jawabannya atas perbuatannya beberapa waktu lalu.
"Ada aku juga Vin, aku sudah rela jika Nara bersamamu, tapi jika kamu tidak mau dengan Nara, ya aku siapkan mengantikan posisimu sebagai pengganti mempelai laki-laki," kata Daniel dengan senang hati dan Davin langsung meloloti Daniel dengan tajam.
__ADS_1
"Jangan harap kamu bisa mengantikanku untuk Nara," cebik Davin pada Daniel.
"Makanya tersenyum, masa calon pengantin sedih sih?" pinta Daniel sebagai sahabat.
Davin mengangguk, Daniel sudah sadar dan dia akhirnya menerima takdirnya untuk menikah dengan gadis lain, biarpun gadis itu berasal dari masa lalunya Daniel hanya berharap perasaan di masa lalunya akan datang dan kembali mencintai Manda seperti dulu lagi. .
Davin bersyukur mempunyai sahabat-sahabat yang begitu baik pada dirinya.
Kini akhirnya acara pernikahan Davin dan Nara di laksanakan secara sakral, hingga semua tamu undangan yang datang mengucapkan kata sah dengan kompak.
Davin dan Nara sama-sama tersenyum, Nara mencium punggung tangan Davin dengan sepenuh hati, setelah itu Davin mencium kening Nara dengan mesra.
Kedua orang tuanya Nara dan adiknya Nara juga terlihat bahagia, mungkin di acara pernikahannya putrinya ini tidak di hadiri oleh orang tuanya Davin, tapi mereka tidak apa-apa karena Davin dan Nara juga saling mencintai dan kedua orang tuanya Nara selalu mendoakan kebahagiaan putrinya dan menantunya ini.
Akhirnya acara demi acara selesai, kedua orang tuanya dan adiknya juga malam ini langsung pulang ke kampung halaman mereka karena mereka meninggalkan kebunnya yang harus di rawat dengan baik. Mereka pulang mengunakan pesawat dan di antar ke Bandara oleh supirnya Rangga, Rangga juga sudah membelikan tiket pesawatnya untuk mereka bertiga.
Saat keluarganya berpamitan untuk pulang, Nara sebenarnya merasa sedih tapi Davin mengatakan suata saat akan mengajak Nara untuk pulang ke kampung dan bertemu dengan keluarganya di kampung.
Alvian dan yang lainnya mengucapkan selamat pada Davin dan Nara.
__ADS_1
"Selamat ya Vin, buru-burulah berangkat bulan madu, siapa tau nanti adonannya jadinya barengan," kata Alvian dan Rena tersenyum malu-malu.
"Memangnya kita buatnya janjian apa Al?" sambung Rena dan membuat Davin dan Nara saling tertawa.
"Buat grup chat saja, terus nanti kalian janjian buat adonan bareng," sahut Daniel dan itu membuat Manda tersedak karena ia sedang menikmati makanan yang ada, lalu tiba-tiba ia mengingat kejadian malam itu.
"Sudah sana pada pulang! Aku mau ehem-ehem," usir Davin pada para sahabat-sahabat itu.
Rangga yang di antara mereka paling kecil dan belum punya kekasih, ia hanya tersenyum kecil saja.
"Iya Kak Davin, selamat ya kak, Rangga mau pulang dulu, soalnya udah di tungguin dari tadi," pamit Rangga pada Davin.
"Iya, oh iya siapa yang nungguin kamu?" Davin sangat penasaran.
"Bantal guling kak," sahut Rangga asal.
Semuanya pada tertawa terbahak-bahak, lalu beberapa menit kemudian mereka pada bubar untuk pulang sedangkan Davin dan Nara langsung pergi untuk bulan madu ya tidak jauh hanya di kota itu saja.
Akan seperti apa bulan madu kedua sejoli itu nanti?
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia