Cinta Para CEO Tampan

Cinta Para CEO Tampan
Daniel dan Nara


__ADS_3

Nara menghentikan langkah kakinya, lalu menoleh ke sumber suara.


"Kamu..." Naya terkejut.


"Ayo aku ajak kamu makan bareng!" Laki-laki itu langsung menarik tangan Naya, tanpa menunggu persetujuan dari Nara.


"Tapi kita mau kemana?" Tanya Nara dengan tatapan bingung.


Daniel tidak mempedulikan apa yang di tanyakan Nara. Dia membawa Nara masuk ke dalam mobilnya. Daniel memasangkan sabuk pengaman untuk Nara, membuat jantung Nara berdetak kencang.


"Kita mau kemana?" Tanya Nara untuk kedua kalinya.


"Aku mau mengajak kamu makan, oh iya nama kamu siapa?" Tanya Daniel, sambil menyetir.


"Kinara, umurku 20 tahun." Jawab Nara yang membuat Daniel menahan tawanya.


"Sampai umur segala di sebutkan," batin Daniel dalam hatinya.


"Namaku Daniel, umurku 25 tahun. Karena aku lebih tua daripada kamu, maka kamu panggil aku dengan sebutan kakak!" Daniel tersenyum pada Nara, Nara menganggukkan kepalanya pelan.


Dalam hati Nara, baru kenal tapi dia begitu sok akrab sekali. Tapi dia tampan sekali, sudah gitu baik dan tidak sombong seperti laki-laki itu.


"Aku harus pulang kak, ini sudah malam." Kata Nara, dia takut pulang kemalaman.

__ADS_1


"Baru jam 8 malam, nanti pulangnya aku antar. Ayo kita makan malam, sekalian kumpul sama teman-teman aku, aku kenalkan kamu pada mereka." Jawab Daniel, sambil terus fokus menyetir.


Sesampainya di sebuah bar mewah, Daniel menghentikan laju mobilnya. Kini mereka berdua turun dari dalam mobil.


Nara terlihat bingung, tempat apa semewah ini? Sebelumnya aku tidak pernah ke tempat yang aku lihat saat ini.


"Ayo masuk!" Lagi-lagi Daniel main tarik tangan Nara dan mereka masuk ke dalam.


Di dalam bar, Nara semakin bingung apalagi melihat banyak wanita berjoget tidak jelas, dan pakaian juga kurang bahan.


"Kak, apa mereka tidak punya baju?" Cetus Nara tiba-tiba, Daniel menatap Nara dengan tatapan bingung. "Haah, mereka siapa?" Daniel balik bertanya pada Nara.


"Itu kak, wanita-wanita itu. Kasian mereka kedinginan, lihat pakaian mereka sungguh kurang bahan!" Jelas Nara, yang membuat Daniel akhirnya tertawa.


"Itu bukan pakaian kurang bahan. Itu pakaian yang sedang model, apakah kamu mau? Biar aku belikan," tawar Daniel. Dan dengan cepat Nara menggelengkan kepalanya.


Tatapan Al dan Davin sama-sama tidak berkedip, sungguh mereka terkejut melihat Daniel datang bersama dengan Nara.


"Dan, apa kamu sudah mulai tidak waras? Kamu membawa gadis kampungan ini kesini, lihat dengan pakaian seperti ini dan lihat gaya rambutnya, sungguh ini sangat tidak cocok." Davin mengomentari penampilan Nara, kini tawanya terdengar lepas.


Nara menatap Davin dengan tatapan tidak suka, kali ini dirinya sungguh marah pada Davin.


"Davin, jagalah mulutmu!" Daniel tidak terima Nara dihina oleh Davin.

__ADS_1


"Sudah-sudah, ayo bukannya kita mau minum kesini. Kenapa juga kalian malah ribut, Nara duduklah di sebelahku!" Alvian melihat Nara, tapi dengan cepat Daniel menarik tangan Nara dan mereka duduk bersebelahan.


"Nara, kamu mau makan apa?" Tanya Daniel dengan nada lembut.


"Tidak kak, aku tidak lapar." Jawab Nara, yang sebenarnya merasa tidak nyaman berada di tengah-tengah ketiga laki-laki itu.


Alvian melihat ke arah Daniel, kini tatapannya membuat Daniel takut.


"Ada apa Al?" Tanya Daniel.


"Dan, tempat ini tidak cocok untuk kalian makan malam berdua. Sebaiknya kalian pergi ke restoran saja!" Jawab Alvian, tapi di lirik tidak suka oleh Davin.


"Lagian, gadis kampungan tidak cocok juga ke tempat seperti ini!" Sambung Davin, yang kini sudah terpengaruh minuman memabukan itu.


Daniel menatap kesal Davin, tapi mata Alvian buru-buru memberikan isyarat pada Daniel.


"Dan, Davin sudah mabuk. Jangan hiraukan dia, Nara maafkan Davin ya." Alvian menatap Nara dan Daniel secara bergantian.


Nara hanya mengangguk pelan, tatapannya begitu tidak suka pada Davin.


"Dasar laki-laki sombong," batin Nara dalam hatinya.


Akhirnya Daniel membawa Nara untuk makan malam di restoran lain dan itu hanya berdua. Setelah selesai makan malam, Daniel juga langsung mengantarkan Nara pulang.

__ADS_1


BERSAMBUNG 😊


Terimakasih para pembaca setia 😘


__ADS_2