Cinta Para CEO Tampan

Cinta Para CEO Tampan
Pernikahan Daniel & Manda


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, hari ini adalah hari pernikahan Daniel dan Manda. Berawal dari sebuah kecelakaan di atas ranjang, akhirnya Daniel harus menikahi Manda. Ya beginilah cara laki-laki yang gentleman bertanggung jawab akan kesalahannya.


Daniel sangat tampan dengan setelan jas warna putih bersih, di sebelahnya sudah ada Alvian, Davin dan Rangga.


"Vin, Nara terlihat semakin seger, agak gemukan aku pandang," ujar Daniel santai. Astaga padahal sudah mau menikah tapi masih sempat memperhatikan Nara, dasar Daniel membuat masalah saja.


Davin menatap Daniel dengan tatapan singa yang ingin menerkam mangsanya.


"Iyalah, pupuknya bagus, jadi seger," sahut Davin bersungut-sungut.


"Rajin mupuknya ya Vin," timpal Alvian yang diiringi tawa jail.


"Rajin dong Al, biar cepat tumbuh benihnya," sahut Davin sumringah.


"Punyaku dong Vin, sudah jadi," celetuk Alvian tersenyum lebar.


Davin dan Daniel sama-sama menoleh ke arah Alvian, mereka menatap Alvian dengan tatapan begitu ingin tahu lebih lanjut.


"Adonanmu sudah jadi Al?" tanya Daniel.


"Sudah Dan, sekarang Rena sedang sangat manja karena masa ngidam," jawab Alvian berseri-seri.


"Ciee yang rajin mupuknya malah belum tumbuh benihnya," cibir Daniel dengan jail. Daniel demen banget membuat Davin kesal.


"Nanti malam aku airin lagi," cetus Davin kesal.

__ADS_1


Rangga hanya cengar-cengir, ia belum menikah jadi ya masih polos di antara mereka semua.


"Yang banyak Vin ngairinya biar cepat jadi," sambung Alvian dengan tawa jail.


Dasar mereka kalau sudah kumpul ada saja yang di bahas, untung saja gak ada yang baperan ya biarpun Davin sering di buat kesal oleh Daniel tapi mereka tetap bersahabat sampai sekarang.


Manda sudah cantik dengan gaun pengantin berwarna putih bersih juga. Nara dan Rena berada di sampingnya untuk mendampingi Manda.


"Manda, kamu terlihat gugup," kata Rena dengan nada lembut.


"Rileks aja Man, lagian Kak Daniel juga tidak akan langsung memakanmu dan pastinya tunggu nanti malam dulu ya kan Ren," timpal Nara yang membuat Manda pipinya jadi merah.


Mungkin dalam pernikahan ada yang namanya malam pertama, tapi malam nanti bukan malam pertamaku dan Daniel. Malam nanti adalah kedua kalinya aku dan Daniel bercinta, itupun jika Daniel mau menyentuhku. Aku sadar Daniel menikahiku hanya untuk bertanggung jawab saja.


"Dasar kalian ini," tawa Manda terlihat bahagia. Tapi hatinya tidak sebahagia tawanya saat ini.


Davin dan yang lainnya juga mengucapkan selamat untuk kedua mempelai pengantin baru itu.


Kini mereka menikmati makanan yang sudah di sajikan di acara itu.


Hingga setelah beberapa jam telah berlalu, akhirnya acara pernikahan Daniel dan Manda selesai. Davin, Nara, Alvian dan Rena mereka langsung pulang ke rumah mereka masing-masing.


Sedangkan Rangga sudah pergi dari tadi karena mau ngapelin Kiran di rumahnya, jadi tidak boleh terlambat sama sekali.


***

__ADS_1


Malam menunjukkan pukul 12 malam, Daniel dan Manda berada di rumahnya Daniel. Mereka berdua masih saling terjaga, bahkan mereka malam ini begitu manis karena memakai baju tidur couple warna hijau mudah.


Di saat angin yang dingin menyusup masuk ke tubuhnya Manda beringsut naik ke atas kasur, lalu ia merebahkan tubuhnya di sana dan menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut tebal. Tak sedikitpun Manda mengajak Daniel untuk malam pertama, ya aku sadar pernikahan ini hanya sebuah tanggung jawab Daniel. Jadi aku tak berani minta untuk ehem-ehem.


Saat Manda hendak memejamkan mata, Daniel malah menatapnya cukup kesal.


"Kok kamu malah tidur?" tanya Daniel agak manyun.


Manda terdiam, lalu jika aku tidak tidur aku harus bagaimana? Aduh aku bingung harus berbuat apa?


"Kan sudah malam," jawab Manda lirih.


"Kan malam pertama, apa kamu tega membuat suamimu bermain dengan bantal guling? Kan tidak lucu Man," celetuk Daniel dengan senyum nakal.


Manda bergegas bangun, ternyata pikiranku salah besar.


"Tidak, apa kamu melakukannya?" tanya Manda terdengar sangat lirih karena malu.


Daniel mengangguk, aku mau membuat istriku hamil, aku ingin menggendong anak. Akhirnya tanpa menunggu lama Daniel dan Manda melakukan pergulatan panas di atas ranjang sana.


"Pelan-pelan....!"


"Ini sudah pelan, lebarkan! Biarkan milikku masuk sayang!"


Saat itu hanya terdengar suara penuh kenikmatan di dalam selimut sana.

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2