Cinta Para CEO Tampan

Cinta Para CEO Tampan
Apa Al ngebet kawin?


__ADS_3

Kini dua hari telah berlalu, Alvian dan Rena juga terlihat semakin dekat, bahkan siang ini Rena datang ke cafe milik Alvian, ia juga membawakan makan siang untuk Alvian.


Alvian dan Rena juga terlihat begitu bahagia mereka makan siang bersama sambil asik mengobrol di ruangan kerjanya Alvian.


"Al, apa kamu punya mantan kekasih?" tanya Rena penasaran, dengan tatapan lembut Al menatap Rena, lalu ia tersenyum kecil.


"Tidak, aku hanya pernah mencintai satu gadis, namun ternyata gadis itu malah jatuh cinta pada sahabatku," jawab Alvian jujur.


"Lalu?" lanjut Rena.


"Lalu aku mengalah, aku juga belajar move-on, mungkin dia bukan jodohku," jelas Alvian pada Rena.


"Lebih baik move-on daripada kita mencintai seseorang yang tidak pernah mencintai kita! Aku juga pernah merasakan di posisi yang sama seperti kamu, aku tahu betapa sakitnya saat kita mencintai seseorang namun orang itu malah mencintai orang lain, sakit pasti, dari situ aku belajar move-on dan aku juga tidak pacaran sudah lama, karena aku ingin menikah saja," cerita Rena pada Alvian, hatinya sangat nyaman saat mengobrol dengan Alvian, mungkin karena mereka mempunyai pengalaman yang sama di masa lalu.


"Ternyata kita punya pengalaman yang sama," kata Alvian dengan tawa kecil di sudut bibirnya.


Alvian diam-diam memperhatikan wajah cantik Rena. "Ternyata Rena cantik sekali," puji Alvian dalam hatinya.


Gadis berambut panjang, berkulit putih dan senyumannya yang cukup manis apakah gadis di hadapannya ini mampu menggantikan posisi Laras dalam hatinya? Entahlah itu hanya Alvian yang tahu.


"Makanya mending menikah sajalah, aku terlalu lelah pacaran dan pacaran, apalagi di sakiti hatinya itu sering sekali," tandas Rena dengan tegas.


"Apa kamu mau menikah denganku?" tanya Alvian dengan tatapan serius, kedua sorot matanya menatap Rena dengan lembut.

__ADS_1


"Menikah?!" Rena kaget. Apakah Alvian sedang serius atau hanya bergurau saja? Sedangkan mereka kenal belum terlalu lama, tapi Al mengajaknya menikah. Hati Rena berdebar kencang seperti akan loncat, apakah aku jatuh cinta padanya? Pekiknya dalam hati.


"Al, jangan bergurau!" lanjutnya yang diiringi tawa, karena menganggap Al hanya bercanda saja.


"Ren, aku serius, mari kita menikah!" ajak Alvian dengan tatapan lebih serius.


"Beri aku waktu untuk berpikir," jawab Rena dan ia malah bergegas keluar dari ruangan kerja Alvian karena rasa grogi tiba-tiba muncul begitu saja.


Rena masih tidak percaya, apakah ini beneran?


****


Nara sedang di sibukkan dengan pekerjaannya, begitu juga dengan Davin ia sedang sibuk melayani tamu yang datang ke cafe Alvian.


Nara meraih ponselnya di dalam saku roknya, ia membaca pesan dari bapaknya sambil tersenyum senang.


"Syukurlah yah, uang sisanya pakai saja buat kebutuhan sehari-hari dan obat ibu yah!"


"Iya nak, terimakasih. Kamu jaga kesehatan ya!"


Betapa leganya akhirnya ibunya sudah di bawa pulang dari rumah sakit, Nara cukup bahagia dan ia kembali semangat bekerja.


"Vin, ke ruanganku sekarang!" titah Alvian, Davin mematuhi perintah Alvian, ia bergegas pergi ke ruangan kerja Al.

__ADS_1


Davin duduk di sofa, tanpa permisi, Davin meraih satu toples cemilan dan mengambil cemilan itu, lalu memakannya.


"Ada apa Al?" tanyanya, mulutnya sibuk mengunyah makanan.


"Aku mau menikah," ujar Alvian santai, sorot mata Davin seolah tidak percaya dengan apa yang Al katakan.


"Jangan bergurau Al!"


"Aku serius Vin."


Mata kedua laki-laki itu saling menatap satu sama lain.


"Baiklah, tapi kamu menikah dengan siapa?" tanya Davin penasaran, tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba Alvian mau menikah, apa Alvian ini mendadak ngebet kawin di saat musim hujan seperti ini?


Alvian terdiam, membuat Davin semakin penasaran dan tidak sabar, gadis mana yang bisa menaklukkan hati Alvian selain Laras?


"Al, kamu mau menikah dengan siapa?" tanyanya lagi, rasa penasarannya sangat menggebu-gebu.


"Aku mau menikah dengan,"


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2