Cinta Para CEO Tampan

Cinta Para CEO Tampan
Salah paham


__ADS_3

Entah siapa laki-laki yang berada di depan rumah Laras?


"Menjemputku?! Aku berangkat sendiri saja kak, tidak enak kalau di lihat pelayan cafe yang lain." Tolak Nara dengan sopan.


Laras sedikit tersenyum mendengar Nara menolak Daniel untuk mengantarkan dirinya.


"Iya Niel, benar kata Nara tidak enak jika di lihat oleh pelayan lain." Laras setuju dengan Nara, padahal dalam hatinya dia tidak rela jika Daniel mengantarkan Nara ke cafe tempat Nara bekerja.


"Iya kak, aku duluan ya kak, Laras aku duluan ya," pamit Nara dan dia berlalu pergi dari hadapan Laras dan Daniel.


Ternyata dari tadi Alvian juga sudah berada tidak jauh dari halaman rumah Laras, tadinya dia berniat untuk menjemput Laras tapi Alvian hanya bisa tersenyum pahit, karena ternyata Daniel sudah berada lebih dulu di depan rumah Laras.


"Daniel, bukannya kamu bilang kamu suka Nara? Tapi kenapa, kamu malah mendekati Laras? Sepagi ini kamu juga sudah menjemput Laras," batin Alvian dalam hatinya.


Alvian yang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi? Dia hanya menyimpulkan dengan apa yang dia lihat, tentunya Alvian sudah paham dengan apa yang dia lihat. Tapi Alvian terlihat marah dan dia buru-buru pergi meninggalkan tempat itu, lalu melajukan mobilnya ke cafe miliknya.


Nara juga lebih memilih pergi naik bis, sedangkan Laras dan Daniel masih sama-sama berdiri di halaman rumah Laras.


"Aku harus memanfaatkan kesempatan ini. Aku harus mendapatkan hatinya Daniel," batin Laras dalam hatinya.


Laras dan Daniel saling menatap, lalu mereka sama-sama tersenyum. Tentu saja senyuman Laras penuh dengan arti sedangkan senyum Daniel ya seperti senyum seperti biasanya.

__ADS_1


"Daniel, kamu anterin aku ke kantor ya! Aku malas sekali mau menyetir mobil," kata Laras dengan nada begitu lembut. Tatapan matanya juga penuh harap.


"Tapi Ras...aku......"


"Daniel, aku mohon. Aku males sekali menyetir, kalau aku kecelakaan bagaimana?" Laras memotong kata-kata Daniel, Laras tahu pasti Daniel akan mencari alasan untuk tidak mengantarkan Laras ke kantor.


Daniel terdiam sejenak, dia memikirkan perkataan Laras tadi.


"Laras benar, jika Laras sampai mengalami kecelakaan pasti aku akan menjadi orang yang paling bersalah," batin Daniel dalam hatinya.


"Baiklah Ras, ayo aku antarkan kamu ke kantor." Kata Daniel, membuat Laras tersenyum bahagia.


Di dalam mobil keduanya hanya sama-sama diam, Daniel juga tidak banyak bicara karena dia selalu ingat kalau Alvian selama ini suka dengan Laras dan tentunya Daniel tidak mau membuat sahabatnya terluka.


"Daniel, nanti pergi makan siang berdua yuk!" Laras mulai membuka percakapan, berharap Daniel mau menerima ajakannya.


"Aku siang ini ada makan siang dengan rekan bisnisku," jawab Daniel. Dia berusaha mencari alasan yang tepat.


Daniel tidak mau memberikan harapan lebih pada Laras, tapi Laras terus saja mengejarnya membuat Daniel kadang merasa tidak enak dengan Alvian. Padahal jelas-jelas cinta Alvian begitu dalam pada Laras, tapi Laras tidak pernah mau tahu dan hanya memikirkan Daniel saja.


Laras hanya diam, sesampainya di kantor Laras. Laras buru-buru turun dari dalam mobil Daniel, bahkan Laras pergi begitu saja tanpa mengucapkan terimakasih pada Daniel.

__ADS_1


Daniel tahu pasti Laras kecewa karena Daniel selalu menolak ajakannya, tapi Daniel juga tidak mau kalau persahabatan dirinya dan Alvian hancur karena seorang wanita.


Setelah melihat Laras masuk ke dalam kantornya, Daniel langsung melajukan mobilnya menuju ke cafe Alvian.


Sesampainya di cafe Alvian, Daniel langsung berjalan masuk ke dalam ruangan Alvian. Seperti biasanya, Daniel masuk begitu saja tapi pagi ini suasananya sangat berbeda karena Alvian menatapnya dengan tatapan tajam.


"Al, kamu kenapa?" Tanya Daniel, tap Alvian tidak menjawab dia langsung beranjak dari kursi kerjanya, lalu dia berjalan menghampiri Daniel.


Kini Alvian mengitari Daniel, membuat Daniel menatapnya dengan tatapan bingung.


"Kamu kenapa sih Al?" Tanya Daniel untuk kedua kalinya.


"Kamu bilang aku kenapa? Dasar penghianat!!!" Jawab Alvian dengan nada begitu keras.


Daniel semakin tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Alvian, apa yang di maksud penghianat oleh Alvian?


Entah apa yang akan terjadi di antara mereka?


BERSAMBUNG 🤣


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2