Cinta Para CEO Tampan

Cinta Para CEO Tampan
Entah siapa?


__ADS_3

"Laras, apa sedikit saja kamu pernah menyukaiku?" Tanya Alvian tiba-tiba, kini Laras menatap Alvian dengan tatapan penuh tanda tanya?


"Maksudnya kamu Al?" Tanya Laras terkejut.


Alvian merasa gugup, bahkan dia tidak berani menjelaskan kata-katanya yang baru saja terucap dari mulutnya.


"Tidak apa-apa Ras, sudah malam kamu masuklah ke rumah! Terimakasih, buat malam ini." Elak Alvian, sungguh dia tidak berani menatap Laras lebih lama.


"Kamu hati-hati di jalan ya," Laras tersenyum kecil.


Laras melangkahkan kakinya, dia masih memikirkan perkataan Alvian tadi tapi Laras juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena selama ini yang dia suka adalah Daniel.


"Alvian, aku minta maaf aku tidak bisa membalas perasaanmu," batin Laras dalam hatinya.


Alvian terus menatap Laras sampai Laras masuk ke dalam rumahnya.


"Dialah gadis yang selama ini aku sukai, bahkan aku sampai sekarang tidak pernah membuka hatiku untuk gadis lain," batin Alvian dalam hatinya.


Setelah Laras tidak terlihat, Alvian masuk ke dalam mobilnya dan dia langsung berlalu pergi pulang ke rumahnya.


Nara masih duduk di sofa ruang keluarga, Laras berjalan menghampiri Nara.


"Ra, bagaimana tadi sama Davin?" Tanya Laras, dia menundukkan pantatnya di sofa dekat Nara duduk.


"Davin minum hingga mabuk, aku di antar pulang sama Kak Daniel tadi." Jawab Nara dengan jujur, seketika hati Laras begitu tersentak mendengar jawaban dari Laras.


"Bukannya, Daniel katanya ada acara. Tapi dia malah mengantarkan Nara pulang," batin Laras dalam hatinya.

__ADS_1


Laras hanya mengangguk, dia tidak tahu lagi mau bicara apa dengan Nara?


"Ra, tidur yuk sudah malam." Hanya itu yang Laras katakan dan dia berlalu pergi begitu saja.


Nara menatap kepergian Laras, dia melihat Laras sangat berbeda malam ini.


"Laras kenapa ya?" Batin Nara dalam hatinya.


Laras duduk di tepi ranjang, kali ini dia memikirkan Daniel. Bukannya Daniel bilang, dia ada acara tapi Daniel malah mengantarkan Nara pulang.


"Daniel, aku yang kenal kamu lebih dulu, aku yang suka kamu lebih dulu tapi kenapa Nara yang harus kamu lihat?" Batin Laras dalam hatinya.


Hati Laras sangat marah, tapi mau bagaimana lagi? Nara adalah sahabat terbaiknya dari dulu, haruskah mereka bertengkar hanya karena satu laki-laki yang sama?


Laras terlihat bingung, tapi dia hanya bisa memejamkan matanya dan dia tertidur tanpa mandi lebih dulu.


******


"Apa, Laras ada masalah?"


"Atau Laras bertengkar dengan kekasihnya? Tapi bukannya Laras masih jomblo?"


"Sudahlah, mungkin Laras sedang kecapean."


Nara sungguh tidak tahu Laras kenapa? Dia juga tidak berpikir kalau Laras bersikap seperti ini karena Daniel. Yang Nara tahu ya Nara tidak punya hubungan apa-apa dengan Daniel.


******

__ADS_1


Pagi menunjukkan pukul 7, Nara sudah berdandan rapi untuk pergi kerja. Laras juga rapi dengan setelan kerjanya, kini Laras dan Nara berencana mau berangkat bersama.


"Ras, kamu sarapan dulu tidak?" Tanya Nara, yang kini sudah berdiri di sebelah Laras.


"Tidak Ra, nanti aku sarapan di kantor saja. Soalnya pagi ini ada meeting takut terlambat," jawab Laras dengan nada lembut.


Kini mereka sudah sampai di depan rumah dan Laras dan Nara sama-sama terkejut karena ada mobil di depan rumahnya.


Nara terlihat bingung, tapi senyum Laras begitu senang.


"Kok dia disini?" Tanya Nara pada Laras.


"Mungkin dia mau menjemputku," jawab Laras dengan senyuman yang begitu senang.


Nara juga ikut tersenyum, sambil melihat laki-laki itu yang sudah berdiri tegak di depan mobilnya.


"Iya sudah Ras, aku duluan ya." Pamit Nara, dia berniat berangkat naik bis.


Laras mengangguk, sungguh pagi ini Laras begitu senang bahkan Laras tidak menyangka kalau sepagi ini laki-laki itu sudah rapi dan menjemput dia di depan rumahnya.


Laras hendak berjalan ke laki-laki itu dan Nara dia hendak pergi tapi tiba-tiba laki-laki itu memanggilnya.


"Nara..... kamu mau kemana? Aku kau menjemputmu," kata laki-laki itu membuat Laras dan Nara saling tatap menatap.


Tatapan Laras penuh dengan kecewa, sedangkan Nara hanya dia karena merasa bingung.


Entah siapa yang laki-laki yang ada di depan rumah Laras?

__ADS_1


BERSAMBUNG 🤗


Terimakasih para pembaca setia 🤗


__ADS_2