
Pagi yang cerah Davin dan Nara tampak sumringah, ia hari ini mereka akan pergi fitting baju pengantin, sedangkan untuk gedung dan lain-lain sudah di urus oleh Rangga.
Rangga sendiri yang menawarkan diri untuk mengurus masalah gedung dan catring, ya itung-itung membantu saudaranya sendiri dan agar pernikahan Davin dan Nara lancar dan tidak ada halangan apapun.
Di butik mewah Nara dan Davin sudah berada di tempat ini untuk fitting baju pengantin, Davin tidak kawatir akan masalah uang lagi.
"Sayang, kamu cantik sekali," puji Davin saat melihat Nara mengenakan gaun pengantin yang begitu anggun berwana putih bersih. Senyum Nara tampak berseri-seri membuat Davin tidak sabar ingin segera halal.
"Gaunnya yang ini saja ya," ujar Nara pada Davin dan Davin mengangguk setuju.
Davin juga melakukan fitting baju juga, ia tampak tampan sekali dengan setelan jas warna hita dan dasi kupu-kupu yang menghiasi bagian lehernya.
"Pasangan yang serasi," puji salah satu pegawai butik.
"Sangat cantik dan tampan sekali," sambung yang lainnya.
Davin dan Nara saling melempar senyum, tidak menyangka sebentar lagi akan menuju halal ya biarpun tanpa restu dari Marlin yang tidak lain adalah Mamanya Davin.
Setelah selesai fitting baju pengantin mereka bergegas pergi untuk mengurus keperluan yang lainnya lagi, apalagi pernikahan mereka tinggal sebentar lagi. Setelah Alvian dan Rena menikah, selanjutnya Davin dan Nara.
****
__ADS_1
Daniel terbangun dari tidurnya, ia cukup kaget melihat seorang wanita di sebelah tidurnya dan ia juga tampak linglung.
"Haah Manda, kenapa dia ada disini?" Daniel tampak kebingungan. Ia terus mengingat apa yang sudah terjadi semalam? Namun sedikitpun Daniel tidak mengingat apapun.
Tiba-tiba Manda terbangun dan ia membuka kedua matanya, saat melihat Daniel sudah bangun dan terus menatap dirinya, Manda tampak marah pada Daniel.
"Apa yang terjadi?" tanya Daniel bingung.
"Kamu, kapan kembali?" sambung Daniel.
"Kamu ingat-ingat saja apa yang terjadi sendiri, kenapa aku kembali? Karena memang sudah waktunya untuk kembali," sahut Manda sangat ketus.
Daniel terdiam ia kembali mengingat semua yang terjadi, otaknya terus berpikir dengan keras agar ia ingat semuanya.
Lagi-lagi Daniel tampak bingung, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa bisa ada Manda, lalu baju-baju kita kemana?
"Haah merenggut kesucianmu, memang apa yang sudah aku lakukan?" dengan polosnya Daniel bertanya pada Manda.
"Kamu sudah mengauliku, kamu renggut kesucianku yang selama ini aku jaga. Bahkan Rian saja tidak pernah menikmati tubuhku, kamu brengsek Daniel, kamu tega padaku....!!" tangis Manda pecah begitu saja.
Biarpun Manda di masa lalu pergi meninggalkan Daniel dengan laki-laki lain, tapi Manda selalu berusaha menjaga kesuciannya, karena baginya hanya suaminya yang bisa menikmatinya suatu saat nanti. Namun apa yang di jaga dari dulu, kini sudah di renggut oleh Daniel begitu saja.
__ADS_1
Daniel terdiam sejenak hingga akhirnya ia mengingat semuanya yang terjadi semalam dengan Manda. "Nara, aku mengira Manda adalah Nara," batin Daniel dalam hatinya.
Manda hanya menangis karena merasa sangat sedih.
"Kamu tega memanggilku Nara. Daniel, aku ini Manda bukan Nara," lirih Manda terdengar suaranya sudah sesak karena isak tangis.
Daniel terdiam, apa aku sudah benar-benar gila karena Nara? Aku hancurkan Manda, maafkan aku Manda.
"Manda aku minta maaf," sesal Daniel akhirnya.
"Apa maaf saja cukup Dan? Apa kamu bertanggung jawab atas semua yang kamu lakukan padaku, apa kamu mau Daniel?!" tanya Manda dengan tegas.
"Manda...."
Akankah Daniel mempertanggungjawabkan perbuatannya pada Manda?
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia
Mampir yuk kakak-kakak ke karya baru Asti 🤗
__ADS_1