Cinta Para CEO Tampan

Cinta Para CEO Tampan
Dasar Pada Bucin


__ADS_3

Hari demi hari berlalu. Davin dan Nara bahagia melalui hari-hari yang indah, pernikahan tanpa restu dari orang tua Davin tapi Davin bisa memberikan yang terbaik untuk Nara.


Saat ini Davin membantu Rangga mengurus perusahaan miliknya, bukan tanpa sebab Rangga menyuruh Davin untuk mengurus perusahaan miliknya. Rangga ingin Davin bekerja dengan baik dan bisa memberikan hidup yang layak untuk istrinya yaitu Nara.


Saat Davin terjun mengurus perusahaan Rangga, Rangga memilih sibuk terjun langsung ke lapangan bahkan dia dengan senang hati langsung turun ke Mall untuk mengecek para SPG di sana, bahkan Rangga juga ikut menjadi SPG. Entahlah kenapa Rangga memilih terjun ke lapangan dan menjadi SPG pula? Padahal posisi di kantornya sudah enak tapi malah dengan sukarela memberikan jabatannya kepada Davin.


"Rangga...!!"


"Ehh iya Tuan Davin?" sahut Rangga mengedip-edipankan matanya, membuat Davin bingung. "Ini bocah kenapa? Apa dia bintitan?" batinnya dalam hati.


"Rangg..."


"Ehh Kiran, ini Bos perusahaan baru kita," potong Rangga dengan cepat.

__ADS_1


"Ehh iya, selamat siang Tuan," sapa Kiran dengan sopan.


"Rangga, itu ada pelanggan datang, aku mau ke kamar mandi sebentar," kata Kiran di telinga Rangga dan Rangga mengangguk paham.


Davin semakin di buat bingung oleh Rangga, ia hanya diam dan menatap mata Rangga meminta jawaban darinya.


Setelah Kiran pergi ke kamar mandi, Rangga hendak melayani pelanggan yang datang tapi tiba-tiba Davin memanggil pelayan yang lain dan mengajak Rangga pergi dari tempat itu untuk bicara empat mata dengannya.


Di blangkon Mall Rangga dan Davin sama-sama berdiri tegak, mereka menatap langit yang begitu cerah hari ini.


"Kak, semua pelayan di Mall ini tidak ada yang tahu kalau aku pemilik ini semua, mereka hanya tahu aku ini pelayan biasa seperti mereka. Aku melakukan ini semua karena seorang wanita, konyol sekali aku kan kak? Tapi wanita itu membuatku tergila-gila padanya kak, hanya saja wanita itu mendambakan laki-laki biasa kak," cerita Rangga pada Davin.


Davin mengerti, aku kira hanya aku saja laki-laki bodoh yang rela melepaskan semua hartanya demi satu wanita. Ternyata Rangga juga sama sepertiku sama-sama bodoh dalam urusan cinta, bucinnya aku tingkat dewa pada Nara. Mungkin bucinnya Rangga akan lebih dari itu.

__ADS_1


"Sudahlah tidak apa-apa, kita berdua ini sama. Tapi dari hal ini bagus juga biar kita benar-benar mendapatkan wanita yang tulus mencintai kita tanpa memandang harta kita." Davin senang karena menurutnya Rangga sudah melakukan hal yang benar, mencari wanita jaman sekarang untuk menjadi istri tidaklah mudah.


"Gadis yang aku taksir dia begitu sederhana Kak, tapi dia sangat cantik hanya saja dia tidak suka dengan kewewahan Kak," ujar Rangga pada Davin.


"Gadisnya yang mana? Boleh aku tahu," tanya Davin penasaran.


"Yang tadi mau ke kamar mandi Kak, dia cantik, meneger di Mall ini juga naksir dia tapi dia malah cuek. Dan dia malah suka dengan laki-laki yang biasa-biasa saja, tapi jika dia tahu aku yang sesungguhnya apakah dia masih mau dekat denganku Kak?" Rangga tidak yakin, ia takut gadis pujaan hatinya akan kecewa padanya suatu hari hari nanti.


"Lihat saja nanti, aku tidak punya jawaban untuk hal itu Rang," ujar Davin dengan santai.


Entahlah akan seperti apa cerita cinta Rangga dengan gadis pujaannya itu?


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2