Cinta Para CEO Tampan

Cinta Para CEO Tampan
Perdebatan antara sahabat


__ADS_3

"Malam ini aku menginap, kita mau menginap dimana sayang?" tanya Davin pada Nara, membuat Nara terdiam karena terkejut.


"Hahh, dimana...?" Nara melihat Daniel dan Alvian secara bergantian, Nara bingung apalagi keduanya ini semuanya orang-orang baik.


"Menginap di rumahku saja Nar!" tawar Daniel dengan senang hati.


Davin langsung menatap Daniel, tatapannya terlihat sengit pada Daniel. "Dasar, jangan harap aku dan Nara akan menginap di rumahmu Daniel! Lebih baik aku menginap di rumah Alvian saja," batin Davin dalam hatinya.


"Lebih baik aku menginap di rumah Alvian saja, lagian aku terlalu malas tidur di rumah kamu Daniel," tolak Davin dengan tegas.


"Aku juga tidak mengajakmu, aku menawari Nara, lagian kan Nara seorang gadis jadi tidak boleh tidur sembarangan, apalagi harus tidur di rumah Al dan itu bersamamu, jika terjadi sesuatu bagaimana?" cecer Daniel, ia terus menatap Nara dengan tatapan cukup dalam.


"Jika terjadi sesuatu, maka aku akan bertanggungjawab!!" tandas Davin dengan tegas, membuat Nara menatapnya dengan kesal. "Lagian siapa juga yang mau berbuat macam-macam denganmu lelaki aneh," batin Nara dalam hatinya.


"Aish.... sudahlah kalian jangan berdebat! Sekarang kalian mau tidur dimana? Aku sudah sangat mengantuk soalnya," kata Alvian yang sudah merasa cukup kesal karena Davin dan Daniel terus-terusan berdebat, entah kapan perdebatan mereka akan berakhir? Jika Alvian tidak menjadi penengah pasti semuanya akan menjadi panjang.


"Aku lebih baik menginap di rumahmu Al, daripada di rumah Daniel," kata Davin dengan tegas.

__ADS_1


"Aku....akan tidur...."


"Kamu harus ikut denganku, kamu tidak boleh kemana-mana tanpaku...!!" Davin dengan cepat memotong kata-kata Nara.


Daniel mengangguk-anggukan kepalanya, bagi dirinya, ia harus bisa bersaing secara sehat jadi untuk malam ini apapun keputusan Davin, Daniel menerimanya dengan baik.


"Baiklah, aku duluan ya..." pamit Daniel kepada Alvian, Davin dan Nara.


"Iya kak, hati-hati di jalan ya!" jawab Nara dengan nada lembut, saat melihat Daniel berlalu pergi tatapan Nara masih tertuju pada Daniel dengan tatapan begitu dalam.


"Sudahlah, jangan terus menatapnya! Bukankah kamu mulai sekarang adalah kekasihku, jadi kamu tidak boleh melihat laki-laki lain sembarangan termasuk Alvian juga!" tandas Davin, membuat Nara seketika ingin muntah. "Dasar aneh, jelas-jelas ini adalah pacaran sandiwara," batin Nara dalam hatinya.


Seketika Davin terdiam, ia mencerna kata-kata Alvian dengan baik. "Tunggu, apa saat ini aku sedang menunjukkan rasa cemburuku?" batin Davin dalam hatinya.


"Sudahlah Al, siapa juga yang cemburu? Ayo kita pulang ke rumahmu, aku sudah sangat lelah sekali," ajak Davin dengan nada malas.


Alvian mengangguk, lalu mengajak Davin dan Nara pergi menuju ke rumahnya dengan menaiki mobilnya.

__ADS_1


Setelah beberapa lama menempuh perjalanan yang lumayan lama, akhirnya sampailah di rumah Alvian.


Alvian mengajak Davin dan Nara masuk ke dalam rumahnya, lalu mereka sama-sama terdiam membuat mereka juga saling menatap satu sama lain.


"Disini cuma ada 2 kamar, itu kamarku dan sebelah kiri itu kamar tamu," jelas Alvian pada Nara dan Davin.


Nara terdiam, pikirannya sudah traveling kemana-mana, jika hanya ada dua kamar maka ia harus tidur satu kamar dengan Davin? Itu yang ada di otaknya saat ini.


"Aku bisa tidur dengan Nara...." kata Davin, membuat Nara langsung menatapnya dengan tajam.


"Apaan?! Aku tidak mau tidur sekamar denganmu...!!" tolak Nara dengan tegas.


Tadi Daniel dan Davin yang berdebat, lalu sekarang Nara dan Davin, sungguh Alvian hari ini di buat pusing oleh para sahabatnya itu.


"Lalu.....kamu mau tidur dimana?" tanya Davin pada Nara.


"Aku......"

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2