Cinta Para CEO Tampan

Cinta Para CEO Tampan
Rasa penasaran Nara


__ADS_3

Betapa terkejutnya Alvian melihat siapa yang datang? Alvian masih tidak percaya, kenapa dia harus datang?


"Hay Al...." sapanya sambil tersenyum.


"Hay......" Al agak terkejut.


Entah siapa yang datang?


Daniel tersenyum pada Alvian, Al juga membalas senyuman dari Daniel.


"Kenapa kamu pulang? Aturan kamu di luar negeri saja!" Canda Al, sambil tersenyum jail.


"Kenapa? Aku tahu, pasti kamu belum berhasil mendapatkan hati Laras kan." Balas Daniel yang tidak kalah jail.


"Aish, kamu selalu saja menembaknya dengan benar." Al terkekeh sambil geleng-geleng kepala. "Entahlah, bagaimana cara mendapatkan hati Laras?" Sambungnya dengan nada agak mendengus kesal.


Daniel tahu kalau sahabatnya ini selama ini menyukai sahabat perempuannya itu, hanya saja Al selalu tidak punya keberanian untuk mengungkapkan perasaannya pada Laras.


Daniel juga tahu Laras suka pada dirinya, hanya saja Daniel menganggap Laras hanya sebagai adiknya saja selama ini.


Namun Laras malah menyukai Daniel dan tidak peka akan perasaan Alvian selama ini.


"Semangat berjuang!" Daniel memberikan semangat kepada Alvian.


"Siap, aku akan berjuang mendapatkan cinta Laras!" Alvian terlihat begitu penuh semangat.


Kini keduanya sama-sama duduk di sofa, Alvian dari tadi melihat Daniel.


"Dan, bagaimana kamu sudah punya kekasih?" Tanya Alvian, dalam hatinya berharap kalau Daniel sudah punya kekasih.


"Tentu saja belum, tapi akan segera punya nanti" Jawab Daniel begitu yakin.


Alvian beranjak dari tempat sofa, dia berjalan menuju ke kulkas mini yang ada di dalam ruangannya untuk mengambil minuman kaleng untuk dirinya dan Daniel.


"Minumlah!" Alvian menaruh minuman kaleng di depan Daniel.

__ADS_1


Daniel meraih minuman itu, dia membukanya lalu meminumnya dengan cepat. Rasanya segar sekali tenggorokannya.


"Davin, mana? Biasanya kalian selalu kompak." Daniel melihat ke arah Alvian.


"Entahlah, mungkin dia sibuk dengan pekerjaannya, Dan." Jawab Al, dia masih agak kesal bersama Davin gara-gara masalah kemarin.


"Kamu yakin, bakal cepat-cepat punya pacar? Biar Laras tidak terus mengejarmu," tanya Al penuh selidik.


"Yakin, tenang saja Laras hanya adik bagiku tidak lebih." Daniel meyakinkan Al, dan Al tersenyum sumringah.


Daniel menenggak minumannya, sambil mengingat gadis yang tadi dirinya tabrak tidak sengaja.


"Dia cantik juga, tadi siapa ya namanya?" Batin Daniel dalam hatinya.


Tiba-tiba ponsel Al berdering dan ternyata itu telpon dari Davin.


"Hallo Vin, ada apa?"


"Al, apa gadis kampung itu sudah datang? Dia membawa baju aku yang kemarin tidak?"


"Eh kamu tidak kesini? Ini sih Daniel pulang."


"Katakan padanya, malam ini kita minum sampai puas!"


Davin mematikan saluran ponselnya begitu saja, Al hanya mendengus kesal lalu menaruh ponselnya di atas meja.


"Dan, Davin mengajak kita untuk minum. Kamu mau pergi?" Tanya Al, menyampaikan pesan Davin.


"Boleh, hanya minumkan? Tidak main dengan para wanita j*l*ng?" Daniel memastikan.


"Aish, Davin hanya suka minum tapi dia tidak suka bermain dengan wanita j*l*ng." Jelas Al, dia paham sekali sifat Davin ini.


"Dasar sih b*d*h itu, tapi dia punya kekasih?" Tanya Daniel, sambil kembali menengguk minumannya.


"Bukankah dia pacaran dengan Shita?" Al balik bertanya.

__ADS_1


"Entahlah, Davin banyak ceweknya aku saja bingung." Daniel tidak mau tahu.


Kini mereka asik melanjutkan obrolan mereka sambil menikmati minuman dan cemilan yang ada di atas meja.


Nara sedang sibuk dengan pekerjaannya, kini Vivi juga sama.


"Ra, tadi aku sepertinya lihat Tuan Daniel," kata Vivi yang sedang sibuk dengan kegiatan yang ada di hadapannya.


Nara menoleh, dia sangat penasaran seperti apa Tuan Daniel itu? Sampai-sampai Vivi sangat kagum padanya.


"Oh iya, dimana?"


"Tadi dia pergi ke ruangan Tuan Al."


"Aku jadi penasaran Kak, seperti apa Tuan Daniel itu?"


"Yang jelas dia tampan dan tidak sesombong Tuan Davin."


Kini mereka harus mengakhiri obrolan mereka, karena mereka harus kembali melayani pelanggan yang datang ke cafe.


Nara melayani pelanggan cafe dengan ramah seperti biasanya.


Nara terus berjalan menuju ke dapur dan jalannya dia buru-buru hingga tiba-tiba menabrak tubuh kekar entah siapa?


"Bruggg......" Nara menabrak tubuh kekar seorang laki-laki.


"Aish, kenapa sih kamu tidak hati-hati sekali." Sahutnya, dan matanya menatap Naya dengan penuh rasa kagum.


"Cantik....." gumamnya pelan.


Nara mendongakan kepalanya, kini tatapannya tetuju pada laki-laki tampan yang dia tabrak.


"Kamu....." Naya terkejut.


BERSAMBUNG 😂

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2