
"Tidak usah takut, hanya sedikit saja. Aku juga tidak akan menyakitimu," kata Davin dengan tatapan semakin dalam.
"Davinnn hentikan......!"
Dengan sekuat tenaga Nara mendorong Davin tapi lagi-lagi Davin lebih kuat dari Nara, Davin hanya tersenyum senang.
Dia langsung menjauhkan wajahnya dari wajah Nara. "Dasar gadis kampung, apa yang sedang kamu pikirkan? Lagian siapa juga yang mau berciuman dengan gadis kampung sepertimu," kata Davin dengan tatapan mata begitu kesal.
Nara rasanya sangat marah dengan keras dia langsung menginjak kaki Davin hingga Davin merintih kesakitan.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Davin, dia memegangi kakinya yang kesakitan karena di injak oleh Nara dengan kuat.
"Kamu bilang apa yang aku lakukan? Dasar laki-laki br*ngs*k!" Nara hendak men*mp*r pipi Davin, tapi Davin menahan tangan Nara.
Kini Davin menatap Nara dengan tatapan menyebalkan, rasanya Nara ingin sekali memukul Davin tapi tangan satunya di tahan oleh tangan Davin.
"Sudah malam, aku hanya ingin mengantar kamu pulang, aku tidak mau kalau sampai kamu kenapa-kenapa," kata Davin sambil melepaskan tangan Nara dengan lembut.
Nara menghela nafasnya dengan pelan, ya walaupun rasanya sangat kesal tapi Nara juga sebenarnya takut berjalan pulang sendirian, apalagi tempat tinggalnya lumayan jauh dari cafe tempatnya bekerja.
Akhirnya Nara mau di anterin pulang oleh Davin, mereka langsung masuk ke dalam mobil, lalu Davin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Di dalam mobil mereka hanya saling diam satu sama lain. Tidak ada obrolan hanya ada rasa kesal di hati Nara, tapi rasa bahagia di hati Davin, apalagi mengingat wajah Nara waktu ketakutan tadi rasanya Davin ingin tertawa tapi dia menahannya.
Kini Davin terus melajukan mobilnya sedangkan Nara memilih memejamkan matanya karena masih sangat kesal dengan Davin. "Dasar cecungguk, sungguh ingin rasanya aku melempar kamu dengan sandalku yang keras ini," batin Nara dalam hatinya.
*****
__ADS_1
Di sebuah restoran Alvian dan Laras sedang makan malam berdua, Laras terlihat biasanya saja sedangkan Alvian begitu bahagia karena akhirnya bisa makan malam berdua dengan Laras.
"Al, tadi Daniel ke cafe kamu tidak?" tanya Laras, membuat Alvian kecewa padahal Alvian yang ada di hadapannya tapi tetap saja Daniel yang Laras tanyakan.
"Datang." Jawab Alvian malas.
"Haruskah Daniel dan Daniel terus!" Seru Alvian dalam hatinya, rasanya sangat kesal sekali.
"Kapan-kapan kita pergi liburan bersama yuk, pasti akan seru!" Ajak Laras, sungguh dia tidak punya perasaan sekali pada Alvian.
Alvian hanya mengangguk, apakah seperti ini rasanya cinta sendirian? Haruskah Alvian terus menerus menahan perasaannya, apakah Laras tidak mau tahu sama sekali akan perasaan Al pada dirinya.
Sungguh rasanya kasian pada Alvian, apalagi cintanya terus-terusan di abaikan oleh Laras.
"Laras sudah malam, ayo pulang!" Ajak Alvian, dia berusaha menahan rasa kesalnya.
"Aku sudah kenyang," jawab Alvian cuek.
"Bagaimana aku bisa makan dengan lahap? Kalau kamu dari tadi terus membahas Daniel dan Daniel saja," batin Alvian dalam hatinya.
Laras hanya mengangguk, sungguh Laras itu keterlaluan sekali tidak mau sedikitpun melihat rasa suka Alvian pada dirinya.
Akhirnya Alvian langsung mengantarkan Laras pulang tapi di dalam mobil mereka hanya diam saja.
Laras memperhatikan raut wajah Alvian tapi malam ini Alvian terlihat kesal. "Al, itu kenapa perasaan tidak senang sekali sekali hari ini?" batin Laras dalam hatinya.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama akhirnya Alvian dan Laras sampai di depan rumah Laras.
__ADS_1
Alvian hanya menghentikan mobilnya, bahkan dia tidak turun dari dalam mobilnya.
"Kamu tidak membukakan pintu mobilmu untukku?" tanya Laras, dia melihat Alvian dengan tatapan penuh harap.
Biasanya Alvian begitu semangat membukakan pintu mobil untuk dirinya tapi malam ini Alvian terlihat berbeda.
"Kamu bisa turun sendiri kan, turunlah! Sudah malam aku mau pulang, aku juga sudah sangat mengantuk," kata Alvian kali dengan nada begitu datar, bahkan Alvian juga enggan melihat Laras.
Akhirnya Laras membuka pintu mobilnya sendiri, setelah Laras turun dari dalam mobilnya Alvian langsung berlalu pergi begitu saja.
Laras hanya merasa aneh, kenapa dengan Alvian? Tapi Laras tidak mau ambil pusing, dia juga tidak mau memikirkan Alvian, lagian pikir Laras besok juga Alvian akan kembali baik-baik saja seperti biasanya.
Sesampainya di dalam rumah Laras melihat Nara sedang menonton televisi.
"Nar, kamu sudah pulang? Maaf ya aku tadi pergi makan malam dengan Al, lupa tidak memberikan kabar sama kamu, oh iya kamu pulang sama siapa?" kata Laras, dia duduk di sebelah Nara.
"Aku pulang di antar sama...."
"Sama siapa?" Laras langsung memotong perkataan Nara, membuat Nara kaget.
"Laras, aku pulang dengan Davin." Jelas Nara dengan begitu jelas.
Laras tersenyum lega, ternyata Davin jika dengan Daniel, pasti Laras akan marah.
BERSAMBUNG 😊
Terimakasih para pembaca setia 🤗
__ADS_1