
Beberapa jam telah berlalu akhirnya Alvian sadar, Alvian membuka matanya dengan begitu perlahan-lahan.
"Aku dimana?"
"Kepalaku pusing sekali."
Alvian belum sepenuhnya sadar, matanya masih kunang-kunang mungkin karena efek alkohol yang dia minum berlebihan.
Davin dan Daniel beranjak dari tempat duduknya, mereka langsung menghampiri Alvian.
"Al, kamu sudah sadar?" tanya Daniel, matanya terlihat begitu kawatir pada Alvian.
"Nil, aku dimana?" Alvian balik bertanya, kini tubuhnya juga masih sangat lemas.
"Kamu dirumah sakit," jelas Davin sambil melihat Alvian yang terbaring lemah di tempat tidur pasien.
Alvian terdiam dia mengingat-ingat kejadian kemarin malam, Alvian mendengus kesal dia juga memukul-mukul kepalanya dengan kedua tangannya.
"Al, apa yang kamu lakukan?" omel Daniel dan langsung menahan kedua tangan Alvian agar tidak memukul kepalanya lagi.
__ADS_1
Alvian sadar dirinya tidak bisa minum banyak tapi dia kemarin malam entah menghabiskan berapa banyak botol? Alvian saja lupa, yang dia ingat dia hanya kecewa dengan Laras yang tidak pernah mau mengerti perasaannya sedikit saja.
Bayangkan saja Alvian sudah sering menunjukkan rasa sukanya pada Laras, bahkan Alvian sampai rela antar jemput Laras jika Laras kerja lembur dan pulang tengah malam, Alvian juga selalu perhatian pada Laras, bahkan Alvian selalu menuruti apa yang di minta oleh Laras, tapi apa? Sampai saat ini sedikitpun Laras tidak pernah mau tahu tentang perasaan Alvian padanya.
"Nil, aku begitu b*d*h, aku b*d*h, aku mati-matian mencintai seseorang gadis tapi gadis itu tidak pernah mencintaiku," kata Alvian sungguh dalam hatinya Alvian merasa sangat sedih.
Davin mendengus kesal, dia paham pasti ini ada urusannya dengan Laras, Davin juga heran apa kurangnya Alvian? Padahal Alvian itu baik, dia tampan dan dia juga terhitung laki-laki yang sangat perhatian bahkan banyak di sukai oleh para gadis tapi b*doanya Alvian ya hanya Laras yang dia pikirkan setiap saat.
"Kamu memang b*d*h Al, padahal banyak gadis di luaran sana yang menyukaimu tapi kenapa hanya Laras yang kamu mau?"
"Jelas-jelas dia tidak pernah perduli padamu, bahkan dia selalu mengejar-ngejar Daniel, Al kamu sadarlah!"
Tandas Davin, betapa geramnya Davin sebagai seorang sahabat di antara Daniel dan Alvian sungguh kedua laki-laki itu memang tidak bisa untuk tegas atau mengambil sikap dengan alasan tidak mau menyakiti Laras, padahal jelas disini yang tersakiti adalah Alvian.
"Al, aku tidak menyukai Laras, setiap kali aku datang ke rumah Laras, bukan Laras yang mau aku jemput, tapi aku menjemput Nara tapi Laras selalu saja salah paham," jelas Daniel dengan rasa penuh bersalah.
Karena berusaha menghargai Laras sebagai sahabatnya bahkan Daniel mau mengantar Laras ke kantornya, ternyata yang Daniel lakukan ini sangat menyakiti hati Alvian.
Nara melihat ketiga laki-laki itu, bahkan Nara juga mendengar obrolan mereka. "Laras, lihat sedikit saja Bos Al terlihat dari benak matanya Bos Al sangat mencintai kamu," batin Nara dalam hatinya.
__ADS_1
Nara beranjak dari tempat duduknya, dia berjalan menghampiri ketiga laki-laki tampan itu.
"Bos Al, baru saja sadar, ada baiknya biar makan dulu," tutur Nara dengan nada lembut.
Daniel dan Davin sama-sama mengangguk, Nara tersenyum pada mereka bertiga, mereka juga membalas senyum Nara hanya saja Davin, dia malah terlihat kesal pada Nara.
"Senyam-senyum dikira senyumnya manis apa?" batin Davin dalam hatinya.
"Nara, kamu ada disini?" tanya Alvian dengan nada lembut.
"Iya bos, bos makan dulu ya, jangan banyak bicara dulu!" Kata Nara dengan nada lembut.
Alvian mengangguk, lalu Nara mengambil bubur yang ada di atas nakas yang di siapkan oleh rumah sakit.
Nara tersenyum, dia hendak menyuapi Alvian tapi tiba-tiba Davin beranjak dari tempat duduknya dan tiba-tiba mengambil mangkok bubur dari tangan Nara.
"Biar aku saja, tidak baik seorang gadis menyuapi laki-laki yang bukan suaminya," kata Davin sambil mengambil sendok dari tangan Nara.
Daniel ternganga tidak percaya, Alvian melotot kepada Davin, kesambet dedemit mana Davin ini, tumben otaknya benar?
__ADS_1
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 🤗