
"Dia adalah calon istriku, karena aku tidak mau ada Monica yang kedua di dunia ini." Jawab Davin dengan begitu tegas di hadapan mamanya.
Seketika Marlin terdiam karena tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Hey, apa kamu mau menjadi anak durhaka? Kamu sudah berani melawan mama, Davin ingat ya tanpa mama kamu tidak akan bisa apa-apa," kata Marlin lagi-lagi ia meremehkan kemampuan putranya ini.
"Bukan Davin bermaksud menjadi anak yang durhaka, ma. Davin hanya mau memperjuangkan gadis yang Davin cintai, mama lihat beberapa lama ini aku hidup diluar sana tanpa fasilitas dari mama tapi aku bisa ma, aku bukan Davin yang dulu yang begitu manja dan haus akan kemewahan," ujar Davin dengan tegas. Ia yakin, ia bisa tanpa sang mama. Akan aku buktikan.
"Berani kamu ya, mama tetap tidak akan merestui hubungan kalian!" sentak Marlin lantang.
"Dan Davin tetap akan menikah Nara, biarpun tanpa restu dari mama," sahut Davin dengan mantap.
"Davin tidak ingin ada Monica yang kedua, Davin akan memperjuangkan Nara," sambungnya dengan tegas.
Marlin menggelengkan kepalanya, anak yang di besarkan dari bayi sampai sekarang, kini ia malah menjadi anak pembakang.
"Ingat Monica itu anak orang miskin, jika dulu mama merestui hubungan kalian, mama yakin pasti gadis itu sudah menguasai kekayaan kita," tatapan Marlin begitu sinis pada Nara, ia menatap Nara begitu tidak suka.
__ADS_1
"Lalu dia, sebentar lagi dia juga akan mencampakkanmu setelah dia mendapatkan hartamu, lihat saja!" Marlin begitu yakin dengan kata-katanya. "Semua orang miskin itu sama saja," batin Marlin dalam hati, Marlin memang sangat membenci orang miskin, entah mengapa? Hanya Marlin yang tahu alasannya.
"Maaf Bibi, jika aku harus menikah dengan Davin, sedikitpun aku tidak akan meminta harta Davin, jika perlu aku akan memulai semuanya dari nol bersama dengannya, simpan harta Bibi dengan baik, aku tidak butuh semua itu," sahut Nara dengan tegas, biarpun aku berasal dari keluarga miskin tapi mamanya Davin tidak berhak menghinaku, ingat Tuhan itu maha membolak-balikkan takdir manusia.
"Sombong sekali gadis miskin ini, haha," tawa Marlin begitu renyah serenyah rengginang yang baru saja di goreng.
"Hey, kamu mau mulai dari nol, silahkan!" lanjut Marlin meremehkan.
"Cukup mama hina Nara! Davin akan buktikan pada mama kalau Davin bisa tanpa mama," kata Davin dengan begitu yakin di hadapan mamanya.
Marlin hanya tertawa kecil, lihat saja mau sampai mana mereka bertindak? Jika mereka benar menikah, pasti setelah menikah hidup mereka akan kesusahan dan ujung-ujungnya memohon padaku untuk tinggal di sini, dasar beban orang tua. Begitu yakin Marlin dalam hatinya ia sungguh meragukan kemampuan anak laki-lakinya ini.
Davin tidak perduli apa yang di katakan oleh mamanya, ia bertekad dalam hatinya akan memberikan bukti nyata kepada mamanya yang begitu kejam.
Entahlah, apa salahnya menjadi orang miskin? Padahal orang miskin tidak menyusahkan orang kaya tapi banyak sekali orang kaya yang ketakutkan jika orang miskin masuk dalam keluarga mereka. Padahal kita tidak pernah tahu seperti apa ke depannya? Bisa saja nasib itu berbalik, apakah orang kaya tidak malu menghinanya mati-matian dan suatu saat orang yang di hinanya hidupnya sukses lalu dirinya tiba-tiba jatuh miskin. Ingat Tuhan maha membolak-balikkan segalanya, kekayaan hanya milik Tuhan dan bisa di ambil kapan saja, miskin juga tidak selamanya selagi kita mau berusaha dan berjuang mudah-mudahan kita di angkat derajatnya.
"Baiklah ma, Davin dan Nara pamit. Biarpun tanpa restu mama, Davin akan tetap menikahi Nara," ujar Davin sebelum pergi meninggalkan Marlin.
__ADS_1
Marlin hanya diam, saat melihat Davin dan Nara berjalan keluar dari dalam rumahnya ia juga tidak mencegahnya sama sekali.
Setelah Davin dan Nara sudah berlalu pulang, Marlin menjatuhkan tubuhnya dengan lemas ke lantai ia tiba-tiba menangis. "Vin, seandainya kamu tahu kenapa mama melarangmu menikah dengan orang miskin, mama hanya tidak ingin kamu bernasib seperti mama," batinnya dalam hati. Mengingat kejadian beberapa lama itu, Marlin hanya menangis.
"Kamu tidak pernah tahu, kenapa mama memilih hidup berjauhan dengan papa? Karena papamu sudah menikah lagi, papamu menikah dengan wanita miskin yang usianya lebih muda 10 tahun dari mama, ia sungguh tega menduakan mama, orang miskin itu merebut kebahagiaan mama Vin.....!!!"
Wanita yang di nikahi suamiku wanita dari kalangan miskin, wanita itu dulunya hanya Art suamiku saat suamiku mengerjakan bisnisnya diluar negeri dan aku bolak-balik kadang aku di kota asalku untuk menemani Davin, suamiku pun di luar negeri sendirian, hingga entah apa yang terjadi di sana suamiku berselingkuh dengan Art yang kerja di rumahnya. Sungguh menyakitkan, saat itu aku melihat semuanya itu dari cctv dan suamiku mengakui semuanya, saat itu aku sudah meminta cerai namun suamiku tidak menceraikan aku, tapi dia juga menikahi wanita itu tanpa memikirkan hati dan perasaanku, aset-aset yang aku miliki juga di ganti atas wanita itu, entah jurus apa yang sudah di gunakan wanita itu untuk merayu suamiku dan suamiku menuruti semua keinginan wanita itu.
Jadi perusahaan yang diluar negeri sana semua atas nama wanita itu. Tapi untungnya aku punya saham sendiri, aku juga punya bisnis hotel dan perusahaan di kota asalku.
"Setelah wanita miskin itu merebut papamu, dia juga mengambil beberapa harta mama, papamu dengan tega membalik nama beberapa perusahaan atas nama istri mudanya, lalu bagaimana jika gadis itu juga melakukan hal yang sama?"
Isak tangis Marlin begitu menyedihkan, ia selama ini berusaha menyembunyikan semuanya sendirian, suaminya juga hampir dan tidak pernah pulang karena mungkin sudah bahagia dengan istri mudanya. Sedangkan Davin tidak pernah tahu kalau papanya punya istri muda, karena Marlin tidak pernah menceritakan semuanya dan Davin hanya tahu kalau papanya berada diluar negeri karena bisnisnya, yang Davin tahu setiap kali mamanya pergi keluar negeri ya untuk menyusul papanya, tapi semua itu semata-mata hanya untuk menutupi semuanya dan Marlin jika pergi keluar negeri hanya pergi berlibur saja, tapi pamitnya pada Davin pergi menyusul papanya.
Itulah alasan Marlin melarang Davin menikah dengan orang miskin, ia takut anaknya akan seperti papanya dan hartanya di ambil begitu saja seperti saat itu.
Bersambung
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia