
Daniel malah kembali terdiam, kenapa ia bisa sebodoh ini melakukan hal seperti ini pada Manda?
"Daniel, kenapa kamu diam saja?" tanya Manda, ia menitikkan air matanya.
"Manda, aku minta maaf. Aku akan bertanggung jawab, kamu jangan kawatir ya!" jawab Daniel dengan pasrah, ia memang sudah salah jadi tidak bisa lagi menghidar dari kesalahan ini.
"Aku tahu Daniel bukan aku yang kamu inginkan, bahkan di setiap perbuatanmu kamu selalu menyebut nama Nara," ujar Manda pada Daniel.
Segila inikah aku karena Nara, Daniel sadarlah karena Nara kamu akhirnya menghancurkan hidup gadis lain, kasian Manda tidak ada angin tidak ada hujan ia menjadi korban kemarahanmu.
"Aku minta maaf Man." Daniel hanya bisa menyesali perbuatannya tadi malam.
"Nikahi aku Daniel!!"
"Kamu sudah merenggut kesucianku."
Manda hanya bisa terus menangis, ia takut kalau ia sampai hamil, jika Daniel tidak mau menikahinya lalu bagaimana nantinya?
__ADS_1
Daniel mengangguk. "Aku akan menikahimu," ujarnya biarpun rasa cinta ada atau tidak, mungkin jika dulu pernah ada sekarang sudah hilang.
Daniel dan Manda mandi secara bergantian, lalu mereka kembali memakai pakaian mereka masing-masing dan keluar dari dalam kamar Manda. Lalu mereka sama-sama menuju ke meja makan untuk sarapan dan di atas meja hanya ada roti tawar dan selai coklat saja. Manda juga membuat susu dua gelas untuk dirinya dan Daniel.
"Manda, kenapa aku bisa ada di Apartemen milikmu?" tanya Daniel cukup bingung.
"Semalam kamu mabuk, lalu aku membawa kamu ke Apartemen aku," jawab Manda dengan jujur.
Daniel hanya mengangguk pelan, ia memakan roti yang sudah di buatkan oleh Manda.
"Kenapa kamu kembali?" tanya Daniel, membuat Manda yang tadinya hendak menyuapkan roti ke dalam mulutnya tidak jadi.
"Kenapa kamu mabuk separah itu?" tanya Manda, ia tahu sekali Daniel bukan orang yang suka mabuk berlebihan.
"Karena seorang wanita," jawab Daniel dan Manda mengangguk paham.
"Wanita itu Nara kan," cetus Manda dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Ternyata di hati Daniel sudah ada wanita lain.
__ADS_1
"Iya wanita itu Nara," pungkas Daniel dengan entengnya.
"Aku tahu karena semalam kamu terus menyebut namanya, apakah kamu begitu mencintai wanita itu?" Manda penasaran, biarpun ada rasa sakit di dalam hatinya tapi Manda bisa apa? Di masa lalu dia lah yang salah karena sudah pergi meninggalkan Daniel begitu saja.
"Aku memang mencintainya tapi dia lebih bahagia dengan laki-laki lain, kalau di tanya apakah aku begitu mencintainya? Mungkin iya, tapi kembali lagi dia tidak mau menerima cintaku," ujar Daniel pada Manda.
Manda mengangguk paham, setidaknya masih ada kesempatan untuk memperbaiki semuanya dan berharap Daniel kembali mencintainya seperti dulu lagi.
****
Persiapan demi persiapan akhirnya selesai juga dari baju pengantin, gedung, catring dan lain-lain. Semua itu sudah lengkap.
Davin dan Nara cukup tenang saat semua urusannya selesai, hari pernikahan mereka juga sudah cukup dekat.
Dan sebelum pernikahan Davin dan Nara, nanti lebih dulu pernikahan Alvian dan Rena, dua sejoli itu sudah menyiapkan semuanya dan tinggal bersanding saja di pelaminan nanti.
Entah akan seperti apa pernikahan Alvian dan Rena? Akankah Laras hadir dan membuat masalah atau dia benar-benar sadar dan memperbaiki dirinya agar lebih baik lagi? Entahlah akan seperti apa nanti?
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia