Cinta Para CEO Tampan

Cinta Para CEO Tampan
Gadis otak udang


__ADS_3

"Ikutlah denganku!" suara laki-laki itu membuat Nara kaget, ternyata laki-laki itu sudah berdiri di belakang Nara, entah dari kapan?


Nara menoleh, entah dia harus senang atau tidak melihat laki-laki yang ada di belakang dirinya?


"Davinnnn......" lirih Nara, dalam hatinya untuk apa Davin disini?


"Iya ini aku, apa kamu terkejut?" tanya Davin biasanya dengan begitu songongnya.


"Kamu, sedang apa disini?" tanya Nara, biarpun Nara kesal tapi ya mau bagaimana lagi inilah Davin, laki-laki yang menyebalkan.


"Tentu saja aku ingin kamu menemaniku makan malam, bukankah tadi siang kamu sudah setuju." Davin mengingat kejadian tadi siang waktu mereka di taman.


Nara mengangguk, entahlah dia harus bahagia atau tidak? Padahal niatnya pulang kerja mau mencari kosan tapi ternyata Davin menyebalkan ini sudah menunggunya dari tadi, jadi Nara juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menuruti apa yang Davin minta yaitu menemani makan malam berdua.


"Aku tahu pasti Laras sudah mengusirmu keluar dari dalam rumahnya," celetuk Davin lalu tiba-tiba Davin mengambil alih koper yang ada di tangan Nara. "Biar aku yang membawanya!" sambung Davin, Nara hanya mengangguk.


Kini mereka berjalan beriringan menuju ke mobil Davin, kali ini Davin tidak bersikap menyebalkan seperti biasanya, bahkan Davin terlihat agak lembut malam ini.


"Masuklah...." Davin membukakan pintu mobilnya untuk Nara, lalu Nara masuk ke dalam mobil. "Apa Davin sudah mulai gila?" batin Nara dalam hatinya.


Davin menutup pintu mobilnya dengan hati-hati, lalu dia membuka pintu mobil belakang dan menaruh koper milik Nara disana.


Kini Davin sudah masuk ke dalam mobil, Davin melihat Nara dengan tatapan lembut, tiba-tiba Davin mendekati Nara membuat jantung Nara berdetak kencang.


"Davin mau apa?" batin Nara dalam hatinya.

__ADS_1


"Tidak usah berpikiran m*s*m! Aku hanya ingin memasangkan sabuk pengaman untuk kamu saja," tandas Davin sambil memasang sabuk pengaman di tubuh Nara.


Ternyata Davin menyebalkan ini bisa juga membaca pikiran m*s*m Nara, Nara hanya diam karena menahan malu.


"Nara, apa jangan-jangan kamu sudah mulai gila karena Davin?" batin Nara dalam hatinya.


Davin menyalakan mesin mobilnya, lalu melajukan mobilnya kesebuah restoran mewah yang tidak terlalu jauh dari cafe milik Alvian.


"Vin, kamu makan sendiri saja ya! Aku malam ini mau mencari tempat tinggal," pinta Nara.


"Sudahlah jangan pikirkan masalah tempat tinggal, aku akan urus semuanya!" Davin menatap Nara dengan tatapan sulit di artikan.


Nara mengangguk, jika terus di lanjutkan maka akan terjadi perdebatan panjang dengan Davin.


Kini mereka berdua masuk ke dalam restoran mewah itu.


"Vin....ada banyak orang....."


"Aku tidak perduli, biarkan mereka melihat kita seperti ini!"


Lagi-lagi Davin bersikap semuanya sendiri, bahkan Davin enggan melepaskan genggaman tangannya dari tangan Nara.


Kini mereka duduk di sebuah meja restoran, mereka juga sudah memesan makanan.


Setelah beberapa lama akhirnya makanan pesanan mereka datang, mereka menikmati makan malam mereka dengan begitu nikmat.

__ADS_1


"Vin, makan disini pasti mahal...." kata Nara dengan suara pelan.


"Tidak usah kawatir, aku tidak akan menyuruhmu membayar tagihannya!" sahut Davin, membuat Nara menatapnya kesal. "Dasar laki-laki sombong, uang orang tua saja di banggakan!" gumam Nara pelan, tapi Davin mendengarnya.


"Jangan sembarangan! Aku bisa menghasilkan banyak uang sendiri," celetuk Davin dan Nara berpikir bagaimana cara Davin mendapatkan uang banyak?


"Dasar gadis otak udang, sudah jangan di pikirkan bagaimana caraku mendapatkan uang!" Davin mengeluarkan dompetnya lalu menaruh beberapa lembar uang di atas meja.


Setelah itu Davin tiba-tiba menarik tangan Nara dengan pelan, karena Nara dari tadi bengong mungkin gara-gara sibuk mikirin kerjaan Davin itu apa?


"Lepaskan aku.....!!!"


Davin tidak melepaskan tangan Nara, bahkan Davin malah mengangkat tubuh Nara hingga sampai di mobil. Sungguh Nara begitu malu lagi-lagi Davin bersikap menyebalkan.


Kini mereka sudah berada di dalam mobil, Nara menatap kesal.


"Kita mau kemana?" tanya Nara, melihat Davin sudah melajukan mobilnya.


"Ke hotel boleh? Tapi satu kamar berdua," goda Davin membuat Nara langsung melotot.


"Davinnnn.....!!!!"


Davin hanya tersenyum kecil, entah malam ini Davin menyebalkan ini mau membawa Nara kemana?


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2