Cinta Para CEO Tampan

Cinta Para CEO Tampan
Rasa kesal Laras


__ADS_3

Davin terdiam seketika dia mengingat wanita yang saat ini masih ada di dalam hatinya.


"Monic, bagaimana kabarmu?"


"Apa kamu masih mengingatku?"


"Aku sangat merindukanmu, aku berusaha melupakan kamu tapi sampai saat ini masih belum bisa."


Seketika Davin mengingat kenangan indah saat bersama Monica yang tidak lain adalah cinta di masa lalunya, yang sudah entah pergi kemana? Dan tidak pernah ada kabar sama sekali, kadang Davin ingin sekali bertemu dengan Monica tapi Davin tidak tahu dimana dia harus menemuinya?


Davin menghela nafas berat, lalu dia beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju ke kamarnya.


Sesampainya di kamar Davin merebahkan tubuhnya, hatinya saat ini sulit di artikan, tiba-tiba terus teringat dengan Monica.


"Vin, lupakan dia! Bukankah dia sudah tidak tahu kemana?"


"Untuk apa juga kamu mengingatnya? Bukalah hatimu untuk gadis lain!"


Hati Davin berbicara, sungguh lelah malam ini hati dan pikiran Davin saling berperang satu sama lain hingga beberapa lama akhirnya Davin terlelap tidur.


*****


Pagi menunjukkan pukul 7, Davin sudah rapi, lalu dia keluar dari dalam kamarnya menuju ke ruang makan.


Diruang makan sudah ada Marlin yang tidak lain adalah mamanya.


"Selamat pagi mama....?" sapa Davin sambil tersenyum, lalu memberikan ciuman hangat di pipi sang mama.

__ADS_1


Marlin menatap Davin kesal tapi Davin malah membalas tatapan kesal sang mama dengan senyuman yang begitu manis.


"Mama, jangan menatap Davin seperti itu, sungguh itu membuat Davin takut," canda Davin dengan jail.


"Vin, menikahlah! Kenapa kamu tidak mau menikah? Apa perlu mama carikan jodoh lagi, pusing mama kalau setiap hari kamu hanya keluyuran tidak jelas," celoteh Marlin pada putra kesayangannya itu.


Kalau sudah mendengar perkataan mencari jodoh, rasanya Davin ingin kabur dari sang mama.


"Mama, Davin belum mau menikah." Jawab Davin, agak males jika membahas masalah pernikahan.


Marlin menghela nafas kesal, selalu saja Davin menolak untuk menikah.


"Iya sudah terserah kamu saja!" sahut Marlin, dan dia lebih melanjutkan sarapannya.


Davin juga menikmati sarapannya tapi kali ini sarapannya dengan malas.


"Mama, kenapa harus selalu membahas masalah pernikahan?" batin Davin dalam hatinya.


"Mama pergi arisan."


"Ingat mama mau cari calon mantu yang cocok untuk kamu."


"Biar kamu tidak lontang-lantung tidak jelas, setidaknya kalau kamu sudah punya istri pasti kamu akan berpikir dewasa, kamu juga tidak akan mabuk-mabukan lagi."


Celoteh Marlin sebelum pergi meninggalkan Davin yang masih duduk di meja makan sambil menikmati sarapannya.


Setelah berceloteh panjang lebar Marlin langsung pergi begitu saja.

__ADS_1


Setelah mamanya pergi Davin beranjak dari tempat duduknya, lalu dia keluar dari rumah. Davin menaiki mobilnya, entah dia mau pergi kemana hari ini?


*****


Di rumah Laras, Laras terlihat kesal karena kedatangan Nara ketiga sahabat laki-lakinya selalu saja berpihak pada Nara.


Bahkan menurut Laras sekarang perhatian ketiga sahabatnya itu juga hanya tertuju pada Nara, padahal dulu sebelum Nara datang Laras selalu menjadi ratu jika berada di tengah-tengah mereka tapi sekarang Laras malah bagaikan musuh bagi mereka.


"Nara, kamu membuat Alvian, Davin dan Daniel menjadi jauh dariku."


"Rasanya aku kesal dan sangat menyesal sudah menerima datang kesini, sekarang aku jadi jauh dari Daniel."


Laras mengoceh sendirian sambil memikirkan haruskah dia menyingkirkan Nara agar tidak menganggu kehidupan dan asmara nya dengan Daniel?


Laras meraih ponselnya yang ada di atas nakas dekat tempat tidurnya, lalu Laras menekan no ponsel Daniel.


"Aku harus menelpon Daniel," gumam Laras pelan.


Akhirnya Laras menelpon Daniel berharap Daniel mengangkat telpon dari dirinya.


Daniel yang sedang duduk sambil menikmati teh dan cemilan dia melihat ponselnya, lalu dia melihat Laras yang menelpon.


"Laras.....!!"


"Haruskah aku mengangkat telpon dari Laras?"


Daniel terlihat kesal, dia juga bingung mau mengangkat telpon dari Laras atau tidak usah?

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2