Cinta Para CEO Tampan

Cinta Para CEO Tampan
Terimakasih Davin


__ADS_3

Kini Davin kembali melajukan mobilnya, entah dia mau mengajak Nara kemana lagi?


Davin menghentikan mobilnya tepat di depan salon elit yang biasa orang-orang kaya datang ke salon itu, Nara ternganga tidak percaya.


"Vin, ini tempat apa?" tanya Nara, mengingat di kampung halamannya tidak ada tempat semewah seperti yang ada di hadapannya ini.


"Ini tempat untuk merubah bebek jelek menjadi anggsa cantik," jawab Davin. Tanpa izin dari Nara, Davin tiba-tiba meraih tangan Nara lalu mengandengnya dengan mesra.


"Lepas tanganku...!!"


"Banyak orang yang melihat kita."


"Aku tidak enak, lihat tatapan mata mereka terlihat ganas-ganas."


Nara berusaha melepaskan tangan dari genggaman tangan Davin tapi Davin malah mempererat genggaman tangannya.


"Tetaplah tenang! biarkan orang-orang melihat kita, anggap saja mereka iri dengan kemesraan kita," cibir Davin. Sungguh Nara rasanya kesal sekali, Davin ini masih sempat-sempatnya dia bercanda.


"Kemesraan, ingat kita hanya pacaran pura-pura!" sahut Nara, lalu dengan kasar Nara melepaskan tangannya dari tangan Davin hingga tangannya terlepas.


"Dasar gadis otak udang...."


Nara sudah berjalan di depan Davin, Davin berjalan di belakang Nara jaraknya juga tidak jauh dari Nara.


Kini sesampainya di dalam salon itu, Nara dan Davin langsung di sambut dengan baik oleh para pegawai salon.

__ADS_1


"Silahkan tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu pegawai salon pada Davin.


"Tampan sekali tuan ini tapi sayangnya gadis yang di sebelah ini terlihat tidak cocok berada di sampingnya," batin sang pegawai salon.


"Nona, saya minta buat gadis ini menjadi secantik mungkin!" jawab Davin dengan tegas.


"Baik Tuan," jawab sang pegawai itu.


Kini Davin duduk di sebuah sofa sambil menunggu Nara, yang sedang dirubah menjadi cantik.


Nara mendengus kesal, kenapa Davin ini selalu berbuat semaunya sendiri?


Detik demi detik berlalu, jarum jam terus berputar, hingga beberapa jam kemudian akhirnya Nara selesai dibuat cantik, kini Nara keluar dengan gaun berwarna putih tulang, riasan yang cukup natural dan rambut panjangnya di buat lurus dan di pasang hiasan rambut yang begitu cantik, sungguh Nara menjadi sangat cantik beda sekali dengan Nara yang kampungan.


"Bagaimana tuan?" tanya pegawai salon.


"Lumayanlah," jawab Davin cuek.


Nara membulatkan matanya."Apa-apaan dia ini? Aku sudah sangat cantik seperti ini tapi dia bilang lumayan," gumam Nara dalam hatinya.


Kini setelah selesai Davin langsung pergi ke kasir untuk melakukan pembayaran dan tentu saja untuk membuat Nara secantik ini tidaklah murah. Tapi tidak apa-apa yang penting Nara tidak berpenampilan kampungan lagi.


Kini setelah semuanya selesai, Davin dan Nara kembali naik ke dalam mobil, Davin menyalakan mesin mobilnya lalu melajukan mobilnya menuju ke Apartemennya.


Di dalam mobil Nara tampak bingung sedangkan Davin terus fokus menyetir sambil melihat jalanan yang agak macet.

__ADS_1


"Vin...." panggil Nara.


"Apa?" jawab Davin cuek.


"Terimakasih, untuk semuanya," kata Nara dengan nada lembut.


"Sama-sama," lagi-lagi Davin menjawabnya cuek. "Gadis kampung ini menjadi sangat cantik, ingat Davin jangan pernah jatuh cinta pada gadis ini, ingat di hatimu hanya ada Monica," batin Davin dalam hatinya.


Nara kembali terdiam, kali ini Nara melihat Davin tidak seperti biasanya yang selalu bersikap menyebalkan, tapi kali ini Davin malah bersikap cuek.


Sesampainya di Apartemen, Davin turun lebih dulu dari dalam mobilnya, lalu membukakan pintu mobilnya untuk Nara.


Kini Davin mengantarkan Nara sampai Apartemen, bahkan Davin juga membantu membawakan belanjaan Nara.


Sesampainya di Apartemen, Davin tidak masuk dia hanya sampai di depan pintu saja.


"Davin, jangan lupa kamu baca surat perjanjian yang aku berikan!" pinta Nara sebelum Davin berlalu pergi.


"Akan aku baca setelah sampai rumah nanti, kamu masuklah dan istirahat!" jawab Davin dan dia langsung berlalu pergi.


Nara masuk ke dalam Apartemen, sedangkan Davin langsung pergi menuju mobilnya untuk segera pulang ke rumah jika tidak maka sang mama kesayangan akan kembali mengomel pada dirinya.


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2