Cinta Para CEO Tampan

Cinta Para CEO Tampan
Gandengan seperti truk


__ADS_3

Malam menunjukkan pukul 7 malam, Nara dan Davin sama-sama baru selesai dengan pekerjaan mereka.


Nara dan Davin bergegas pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaian biasa dan menaruh pakaian kerja mereka di loker.


Setelah berganti pakaian, secara tidak sengaja Davin dan Nara secara bersamaan keluar dari ruangan ganti, mereka pun saling terkejut satu sama lain, tempat ganti pakaian yang saling berhadapan membuat Davin dan Nara itu mudah sekali untuk bertemu.


"Sudah selesai sayang?" tanya Davin dengan sebutan sayang, sungguh ini membuat Nara ingin muntah. "Apaan sih, sayang-sayang?" celetuk Nara dengan malas.


Davin menatap Nara kesal, lalu tanpa permisi ia meraih tangan mulus Nara, lalu mengegam tangan Nara dengan lembut.


"Kamu lupa, kalau kita sudah jadian beberapa jam yang lalu?" tanya Davin di telinga Nara.


"Atau aku harus menciummu lagi, agar kamu ingat semuanya?" sambung Davin dengan nada menggoda.


Seketika Nara menggelidik jijik, Davin ini apa-apaan? Sungguh Davin memang sudah benar-benar tidak waras lagi.


"Otakku masih sehat..." tandas Nara.


"Baguslah, ayo sekarang kita pulang!" sahut Davin, dengan senang hati Davin terus mengandeng tangan Nara dengan mesra, bahkan ia tidak mau melepaskan tangan Nara.


Nara menggeleng kesal. "Vin, haruskah kita terus bergandengan? Nanti orang mengira kita itu truk gandeng," tanya Nara dengan malas.

__ADS_1


"Biarkan saja! Anggaplah yang lain ngotrak!" sahut Davin, yang semakin mempererat genggaman tangannya.


Sungguh bergandengan ini membuat Nara tidak nyaman, mungkin karena Nara masih kesal pada Davin yang tiba-tiba menjadikan dirinya kekasihnya.


Akhirnya Nara memilih diam dan ia mengikuti langkah kaki Davin dengan baik, baginya percuma berdebat dengan Davin itu tidak akan ada habisnya.


Sesampainya di depan cafe Alvian dan Daniel sudah sama-sama berdiri menunggu mereka.


"Nara..." panggil Daniel dengan nada lembut, seketika Davin menatap Davin dengan sorot mata macannya.


"Ada apa Nil?" bukannya Nara yang menjawab, malah Davin yang menjawab panggilan Daniel.


Daniel memilih cuek pada Davin, matanya terus menatap Nara dengan sorot mata begitu dalam. Nara tersenyum kecil, betapa ademnya hatinya saat melihat sorot mata Daniel.


Alvian hanya berdiri sambil melipat kedua tangannya ke dada, ia memilih diam saja selama tidak terjadi baku hantam, Alvian akan tetap diam dan membiarkan kedua sahabatnya bersaing secara sehat.


"Tahu jelas-jelas aku panggilnya Nara, kenapa kamu yang nyahutin sin Vin?" cibir Daniel, ia merasa kesal pada Davin.


"Untuk apa kamu panggil-panggil Nara? Jelas-jelas disini ada kekasihnya!" tanya Davin, tatapan matanya begitu tegas, seolah-olah tidak rela jika Daniel terus menganggu Nara, yang saat ini sudah menjadi kekasihnya.


"Baru jadian saja sombong, lagian Nara juga aku rasa tidak senang jika menjadi kekasihmu Vin," ujar Daniel dengan senyum meremehkan pada Davin.

__ADS_1


Seketika Davin memperat genggam tangan Nara, lalu satu tangannya lagi sudah mengepal sempurna dan rasanya ingin sekali melayangkan pukulan pada Daniel.


Alvian yang sadar akan hal itu, ia langsung menghela nafas pelan.


"Vin, ayo kita pulang! Sudah malam, Nara juga tampaknya sudah lelah," kata Alvian dengan lembut pada Davin.


"Daniel, jangan macam-macam kamu pada kekasihku!" tandas Davin sebelum masuk ke dalam mobil Alvian.


Davin langsung mengajak Nara masuk ke dalam mobil Alvian, rasanya tidak rela sekali jika Daniel terlalu lama menatap Nara, ingin sekali mencolok kedua mata Daniel jika Daniel terus menatap Nara dengan tatapan yang cukup lama.


Setelah Nara dan Davin masuk ke dalam mobil, Alvian melihat Daniel yang masih berdiri tegak.


"Nil, pulanglah sudah malam!" kata Alvian sebelum masuk ke dalam mobilnya.


Daniel hanya diam, hatinya saat ini sedang berperang dengan dirinya sendiri.


Alvian masuk ke dalam mobilnya, ia menyalakan mesin mobilnya dan memilih buru-buru pulang karena takut terjadi baku hantam antara kedua sahabatnya itu, sungguh Alvian tidak mau kalau itu sampai terjadi.


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia

__ADS_1


__ADS_2