Cinta Para CEO Tampan

Cinta Para CEO Tampan
Tidak sudih punya mantu miskin


__ADS_3

"Mama...."


Akankah Marlin memberikan restu untuk dua sejoli itu?


"Mama tidak akan memberikan restu pada kalian Vin, mama lebih setuju kamu dengan Sintia. Sudahlah Vin, kamu lupakan gadis miskin ini!" kata Marlin, tatapan matanya begitu tegas pada Davin.


"Kamu ingat Monica, gadis itu pergi meninggalkanmu begitu saja, karena gadis itu miskin, lalu ia pergi meninggalkanmu dengan alasan ingin mengejar cita-citanya. Itu hanya kebohongan dia saja Vin, tapi mama yang menyuruhnya pergi meninggalkanmu," lanjut Marlin dengan lantang.


Flashback


Beberapa tahun lalu saat Monica pergi meninggalkan Davin.


Mengingat Monica, seorang gadis di masa lalu Davin dulu, seketika Davin merasa lemas, ia dulu hanya tahu kalau Monica meninggalkan dirinya tanpa pamit, dulu Monica hanya mengatakan pada Davin kalau cita-citanya lebih penting, lalu Monica pergi begitu saja entah kemana? Davin pun tidak tahu, Davin sudah pernah mencari tahu namun cukup lelah karena tak kunjung menemukannya, akhirnya Davin berusaha menunggunya, namun seiring berjalannya waktu Monica tidak kunjung kembali juga dan tidak ada kabar sama sekali.


Hingga akhirnya Davin perlahan-lahan melupakan gadis cantik itu, dan di saat bertemu dengan Nara, Davin mulai move on hingga akhirnya Davin memilih melabuhkan cintanya pada Kirana Intan Pertama, gadis kampung yang miskin.


Entahlah Davin ini anak orang kaya raya bahkan gadis-gadis cantik dari kalangan sosialita banyak yang mengantri, tapi Davin berulang kali mencintai gadis dari kalangan orang miskin yang membuat mamanya selalu menentang hubungan Davin dan melakukan apa saja agar gadis miskin yang ada di samping Davin pergi meninggalkan Davin.


Marlin selalu berpikiran kalau orang dari kalangan miskin, itu hanya ingin hartanya saja jadi ada baiknya di pisahkan secepatnya.


Saat itu Davin merasa sakit hati waktu Monica pergi meninggalkannya begitu saja, hatinya begitu sakit. Namun ia tidak tahu kalau selama ini, itu semua sengaja di lakukan oleh mamanya sendiri.


Sebelum akhirnya Monica pergi meninggalkan Davin entah kemana perginya? Memang Marlin dengan sengaja meminta bertemu dengan Monica.

__ADS_1


"Ini cek nilai 1 miliar, tinggalkan Davin!" Marlin memberikan sebuah cek pada Monica, dengan menahan rasa kesalnya Monica menerima cek itu.


"Maaf tante, aku tidak mau menerima cek ini, karena aku cinta dengan Davin tulus," saat itu Monica berusaha menolak cek pemberian dari Marlin dengan sopan.


Namun Marlin malah membalasnya dengan senyuman meremehkan pada Monica.


"Sudahlah, aku tahu kamu sedang membutuhkan uang itu, ibumu sedang sakit di rumah sakit dan dia harus segera di operasi. Jika kamu tidak mau menerima uang ini, maka ibumu akan mati sia-sia hanya karena cinta konyolmu pada anakku," ujar Marlin dengan hinaan.


Marlin memang cerdik ia sudah lebih dulu mencari tahu kelemahan Monica, karena sampai kapanpun Marlin tidak akan sudih mendapatkan menantu dari kalangan orang miskin, aku tidak level dengan mereka.


Saat itu Monica hanya terdiam, ia membayangkan ibunya yang sedang sakit dan benar saat ini dirinya sedang membutuhkan biaya yang cukup besar untuk pengobatan ibunya.


"Sudahlah, jangan jadi anak durhaka! Uang 1 miliar cuma-cuma, syaratnya kamu hanya perlu meninggalkan Davin. Dan jangan pernah kembali padanya lagi, untuk pengobatan ibumu juga nanti di lanjutkan di luar negeri dan aku akan mencarikan Dokter yang terbaik," hardik Marlin dengan begitu sombong.


Monica hanya bisa menangis, nasib menjadi orang miskin memang sering kali dihina. Sabar Monica.


"Baiklah, ini cek untuk kamu, untuk pengobatan aku akan urus sampai ibumu sembuh. Ingat jangan pernah muncul lagi di kehidupan Davin, katakan padanya kalau kamu tidak mencintainya dan kamu lebih mencintai cita-citamu," titah Marlin dengan tegas.


Monica mengangguk, saat urusannya selesai dengan Monica, Marlin langsung pergi meninggalkan Monica.


Setelah kejadian itu Marlin lebih dulu memindahkan ibunya Monica ke rumah sakit di luar negeri sana, tentunya Davin juga tidak tahu kalau ibunya Monica sakit, karena Monica tidak pernah menceritakan tentang ibunya yang sedang sakit.


Setelah semua urusannya selesai, Monica baru pergi menyusul keluar negeri dan seperti apa yang di perintahkan oleh Marlin, Monica mengatakan pada Davin kalau dia ingin mengejar cita-citanya dan jangan pernah menunggunya untuk kembali, karena aku tidak akan kembali.

__ADS_1


Setelah kejadian itu Davin terus-terusan merasa sedih, bahkan ia sering kali mabuk-mabukan dan jarang pulang ke rumah.


Namun semuanya berubah ketika Davin bertemu dengan Nara, sekarang Davin sudah berubah jauh lebih baik.


Of Flashback


"Mama sungguh kejam!!" seru Kevin dengan lantang kedua tangannya mengepal sempurna, sorot matanya begitu berapi-api dikuasai dengan amarah yang begitu besar.


"Vin, sampai kapanpun mama tidak mau punya menantu orang miskin," tegas Marlin dengan suara lantang juga.


Nara terus memegang tangan Davin, ia kawatir Davin akan melakukan hal yang tidak diinginkan.


"Memangnya apa salahnya orang miskin, bi?" tanya Nara dengan tegas. "Ingat Tuhan itu bisa mengambil apa yang anda miliki kapan saja, jadi jangan terlalu sombong!" titah Nara dengan nada lembut tapi menekan.


"Heeh kamu berani mengguruiku, memangnya kamu siapa?" sentak Marlin dengan sorot mata merah padam.


"Mama, dia adalah....!!"


"Dia adalah siapa?" Potong Marlin dengan lantang.


"Dia adalah calon istriku, karena aku tidak mau ada Monica yang kedua di dunia ini." Jawab Davin dengan begitu tegas di hadapan mamanya.


Seketika Marlin terdiam karena tidak percaya dengan apa yang dia dengar.

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2