
Davin menghela nafas kesal, sungguh Sita itu membuatnya kesal belum juga menyelesaikan perkataannya ini sudah di potong begitu saja.
"Aku....."
"Aku apa?" sambung Sita lagi.
"Aku sudah punya kekasih," jawab Davin dengan sorot mata tajam.
"Haahh kekasih?! Tunggu Tante Marlin bilang kamu belum punya pacar, aku yakin ini hanya kebohongan kamu saja." Sita tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Davin.
"Terserah kamu saja! Yang jelas aku terlalu muak dengan kencan buta yang tidak jelas seperti ini," jawab Davin raut wajahnya terlihat begitu cuek.
Davin tiba-tiba beranjak dari tempat duduknya membuat Sita menatapnya dengan tatapan bingung. "Mau kemana dia?" gumam Sita lirih.
"Tentu saja menemui kekasihku!" sahut Davin yang ternyata mendengar gumaman Sita.
Tanpa berbicara lebih dengan Sita, Davin langsung pergi begitu saja. Sungguh rasanya Sita sangat marah sekali, dirinya merasa sudah dihina oleh Davin mentah-mentah.
"Tante Marlin, tante sudah berbohong denganku."
"Aku harus bertemu dengan Tante Marlin, aku harus bertanya apakah benar Davin sudah punya kekasih?"
Sita langsung bergegas pergi dari restoran itu begitu saja dan tidak lupa meninggalkan uang untuk membayar makanan dirinya dan Davin.
__ADS_1
Sita langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah Marlin, rasanya tidak sabar ingin bertemu dengan Marlin.
*****
Sedangkan Davin langsung pergi menuju ke cafe milik Alvian untuk bertemu dengan Nara yang tidak lain adalah pacar pura-puranya.
"Kemana gadis kampung ini, aku telpon tidak di angkat, aku kirim pesan tidak di balas, apa dia lupa kalau dia itu pacar pura-puraku? tapi di saat aku membutuhkannya untuk membasmi lalat gatal, dia malah entah kemana?" Davin terus mengoceh sambil menyetir, rasanya kesal sekali dengan Nara dan ingin cepat-cepat bertemu dengan Nara.
"Nara, awas saja jika nanti aku bertemu denganmu!"
"Aku pasti akan menyentil jidatmu....!!"
Davin terus melajukan mobilnya menuju ke cafe Alvian, setelah menempuh perjalanan beberapa lama akhirnya Davin sampai di depan cafe milik Alvian.
Davin turun dari dalam mobil, lalu dia langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam cafe. Mata Davin mencari-cari sosok Nara, hingga akhirnya mata Davin membulat sempurna melihat Nara sedang duduk berdua dengan seorang laki-laki.
"Nara, kamu malah asik-asikan bersama Daniel," sambung Davin dan raut wajahnya seketika menjadi kesal.
Daniel yang pagi-pagi merasa kesal karena Laras pagi-pagi sekali sudah datang untuk menganggunya, akhirnya setelah Laras pulang Daniel langsung pergi ke cafe milik Alvian untuk bertemu dengan Nara yang beberapa hari ini selalu Daniel rindukan.
Daniel terlihat begitu hangat saat bersama Nara, mereka menikmati makanan berdua dengan begitu nikmat, bahkan Daniel beberapa kali curi-curi pandang akan kecantikan Nara dan tentunya Nara sudah tidak sekampungan dulu, karena Davin sudah merubahnya menjadi gadis cantik yang natural.
"Semakin kesini, Nara semakin cantik," gumam Daniel dengan suara lirih.
__ADS_1
"Kak Daniel, bilang apa?" tanya Nara yang ternyata mendengar gumaman Daniel.
"Tidak Nara, aku hanya suka sekali menikmati makanan berdua dengan kamu," jawab Daniel, terlihat Daniel sangat gugup.
Nara tersenyum begitu manis, aish seketika hati Daniel meronta-ronta, andai Nara ini kekasihnya pasti Daniel akan mencium pipi Nara dengan gemas, sayangnya Daniel belum berani mengungkapkan perasaannya pada Nara.
"Cie lagi berduaan."
"Pantesan saja tidak...."
Suara itu terdengar agak menekan, tentunya Nara juga sangat hafal kalau itu adalah suara Davin yang menyebalkan.
"Davin......pantasan tidak apa?" Nara menatap Davin kesal, tapi Davin malah sudah duduk di dekat Daniel sambil menatap Daniel dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Apakah kamu bahagia Niel?" tanya Davin, membuat Laras menatapnya bingung.
"Apa sih, datang-datang nanya bahagia apa tidak? Kenapa cecungguk ini?" batin Nara dalam hatinya.
"Bahagialah, bisa makan ditemani gadis secantik Nara," jawab Daniel sambil tersenyum pada Nara.
Seketika Davin menatap Daniel dengan tatapan sengit.
"Nara, ayo kita bicara....!!!"
__ADS_1
Bersambung
terimakasih para pembaca setia