
Laras masih diam sambil ngedumel tidak jelas, sedangkan Davin, Nara dan Alvian, mereka asik menikmati makan siang mereka bersama-sama.
"Al, kamu mau tidak aku kenalkan dengan seorang gadis, dia cantik tapi mulutnya sangat bawel sekali," ujar Davin pada Alvian.
"Boleh Vin, yang penting gadis itu tidak mengabaikan perasaanku, dan menghargai aku," sahut Alvian sambil menikmati makanan dengan lahap.
Dari dalam hati Alvian yang paling dalam, ia mengatakan hal seperti itu karena sengaja menyindir Laras, agar Laras tidak sewenang-wenang lagi pada dirinya, Alvian juga ingin move on dari Laras dan membuka lembaran baru dengan gadis lain, ya siapa tahu gadis yang di kenalkan oleh Davin nanti cocok dengan dirinya?
"Yang ini pasti tidak akan, percaya deh sama aku!" kata Davin dengan cukup yakin, kali ini Davin terlihat cukup serius.
"Baiklah, lagian untuk apa aku terus memikirkan gadis yang tidak pernah perduli dengan perasaanku, bahkan dia terlalu egois dan sudahlah seperti apa ceritanya kalian juga tahu kan," dengan sengaja Alvian kembali menyindir Laras secara halus.
Laras terlihat begitu geram, kedua tangannya sudah mengepal dengan sempurna dan ingin sekali melayangkan tonjokan pada Alvian dan yang lainnya.
"Sindir saja terus," cetus Laras kesal.
__ADS_1
"Eh ada yang merasa tersindir, kirain aku tidak sadar, ternyata dia masih punya perasaan juga," sahut Alvian dengan nada agak menekan.
Nara hanya diam, ia ingin berbicara, namun takut salah.
"Sudahlah Al, kita makan saja! Biar kenyang, lalu nanti malam aku bawa kamu bertemu dengan temanku itu," kata Davin dan Alvian mengangguk semangat.
"Siap Vin, pokoknya aku percaya gadis pilihanmu itu pasti baguslah," dengan tatapan serius pada Davin, Alvian tertawa kecil.
Laras yang semakin kesal karena dari tadi tidak di perdulikan sama sekali, bahkan di ruangan kerja Alvian, Laras bagaikan tamu yang tidak di anggap, tapikan memang kedatangan Laras itu tidak di harapkan sama sekali oleh mereka bertiga.
"Dasar Alvian brengsek," kata Laras seraya berjalan meninggalkan cafe milik Alvian.
"Baiklah Nar, kamu sudah merebut posisiku, bahkan kamu sudah mengambil alih ketiga sahabatku, kamu ambil alih perhatiannya dan mereka sekarang tidak ada yang berpihak lagi padaku," lanjut Laras yang rasa kesalnya semakin jadi.
Laras menaiki mobilnya dan ia melajukan mobilnya pergi dari parkiran cafe milik Alvian, kini Laras berharap di sambut baik oleh Alvian namun ternyata harapannya salah, karena Al yang sekarang bukanlah Alvian yang dulu ia kenal.
__ADS_1
*
*
*
Alvian menghentikan makannya, membuat Nara dan Davin menatap Alvian secara bersamaan dengan tatapan penuh rasa kawatir.
"Al, apa kamu baik-baik saja?" tanya Davin, dengan penuh perhatian Davin tahu apa yang dirasakan oleh Alvian saat ini, sudah susah-susah move on dan tiba-tiba Laras muncul kembali, Davin yakin itu tidaklah mudah untuk Alvian.
Alvian mengangguk pelan, dalam hatinya ia harus tetap move on!!
"Sudahlah tidak usah galau, nanti malam datanglah ke restoran cina, aku kenalkan kamu dengan temanku!" tutur Davin, rasanya tidak tega jika melihat Alvian galau, apalagi dulu Alvian sempat di rawat dirumah sakit saat Alvian benar-benar frustasi di buat oleh Laras, Davin tidak mau kalau itu sampai terjadi lagi.
Davin, Nara dan Alvian menyelesaikan makan siang mereka, setelah selesai, mereka kembali sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
__ADS_1
Bersambung