Cinta Para CEO Tampan

Cinta Para CEO Tampan
Alvian dan Laras


__ADS_3

Kini tinggal Nara dan Davin di bar itu, membuat Nara terlihat canggung dan Davin hanya diam sambil menikmati minumannya.


Saat itu di situ hanya ada keheningan di antara mereka berdua.


"Jangan minum terlalu banyak!" Pinta Nara, dia melihat Davin minum beberapa gelas.


"Tidak usah kawatir, kalau aku tidak bisa menyetir tinggal telpon supir saja!" Jawab Davin dengan tatapan sinis.


Nara hanya mengangguk percuma jika dia berdebat dengan Davin. Pasti dia tidak akan menang, yang ada malah buat Nara pusing enam keliling.


Nara hanya diam, kini dia hanya menikmati jus jeruk dan cemilan yang ada di atas meja.


*****


Di sebuah restoran mewah, Alvian dan Laras sedang makan malam berdua, buat orang-orang yang tidak tahu pasti akan mengira mereka ini adalah sepasang kekasih, apalagi mereka terlihat begitu serasi.


Laras menikmati makanannya dengan penuh nikmat, Alvian terus curi-curi pandang pada Laras tanpa sepengetahuan dari Laras.


"Dia adalah gadis aku sukai selama ini, tapi ternyata dia suka dengan sahabatku." Batin Alvian di dalam hatinya.


"Laras, kamu suka dengan makanannya?" Tanya Alvian, melihat Laras makan dengan lahap membuat Alvian merasa sangat senang.


"Suka, terimakasih ya Al. Sering-seringlah ajak aku makan seperti ini." Jawab Laras sambil bercanda, tapi Alvian merasa senang dalam hatinya.


Alvian tersenyum pada Laras, apalagi malam ini Laras begitu pada dirinya. Laras yang biasanya begitu jutek, malam ini dia terlihat anggun dan sangat cantik. Bahkan malam ini Laras tidak bersikap jutek pada Alvian. Membuat Alvian semakin terpesona dengan kecantikan Laras.

__ADS_1


"Iya, kalau kamu mau pasti aku akan sering-sering mengajakmu Ras," kata Alvian.


Kini mereka menikmati makan malam dengan begitu romantis dan tidak ada perdebatan sama sekali di antar mereka.


Setelah makan malam, Alvian tidak langsung mengantarkan Laras pulang. Tapi dia malam ini mengajak Laras nonton berdua, sungguh karena ada kesempatan makanya Alvian memanfaaatkan malam ini untuk berusaha lebih dekat dengan Laras.


*****


Satu jam telah berlalu, Nara mulai bosan dengan suasana di dalam bar itu, apalagi dari tadi Davin hanya minum dan mengabaikan Nara begitu saja.


"Aish sampai kapan aku harus berduaan dengan laki-laki sombong ini?" Batin Nara dalam hatinya.


Nara saja merasa tidak enak, akhirnya Nara beranjak dari tempat duduknya. Membuat Davin menatapnya dengan tatapan kasar, kini matanya membulat sempurna.


Nara yang hampir melangkahkan kakinya, dia menoleh ke arah Davin, kini dia juga menatap Davin dengan tatapan kesal.


"Aku mau pulang, aku tidak mau menemani laki-laki yang tidak jelas seperti kamu, apaan kamu di suruh nganterin aku pulang, tapi kamu malam minum." Jawab Nara, dia tidak kalah ketus pada Davin.


Davin mendengus kesal, dia beranjak dari tempat duduknya dengan kasar.


"Ohhh...jadi gadis udik ini minta di anterin pulang, aish Laras haruskah aku mengantar gadis udik pulang," kata Davin yang sudah terpengaruh dengan alkohol.


Nara hanya diam, rasanya kesal pada Davin tapi Nara bisa apa?


"Jika kamu tidak mau mengantarkan aku pulang, aku bisa pulang sendiri!" Sentak Nara, dia berlalu pergi dari hadapan Davin.

__ADS_1


Sambil berjalan agak sempoyongan, Davin mengejar Nara. "Hey gadis udik, jangan pulang dulu! Ayo aku antar, atau Laras akan marah padaku," kata Davin dengan keadaan mabuk. Davin terus mengikuti Nara di belakang Nara.


"Gadis udik...."


"Kamu malam ini berdandan cantik, apa kamu berharap seorang bebek jelek menjadi angsa cantik?"


"Aish...kamu jangan berhayal!"


Davin mengoceh tidak jelas, tapi Nara hanya hanya diam dan membiarkan Davin begitu saja.


"Dasar orang gila!"


"Brukkkkk......!!!!" Sesampainya di luar bar, Davin terjatuh membuat Nara agak panik.


"Davin....kamu tidak apa-apa?" Seorang laki-laki itu berlari untuk menolong Davin yang kini jatuh di luar bar.


Nara menghampiri Davin, dia hendak menolong Davin untuk memapah Davin jalan. Tapi tiba-tiba ada tangan kekar, yang sudah dulu mengangkat tubuh Davin.


Nara melihat laki-laki itu, tatapan matanya membulat sempurna dia agak terkejut.


Entah siapa yang Nara lihat?


BERSAMBUNG 🤗


Terimakasih para pembaca setia 🙏

__ADS_1


__ADS_2