
"Tidak ada, jika kamu di antar oleh Daniel maka akan terjadi perang dunia untuk selanjutnya." Kata Davin mengingatkan Nara.
Seketika Nara mengingat kata-kata Laras dan akhirnya Nara setuju di antar pulang oleh Davin.
Kini di perjalanan pulang, Nara lebih banyak diam membuat Davin juga merasa canggung.
"Apa kamu menyukai di antara mereka berdua?" tanya Davin, membuat Nara bingung siapa yang di maksud oleh Davin ini?
Nara sekilas menoleh ke arah Davin "Maksudnya mereka siapa?" tanya Nara dengan kepolosannya.
"Alvian dan Daniel," jawab Davin sambil fokus menyetir.
Seketika Nara terdiam, dia memang menyukai Daniel yang begitu lemah lembut dan begitu perhatian, pastilah sebagai seorang gadis akan tertarik dengan laki-laki sebaik Daniel.
Tapi sayangnya Laras yang tidak lain adalah sahabatnya dia juga menyukai Daniel, Nara juga merasa tidak enak jika harus berebut laki-laki dengan Laras.
Nara sadarlah hidupnya yang cuma numpang di rumah Laras, itu membuat Nara juga tidak bisa berbuat banyak dan mungkin harus lebih sering mengalah pada Laras.
"Tidak ada yang aku suka, lagian kamu kepo banget." Jawab Nara, dia malah menatap kesal Davin.
"Baguslah," sahut Davin malas. Tapi entah apa artinya dari jawaban Davin itu.
Davin kembali fokus menyetir sedangkan Nara memilih diam sambil melihat indahnya pemandangan jalan yang lumayan macet.
Alvian dan Daniel sama-sama dia tapi mereka saling menatap satu sama lain.
Tatapan Alvian terlihat begitu marah pada Daniel, mungkin mengingat kejadian waktu Daniel menjemput Laras padahal jelas itu sebuah kesalahan pahaman tapi Alvian tidak mau tahu dan dia juga tidak mau bertanya pada Daniel, apa yang sebenarnya terjadi?
__ADS_1
"Davin dan Nara, mana?" tanya Alvian karena melihat Daniel hanya sendirian menjaganya.
"Davin mengantarkan Nara pulang," jawab Daniel sambil melihat Alvian.
Alvian mengangguk dia kembali terdiam, Alvian melihat kearah pintu tapi Laras tidak kunjung datang. "Apa tidak ada yang memberitahu Laras kalau aku sedang sakit?" batin Alvian dalam hatinya.
Padahal Daniel dan Davin memang sengaja tidak memberitahu Laras kalau Alvian sedang sakit.
Selain menghindari kesalahpahaman mereka juga tidak mau kalau Alvian berbuat konyol lagi seperti waktu itu hingga menyebabkan dirinya di rawat di rumah sakit.
"Laras...." Alvian menghentikan kata-katanya, dia tidak yakin jika melanjutkan perkataanya.
"Laras kenapa? Apa kamu ingin Laras datang kesini?" tanya Daniel, dia tahu pasti Alvian butuh Laras untuk di sampingnya.
"Tidak perlu," jawab Alvian dengan ketus.
"Hey kau, kamu sedang menjaga orang yang sedang sakit, kenapa kamu malah tidur?" oceh Alvian membuat Daniel buru-buru membenarkan posisinya menjadi duduk.
"Dasar cecungguk satu ini, kamu itu maunya apa? Orang aku sudah menjaga kamu dari tadi, sekarang mau tidur malah di ocehin," gumam Daniel yang ternyata di dengar oleh Alvian.
"Aku mau makan apel, kupaskan apel untukku!" Pinta Alvian, Daniel beranjak dari tempat duduknya sebagai sahabat yang baik Daniel menuruti apa permintaan Alvian tanpa membantahnya.
Daniel mengupas apel, bahkan dia menyuapkan apel yang sudah di kupas untuk Alvian, Alvian tersenyum pada Daniel.
"Haruskah persahabatanku dengan Daniel menjadi renggang hanya gara-gara satu wanita?" batin Alvian dalam hatinya.
Kini Daniel dan Alvian saling bercanda, bahkan Alvian yang tadinya merasa kesal pada Daniel seketika rasa kesal itu hilang.
__ADS_1
Nara dan Davin baru saja sampai di depan rumah Nara, Davin turun lebih dulu untuk membukakan pintu mobilnya untuk Nara.
Kini Nara sudah turun dari dalam mobil Davin dan Davin juga langsung berpamitan untuk kembali ke rumah sakit.
Laras yang ternyata dari tadi memperhatikan Davin dan Nara dari balik jendela, rasanya semakin kesal pada Nara. "Aish, apakah semua laki-laki itu menyukai Nara?" batin Laras dalam hatinya.
Nara yang baru saja masuk, Laras langsung menatap Nara dengan tatapan tidak suka.
"Darimana saja kamu?" tanya Laras dengan nada agak ketus.
"Dari rumah sakit," jawab Nara singkat.
Laras menatap Nara dengan tatapan serius, sungguh pikirannya langsung tertuju pada Daniel. "Apakah Daniel sakit, pantas saja dia tidak membalas pesan dariku," batin Laras dalam hatinya.
"Siapa yang di rumah sakit?" tanya Laras penasaran.
"Yang dirumah sakit Alvian," jawab Nara dengan nada lembut.
Bahkan Laras tidak membiarkan Nara masuk lebih lebih dulu ke dalam rumahnya.
Raut wajah Laras terlihat terkejut, apalagi beberapa hari lalu Laras melihat Alvian baik-baik saja. Tapi ini Nara bilang Alvian dirumah sakit.
"Kita ke rumah sakit sekarang!" Ajak Laras, belum sempat Nara istirahat akhirnya Laras dan Nara langsung pergi ke rumah sakit.
BERSAMBUNG
Terimakasih para pembaca setia
__ADS_1