Cinta Para CEO Tampan

Cinta Para CEO Tampan
Mall orang kaya


__ADS_3

"Aku mau dibawa kemana? Hey manusia cecungguk, kamu mau membawa aku kemana?" tanya Nara, tapi Davin malah tidak menjawabnya.


Davin hanya diam sambil menarik tangan Nara dan entah mau membawanya kemana?


Sesampainya di tempat parkir Davin langsung menyuruh Nara naik ke dalam mobilnya, Nara hanya menurut saja.


"Sebenarnya manusia menyebalkan ini mau membawaku kemana?" tanya Nara pada diri sendiri.


Kini Davin sudah duduk di sebelah Nara, lalu tiba-tiba Davin mendekati Nara membuat Nara kaget dan buru-buru menjauhkan dirinya dari dari Davin.


"Kamu mau apa?" tanya Nara, sambil menutup bagian gunung kembarnya dengan kedua tangannya.


Sekilas Davin menatap Nara malas, dasar apakah gadis otak udang ini selalu berpikiran m*s*m?


"Buang pikiran jorokmu! Aku hanya ingin membantu kamu memakai sabuk pengaman saja," kata Davin sambil memasang sabuk pengaman untuk Nara.


Seketika pipi Nara menjadi merah, sungguh otaknya ini kenapa selalu berpikiran m*s*m? Buat malu saja di hadapan Davin, itu yang ada di hati Nara saat ini rasanya hanya bisa mengutukti dirinya sendiri.


Setelah selesai memasangkan sabuk pengaman, Davin menyalakan mesin mobilnya lalu melajukan mobilnya menuju kesebuah mall terbesar di dekat kantornya.


Di perjalanan menuju mall Davin terus fokus menyetir sedangkan Nara terdiam sambil diam-diam melihat Davin yang sedang menyetir mobilnya.


"Davin...." suara lirih Nara terdengar ragu-ragu.


"Kenapa?" jawab Davin dengan jutek.


"Aku membawa surat perjanjian, kamu harus membacanya! Ini surat perjanjian untuk pacaran pura-pura kita," kata Nara dengan ragu-ragu lagi.

__ADS_1


"Berikan padaku! Nanti aku baca saat sampai rumah, untuk saat ini kita fokus saja padamu," jawab Davin, lalu mengambil kertas yang ada di tangan Nara dan menyimpannya di saku celananya.


Nara menghela nafas kesal, apa yang harus di fokuskan dengan dirinya? Davin ini memang tidak jelas sekali.


Akhirnya setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh Davin menghentikan mobil miliknya di sebuah mall terbesar.


Nara ternganga tidak percaya. "Untuk apa kita kesini?" tanya Nara, matanya melihat ke arah sekitar sungguh ini adalah mall untuk orang-orang elit pastinya.


"Belanja," jawab Davin singkat.


Davin turun lebih dulu dari dalam mobil, lalu membukakan pintu mobilnya untuk Nara.


Nara turun dari dalam mobil, matanya menatap sekeliling sungguh dia begitu kagum, pasti hanya orang-orang yang berduit yang datang ke Mall elit seperti ini.


"Ayo ikut aku....!!" Davin menarik tangan Nara dengan pelan, lalu membawa Nara masuk ke dalam mall.


Sesampainya di dalam mall Davin langsung mengajak Nara menuju ke toko pakaian khusus untuk wanita.


"Aku yang akan membayar semuanya," sahut Davin dengan tatapan datar.


"Aku tidak mau, aku mau pulang..." tolak Nara, dia hendak beranjak tapi tangan Davin dengan cepat menahannya.


"Tetap disini! Beli apa yang kamu butuhkan!" cegah Davin, lalu membawa Nara masuk ke dalam toko pakaian itu.


"Davin, kamu jangan memaksa aku!"


"Aku tidak memaksa kamu, aku hanya menyuruh kamu belanja, setidaknya sebagai pacar pura-pura kamu harus pandai menghabiskan uang Tuan Davin."

__ADS_1


"Maksudnya apa? Menghabiskan uang, memangnya aku ini....."


Tiba-tiba Davin menghentikan langkah kakinya, membuat Nara menabrak tubuh kekar Davin.


"Davin kamu...."


"Diam! Cepat pilih! Atau aku akan mencium kamu di depan banyak orang!!"


Davin mengedipkan satu matanya, kali ini Davin menyebalkan, Nara menghela nafas berat.


"Enak saja, siapa juga yang mau di cium sama kamu?" Nara menjulurkan lidahnya.


Sekilas Davin agak menjauhkan tubuhnya, karena tiba-tiba detak jantungnya berdetak dengan kencang.


"Cepatlah pilih!" kata Davin dengan gugup.


Akhirnya Nara menuruti apa kata Davin, daripada terjadi sesuatu pada dirinya atau kesucian terenggut begitu saja maka dirinya akan sangat menyesal sekali pasti.


Kini Nara mulai memilih pakaian yang menurutnya cocok untuk dirinya, Davin yang melihat Nara agak males memilih akhirnya Davin langsung turun tangan dan dia juga langsung memilihkan pakaian yang menurut dirinya cocok untuk Nara.


Kini setelah beberapa lama akhirnya Davin sudah mendapatkan beberapa setel pakaian untuk Nara, Davin langsung membayar semuanya, setelah selesai membayarnya kini Davin kembali mengandeng tangan Nara dengan lembut.


"Kita mau kemana lagi?" tanya Nara.


"Nanti kamu akan tahu," jawab Davin singkat.


Kini Davin kembali melajukan mobilnya, entah dia mau mengajak Nara kemana lagi?

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih para pembaca setia


__ADS_2