
"Gadis kampung, apa yang kamu tulis?" tanya Davin pada dirinya sendiri sambil membuka selembar kertas itu.
Davin tiba-tiba tersenyum kesal. "Dasar kau ini sungguh gadis otak udang," gumam Davin.
Isi surat perjanjian dari Nara.
"Jangan pernah cium aku!"
"Jangan pegang tangan aku!"
"Jangan pernah mencari kesempatan dalam kesempitan!"
"Jangan pernah melakukan hal lebih!"
"Jika kamu melakukan itu mari kita akhiri pacaran pura-pura kita!!"
Hanya lima kalimat itu yang Nara tulis untuk Davin, sungguh Davin ini merasa Nara seperti anak kecil.
"Hay gadis otak udang, siapa juga yang mau mencium kamu?"
"Kamu itu terlalu berharap aku akan menciummu."
__ADS_1
Davin tertawa setelah membaca lima kalimat yang ada di kertas itu.
"Gadis kampung, lakukan apa yang kamu mau lagian di hati aku hanya Monica, tidak mungkin juga kalau menciummu!"
Davin merebahkan tubuhnya di atas kasur, lalu melipat kembali kertas itu dan menaruh kertas itu di laci nakas dekat tempat tidurnya.
Sambil menatap lampu yang ada di atasnya, Davin terdiam memikirkan kencan buta besok dengan Sita, iya Sita adalah gadis cantik pilihan sang mama tersayang.
"Aish, mama mau sampai kapan kamu terus-terusan menyuruhku untuk kencan buta? Apa mama pura-pura tidak tahu kalau aku hanya mencintai Monica," rasanya geram sekali, Davin juga sebenarnya enggan datang ke kencan buta itu tapi mau bagaimana lagi? Jika tidak datang pasti mamanya akan marah pada dirinya.
Davin yang terlalu pusing karena memikirkan banyak hal akhirnya Davin memilih untuk tidur yang nyenyak.
Nara terdiam sambil melihat indahnya pemandangan malam dari jendela, Nara memikirkan Daniel. "Kak Daniel, sudah beberapa hari ini kita bertemu," gumam Nara yang saat ini sedang merindukan Daniel.
Daniel yang lemah lembut, Daniel yang baik hati dan itu sangat berbeda dengan Davin itu yang membuat Nara terkesima dengan Daniel.
"Tunggu, apakah cecungguk itu sudah membaca surat perjanjian dariku?"
"Awas saja jika tidak membacanya, akan aku cabik-cabik dia!"
"Haruskah aku menelponnya? Tapi jangan Nara, nanti Davin akan meledekmu jika kamu menelpon dirinya tengah malam seperti ini!"
__ADS_1
Nara terus komat-kamit sendirian, sungguh penasaran sekali dan tidak sabar menunggu esok pagi dan bertemu dengan Davin, agar bisa menanyakan langsung pada Davin.
Nara berjalan menuju ke tempat tidur, lalu dia memilih untuk tidur karena hari juga semakin malam dan besok pagi Nara harus bekerja.
*****
Pagi yang begitu cerah Laras sudah berdandan cantik, bahkan Laras juga sudah menyiapkan kotak bekal yang berisi makanan kesukaan seseorang, siapa lagi kalau bukan makanan kesukaan Daniel.
Iya biarpun Daniel sudah bersikap tegas pada Laras dan mengatakan kalau dirinya tidak mencintai Laras sama sekali tapi Laras terus berusaha mendapatkan cinta Daniel.
Kini Laras keluar dari dalam rumahnya, lalu langsung menuju ke mobil. Laras masuk ke dalam mobil dengan perasaan bahagia.
"Daniel, aku akan berusaha mendapatkan hatimu, aku tidak akan membiarkan Nara merebut kamu dariku!" tandas Laras, lalu Laras langsung menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya menuju ke rumah Davin.
Di perjalanan menuju ke rumah Daniel, Laras begitu yakin kalau Daniel akan membuka hatinya, apalagi Laras sudah membuatkan makanan kesukaan Daniel.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh akhirnya Laras sampai di rumah Daniel, entah apa yang akan terjadi?
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia
__ADS_1