
Adam keluar dari kamar mandi dengan begitu lega karena baru saja menuntaskan hasratnya di kamar mandi. Adam melihat istrinya tengah berbaring sambil membaca sebuah buku novel, ia lalu menghampiri Hana.
Cup ...
Adam memberikan sebuah kecupan di pelipis Hana menahannya sedikit lama. "Mommy lagi baca apa?" tanya Adam sembari naik keatas ranjang, berbaring di-samping Hana dengan posisi menyamping menghadap istrinya.
"Mommy lagi baca novel Pi." Hana tersenyum dengan pandangan yang fokus kearah buku tersebut.
"Memangnya cerita nya tentang apa?" tanya Adam mengelus pipi Hana.
"Hmm, percintaan Pi." ucap Hana tanpa melihat Adam.
"Cih apa novel itu lebih menarik dari papi? Kenapa mommy tidak menatap papi saat menjawab pertanyaan papi." nada bicaranya sudah terdengar kesal.
Rupanya pria bertato itu tidak suka diabaikan oleh istrinya.
Lantas Hana langsung mengarahkan pandangannya kearah Adam. "Kenapa sih Pi?"
"Papi tidak suka diabaikan." ucap Adam kesal lalu memalingkan wajahnya ke tempat lain.
Hana tersenyum kecil lalu menutup bukunya, ia lalu merapatkan tubuhnya kepada Adam hingga tubuh mereka tak mendapatkan jarak sedikit pun.
Ia mengecup bibir dan juga pipi Adam. "Maaf ya mommy salah."
Adam masih saja dengan wajah dinginnya, ia terus memalingkan wajahnya ke-sisi lain. Hana menghela nafasnya pelan. "Pi kok diam sih? Hana minta maaf." ucap Adam sambil meraih wajah Adam agar pria itu menatapnya.
__ADS_1
Adam masih diam dan terus menghindar dari tatapan Hana. Hana tak menyerah begitu saja ia lalu menurunkan wajahnya di dada Adam. "Aow ... kenapa di gigit sih mommy!" Adam meringis sambil menahan kepala Hana dari dadanya kalah Hana mengigit putingnya.
"Hana minta maaf Pi, lagian papi kenapa mengabaikan permintaan maaf mommy. Mommy kan jadi kesal." ucap Hana menatap lekat wajah Adam.
Cup
"Ya sudah papi juga minta maaf." Sambil mengecup bibir Hana sebentar.
Hana tersenyum lalu memeluk tubuh kekar Adam. Adam pun membalas pelukan Hana yang berjarak dengan perut besar Hana. Merasa tidak leluasa memeluk istrinya dari depan, Adam pun membalikkan tubuh Hana membelakangi dirinya lalu memeluknya dengan sayang. Hana tersenyum menerima perlakuan manis suaminya.
Ia mengecup lengan Adam yang menjadi bantalan nya. "Pi kalau anak kita lahir papi akan terus mencintai mommy?"
Adam mengernyit saat mendengar pertanyaan Hana. "Pertanyaan macam apa itu? Sudah jelas papi akan tetap mencintai mommy. Kenapa mommy tiba tiba bertanya seperti itu?" ucap Adam sesekali mengecup puncak kepala Hana dari belakang.
Adam tersenyum, kini ia paham maksud dari perkataan istrinya. Ia tahu Hana sangat khawatir jika ia akan berpaling pada wanita lain.
Adam menarik dagu Hana hingga wajah Hana mendongak menatap Adam. Tatapan mereka begitu lekat.
"Sampai kapanpun mommy tetap lah wanita yang sangat papi cintai, wanita yang paling cantik di hidup papi ibu dari anak anak papi kelak. Apapun bentuk mommy nanti cinta papi tetap sama selalu mencintai mommy." ucapnya tulus lalu mengecup bibir Hana.
Hana begitu tersentuh mendengar ucapan suaminya. Ia bisa merasakan ketulusan hati Adam selama ini, ia tahu jika pria itu mencintai dirinya tapi ia hanya merasa sedikit takut jika wanita diluar sanalah yang akan merayu suaminya.
"Seharusnya kamu percaya diri karena kamu wanita yang begitu cantik di mata papi. Bagi papi mommy lah yang pantas untuk Papi, bukan wanita lain."
Hana seketika terharu sekaligus tersipu malu, ia lalu berbalik menghadap Adam lalu memeluk pria itu. Menyembunyikan wajahnya di dada Adam.
__ADS_1
"Benarkah? Mommy rasa papi terlalu berlebihan." Hana tersenyum malu.
"Sejak kapan papi berlebihan dengan ucapan papi? Memang sudah kenyataan Papi mendapatkan wanita yang begitu sempurna seperti mommy."
Yap Jika berbicara soal kecantikan sudah tidak bisa diragukan lagi kecantikan istrinya. Wanita itu begitu cantik dan seksi, bahkan Adam sering cemburu karena Hana banyak menarik pandangan para pria di luar sana.
Hati wanita itupun begitu baik pada siapapun walaupun pada orang yang sudah melukai perasaannya. Itulah Hana wanita yang menjadi istri sekaligus ibu dari anak anaknya kelak.
Jika ditanya apa yang paling membuatnya beruntung dalam hidupnya? Sudah pasti jawabannya Hana istrinya, ia beruntung memiliki wanita sebaik Hana, cantik, seksi. Bahkan masih mudah dari usianya yang sebentar lagi memasuki usia empat puluh tahun.
"I love you papi."
"I love you to mommy." ucap Adam mengecup kening Hana.
Ia kemudian berpindah diperut besar Hana, memberikan kecupan di-sana. "Hi malaikat kecil papi dan mommy, apa kabar kamu di sana? Sebentar lagi kita akan bertemu selalu baik baik di sana kami berdua sudah tidak sabar menunggu mu." bisik Adam diperut Hana sambil mengecupnya berulang ulang.
Hana mengusap kepala Adam yang masih berada di perutnya. Ia merasa begitu bahagia mendapatkan pria seperti Adam.
kadang takdir Tuhan memang begitu unik mempertemukan kita dengan pasangan kita dengan cara tak terduga. Bahkan Hana tidak percaya akan menjadi istri dari pria yang berbeda usia yang cukup jauh dengan usianya. Ia juga tidak menyangka akan menjadi istri dari seorang Adam Mateo yang notabenenya bukan keluarga sembarangan mereka sangat terpandang dengan kekuasaan mereka.
Adam lalu menarik diri dari sana mensejajarkan wajah nya dengan Hana. Mengecup seluruh wajah Hana dengan sayang.
Hana sedikit terkiki geli karena ulah Suaminya. "Pi udah ah geli." sambil menahan wajah Adam agar berhenti.
Adam tersenyum lalu berhenti dan memeluk tubuh Hana. Dan jadilah mereka saling memeluk karena Hana membalas pelukan Adam.
__ADS_1