Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat

Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat
Hana yang kalah


__ADS_3

Tanpa menunggu jawaban Hana iya atau tidak. Adam segera mengikat kedua tangan Hana di kepala ranjang, pun dengan kedua kaki gadis itu.


Agar Hana tak melawannya, dan fokus dengan apa yang akan dia berikan, sebuah sentuhan maut yang mampu meluluh lantakkan kesadaran sang gadis.


Tubuh polos Hana terpampang nyata, bahkan bekas kemerahan yang Adam ciptakan begitu kentara di kulit eksotis wanita itu. Mata tajam Hana semakin menatap lapar, tetapi belum saatnya Adam langsung ke intinya Ia ingin bermain main dulu dengan wanita itu.


"Daddy mau apa, Daddy mau menyiksa Hana lagi pekik Hana sambil mengangkat tubuhnya, merasa risih ditatap seperti itu oleh Adam.


"Nggak, sayang. Daddy justru akan membuat kamu, menikmati sensasi yang berbeda. Daddy pastikan kamu akan kalah." jawab Adam sambil mencelupkan tangannya pada mangkuk yang berisi bongkahan es.


Membiarkan telapak tangan besar itu menjadi dingin, setelah merasa cukup, Adam mendekat ke arah Hana. Hana beringsut, tetapi tak mampu untuk ke mana-mana.


Yang pria itu lakukan pertama kali, yaitu Adam menyentuh bagian atas tubuh Hana. Memainkan dua bulatan indah yang semalam dia sesap tak habis-habis.

__ADS_1


Netra Hana membulat sempurna, dan dia sedikit menggelinjang, karena rasa dingin yang menyentuh pori-pori kulitnya, pun dengan remasan tangan Adam di kedua buah dadanya.


Adam tersenyum menyeringai. Ini belum apa-apa, batinnya. Tangan kekar itu merayapi tubuh Hana sebentar lalu kembali pada bongkahan batu es yang berada di-mangkuk.


Dan setelah itu Hana langsung menyentuh inti tubuh gadis itu dengan sensasi dingin yang semakin menyergap, Hana menggigit bibir bawahnya kuat, dan memejamkan matanya berusaha untuk tidak mengeluarkan suara.


Tubuhnya dibuat meremang oleh permainan tangan Adam di bawah sana. Memutar dan terkadang menusuk, membuat sekujur tubuhnya bergetar hebat, karena merasakan urat syarafnya yang tersengat.


Adam menarik jarinya, dan menatap Hana dengan senyum tipis. "Basah." ucapnya singkat dengan menunjukkan jari tengah pada Hana dengan tatapan nakalnya.


Hana tak mampu membalas apa-apa, dia terus mengatupkan bibirnya tak mau banyak bicara. Sedangkan nafasnya terdengar memburu dengan dada yang naik turun.


Sekuat tenaga Hana menahan gejolak itu, hingga akhirnya Hana mengambil salah satu bongkahan es batu tersebut, dan menempelkannya pada inti Hana.

__ADS_1


Gadis itu mendongak, dia benar-benar tak bisa menahan gairah ditubuhnya yang begitu mudah dipancing oleh Adam. Hana menggelengkan kepalanya. "Daddy, stop!" Namun, Adam tak menggubris peringatan gadis itu, dia terus saja dengan aksinya, sudah dipastikan sebentar lagi Hana akan kalah dan jatuh pada permainannya.


"Daddy, please stop! Hana nggak kuat lagi!" Pekik gadis itu, tangannya terkepal kuat, masih berusaha menahan semuanya. Sementara Adam terus merangsang gairah tubuh Hana. Dia masukkan satu jarinya ke dalam inti gadis itu, dan membuat gerakan maju-mundur cantik.


Hana memejamkan matanya kuat-kuat. Dadanya membusung dengan mulut yang menganga hingga akhirnya. "Aarghh!" Hana menyerah. Dia mendesah keras karena tak mampu lagi untuk menolak permainan Adam. Pria itu benar benar menepati ucapannya.


Dia sudah salah menilai, karena Adam benar-benar pria yang lihai. Hanya dengan jari-jari pria itu saja rasanya Hana sudah ingin meledak berkali-kali, dia terus dibuat melayang-layang ke atas awan dan diiming-imingi puncak kenikmatan.


Mendengar itu, Hana langsung tersenyum lebar. Dia segera mencabut jarinya dari inti Hana dan menatap lekat wajah gadis itu yang sudah merah merona karena malu.


Adam mencium wajah Hana sambil membuka ikatan itu. "Daddy sudah menebaknya, Baby. Kalau kamu akan kalah!" Adam tersenyum puas menatap Hana.


Setelah semua ikatan itu terlepas, Adam menggendong tubuh lemas Hana ala bridal style menuju kamar mandi. Di akan mengajak Hana mandi bersama pagi ini.

__ADS_1


Pria itu memang sudah mandi saat bangun tadi. Tetapi ia ingin mandi kembali dan itu bersama Hana, gadisnya yang sangat ia cintai.


"Kita perlu merayakan ini di dalam sana, Baby." Adam menggigit gemas dagu Hana, dan terus membawa tubuh seksi itu masuk ke dalam sana.


__ADS_2