
Mobil Bugatti Centodieci milik Adam baru saja memasuki garasi villa mereka.
Adam sampai sekitar pukul sepuluh malam, suasana vila sangat sepi, pun dengan lampu ruang tamu yang sudah terlihat temaram karena Hana yang sudah terlelap dalam tidurnya.
Adam membuka pintu vila itu dengan kunci cadangan yang ia bawah berjaga-jaga jika pulang cukup larut dan Hana yang sudah tertidur. Pintu pun terbuka Adam langsung melangkah masuk kedalam sana.
Tapi saat sampai di ruangan tamu, Adam mendengar suara tv seperti ada seseorang yang sedang menonton di sana. Ia pun bergegas ke ruang tv yang bersebelahan dengan ruang tamu, dan saat sudah berada di ruangan itu.
Adam menatap kesal tubuh Hana yang tertidur begitu lelap di sofa panjang berwarna hitam. Tangannya memegang remote juga tv yang masih menyala menemani tidurnya.
Berniat untuk menonton drama kesukaannya sambil menunggu Adam kembali dari kantor, malah sebaliknya membuat tv itulah yang menonton dirinya tidur.
Adam menggeleng kepala sambil melangkah mendekati tubuh terlelap itu, terlihat baju terusan sebatas lutut itu sudah tersingkap keatas paha hingga mengekspos paha mulus Hana.
"Kenapa tidak tidur di kamar, udara sangat dingin dan dia malah terlelap di ruang tv tanpa selimut." kesal Adam meraih remote dan mematikan layar yang sedang menyala tersebut.
Ia membenarkan baju Hana yang tersingkap lalu kemudian mengelus lembut pipi Hana, cukup lama ia memandangi wajah teduh Hana yang terlelap. Adam Kemudian mendekatkan wajahnya di wajah Hana, memberikan satu kecupan dibibir kesukaannya.
Selesai mengecup bibir seksi itu, Adam lalu meraih tubuh Hana dan menggendongnya ala bridal style menuju kamarnya, Hana menggeliat kecil dalam gendongan Adam.
"Daddy!" Hana memanggil daddy-nya dengan mata yang masih terpejam.
Sementara Adam menetap wajah Hana dalam gendongannya, sambil terus melangkah menapaki tangga. "Jangan bangun, tidurlah lagi." ucapnya pelan menatap wajah terlelap Hana.
Sampainya di-depan kamar mereka, Adam membuka pintu kamar dengan kakinya menendang pelan benda itu hingga terbuka. Berjalan mendekati ranjang king size tersebut lalu meletakkan Hana dengan pelan-pelan, agar tidak membangunkan tidurnya. Membenarkan posisi bantal Hana dan setelah itu menutupi tubuh Hana dengan selimut hingga sebatas dada. Adam kemudian beranjak dari sisi ranjang itu.
Adam melepaskan pakaian kerjanya dan menggantung nya di penggantung pakaian. Melangkah masuk kedalam kamar mandi membersihkan tubuhnya yang lengket seharian.
__ADS_1
Lima belas menit Kemudian sosok atletis itu keluar dari dalam sana, dengan handuk kecil yang hanya menutupi tubuh bagian bawah nya dan membiarkan perut sixpack nya terekspos.
Tubuh Adam sudah terlihat segar, juga tak lupa handuk kecil ditangannya berjalan sambil mengeringkan rambut itu.
Ia melirik sekilas kearah Hana yang masih terlelap, dalam selimut tebal sambil memeluk guling. Bibirnya terlihat maju ke-depan membuat wanita itu terlihat lucu. Adam mengulum senyumnya lalu mendekati tubuh itu.
"Kamu ngapain aja seharian? Sampai terlelap gitu tidurnya." Gumam Adam.
"Daddy sudah tidak sabar untuk melaksanakan pernikahan kita, lagi beberapa hari kita akan menikah sayang. Tetap bersama Daddy, Daddy sangat mencintai kamu, Hana." ucapnya dengan tulus senyuman kecil terukir dibibir pria berwajah tegas tersebut.
Adam mengelus pipi Hana lembut lalu turun di bibir tebal itu, menatap lekat bibir Hana. "Bibir ini hanya milik Daddy, tidak ada yang bisa merasakan ini selain Daddy. Semua yang ada dalam diri kamu hanya milik Daddy." batinnya.
Dan detik selanjutnya Adam sudah menempelkan bibirnya di benda kenyal tak bertulang itu. ********** dengan rakus, memberikan gigitan kecil di-sana hingga menimbulkan lenguhan kecil dari mulut Hana.
Gadis itu sedikit terusik dengan apa yang Adam lakukan pada bibirnya. Ia melenguh saat Adam dengan rakus melu mat nya. "Eungh ..." Hana tanpa sadar melingkarkan tangannya di leher Adam.
Kini tubuh Adam sudah berada di-atas tubuh Hana, dengan kedua tangan yang bertumpu di sisi tubuh Hana, menahan agar tubuhnya tidak menindih wanitanya, sementara Hana masih terlelap disela aktivitas itu dengan bibir yang membalas ciuman Adam.
Saling menyesap, bertukar saliva, bibir Adam yang sudah masuk kedalam mulut Hana mengobrak-abrik isi didalam sana. Adam semakin tersulut gai rah, satu tangannya sudah menyelusup masuk dibawa sana. Bermain main dengan sarung sempitnya dengan gerakan maju mundur cantik, membuat desa han nikmat terdengar dari suara Hana.
"Aaaa, hmmpt. Daddy! ...." de sah nya dalam ciuman mereka." dengan mata terpejam.
Hingga kemudian wajah Adam turun menjelajahi dua melon favoritnya, menyingkap tali spaghetti itu dengan cepat melahap rakus secara bergantian dua buah tersebut.
"Hmmpt," desa han terus lolos dari mulut Hana. Ia mengigit bibirnya kuat disela gerakan mul*t dan ja*ri Adam di bawah sana.
Dan detik selanjutnya Hana tersadar dari tidurnya saat merasakan pergerakan itu terasa nyata. Ia membuka matanya dan mendongakkan kepalanya kebawah melihat Adam yang sedang asik dengan kegiatannya.
__ADS_1
"Daddy! Daddy udah pulang .... Aaaa." ucapnya dengan mende sah karena aksi Adam.
Beberapa detik kemudian aktivitas itu akhirnya berlanjut dengan begitu indah. Saling melepas kerinduan walaupun hanya sehari saja ditinggal. Suara keduanya saling bersahut-sahutan di dalam kamar itu, menandakan kenikmatan yang mereka dapatkan.
"Daddy, Hana! ..." de sah keduanya saat pelepasan itu berakhir. Nafas mereka tersengal saling memburu juga peluh yang bercucuran membasahi tubuh mereka.
Tubuh Adam ambruk di-atas tubuh Hana, wajahnya terbenam di ceruk leher milik Hana, Hana memeluk Adam dengan erat.
Satu kecupan Adam berikan di kening Hana. "Terimakasih, sayang. I love you." ucap Adam mendongakkan kepalanya menatap Hana.
"I Love you to Daddy." keduanya mengulas senyum lebar.
Dan beberapa menit Kemudian mereka pun masuk kedalam mimpi, tidur terlelap saling memeluk dengan tubuh keduanya yang masih menyatu di bawah sana.
...****************...
Sayup sayup terdengar suara burung yang saling bersahut sahutan diluar sana. Pemandangan pagi yang terlihat begitu indah dan cuaca yang mendukung melengkapi pagi hari. Tampak sepasang kekasih yang sedang terlelap begitu pulas-nya di atas ranjang king size.
Waktu menunjukkan pukul setengah enam, Hana menggeliat pelan karena merasa sesuatu yang menindih tubuhnya. Hana juga merasakan ada yang mengganjal di sarung sempitnya, sesuatu yang memenuhi tempat itu.
Matanya perlahan terbuka, dan yang ia lihat pertama kali adalah sosok kekar yang sedang menindihnya, "Dad, ayo pindah kesamping." panggil Hana pelan sambil mengelus pelan punggung polos Adam.
"Hmm, sebentar lagi. Ini hari Minggu, tidurlah lagi." gumamnya pelan dengan mata yang terpejam. Adam semakin mengeratkan lagi pelukannya.
"Hana mau pipis dad, lepasin dulu." sambil merengek.
"Hmm." Adam terpaksa melepaskan penyatuan dengan pelan, Hana mengigit bibirnya saat Adam melepaskan panyatuan mereka. Adam beralih membaringkan tubuhnya ke samping Hana.
__ADS_1
Hana dengan cepat beranjak dari ranjang berlari cepat ke kamar mandi untuk membuang hajatnya yang beberapa detik lalu ia tahan. Sementara Adam melanjutkan kembali tidurnya dengan memeluk guling.