Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat

Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat
Cemburu


__ADS_3

Satu jam lebih meeting diadakan. Dan diwaktu itu juga Hana berdiam diri di dalam ruangan CEO menunggu Adam untuk kembali dari meeting nya. Ia merasa tidak bosan karena ada makanan yang ia makan, ia juga menghilangkan rasa bosan nya itu dengan menonton acara tv yang terdapat di ruangan Adam.


Terlihat bekas makanan Hana berjejer di atas meja, ia duduk di atas sofa sambil meluruskan kakinya di-sana dengan pandangan yang serius menatap kearah tv yang menyala.


Tak berselang lama pintu ruangan terbuka menampilkan Adam yang melangkah masuk kedalam ruangan. Hana seketika melihat kearah suaminya yang sudah berjalan masuk menuju dirinya.


"Papi udah selesai?" Hana tampak senang.


"Hmm," Adam mendekat menundukkan wajahnya di wajah Hana lalu memberikan kecupan di kening Hana.


Cup.


Hana mengulas senyum menerima kecupan Adam. "Apa mommy tidak bosan?" Adam duduk di sisi sofa disamping Hana.


"Tidak, Hana tidak bosan karena ada banyak makanan dan juga tv yang bisa menghilangkan rasa bosan mommy." sambil me-nyengir.


"Banyak makanan?" wajah Adam terlihat bingung.


"Iya makanan, itu." ucap Hana menunjuk kearah bekas makanan yang ada di atas meja. Adam lalu mengarahkan pandangannya mengikuti arah yang ditunjuk Hana.


"Astaga, kenapa mommy makan sebanyak itu? Bukankah tadi papi hanya menyuruh asisten papi membelikan soto ayam?" herannya menatap Hana.


"Hehehe iya Pi, tapi setelah dia membawa soto ayam ke sini Hana menyuruh dia membalikkan lagi makanan yang lain karena mommy terlalu lapar Pi." menampilkan wajah gemas.


"Lain kali jangan makan sebanyak ini, itu tidak baik." Adam mengelus pipi Hana.


Ia hanya khawatir saja melihat banyak makanan yang Hana makan. Ada sekitar empat kotak makan yang berada di atas meja dan dalam satu kotak sudah pasti isinya banyak dan Hana memakan itu semuanya sendiri.


"Iya Pi,"


"Ayo siap siap kita akan pulang!" ucap Adam berdiri lalu membantu Hana berdiri dari duduknya.


"Loh memang nya papi udah nggak ada pekerjaan lagi setelah ini?" Hana menatap dengan bingung.


"Ada tapi itu tidak begitu penting, papi akan menyuruh Aldi untuk melanjutkannya."


Hana pun mengangguk mengerti. Ia kemudian berdiri membiarkan Adam mengambil tasnya yang terletak di atas meja.

__ADS_1


"Sebentar! papi telpon Aldi untuk ke ruangan papi." ucap Adam melirik sekilas kearah Hana. Ia menekankan nomor Aldi.


Telpon tersambung, Aldi dengan cepat menjawab panggilan dari bos nya.


"Halo Tuan."


"Ke ruangan saya sekarang!"


"Baik Tuan." Aldi sedikit kebingungan tapi dengan cepat ia melangkah keluar ruangan menuju ruang CEO.


Tak butuh waktu lama, pintu ruangan diketok.


"Masuk."


Aldi masuk kedalam dengan buru buru. "Ada yang bisa saya lakukan Tuan?" tanyanya dengan membungkuk sopan.


"Kamu handel pekerjaan saya selanjutnya untuk hari ini, saya akan pulang mengantarkan istri saya." perintah Adam.


"Baik Tuan," jawab Aldi sambil mengarahkan matanya kearah Adam lalu tak sengaja berhenti di wajah Hana, saat pria itu melihat Hana ia langsung terpesona dengan kecantikan wanita tersebut matanya tak berkedip melihat Hana. Bibirnya tanpa sadar tertarik kebelakang.


"Cantik banget, apa dia istri tuan Adam? Astaga dia benar benar cantik dan seksi." batin Aldi.


"Ekhem ... Kenapa kamu menatap istri saya seperti itu?" Adam berdem menyadarkan Aldi.


Mendengar suara dingin itu lantas membuat Aldi langsung tersadar dengan cepat ia mengalihkan pandangannya kearah Adam, wajahnya sudah terlihat gugup karena ketahuan memandangi Hana.


"Ah tidak apa-apa Tuan, saya hanya kaget saja melihat tuan membawa istri tuan ke kantor. Senang bertemu dengan anda Nona." ucap Aldi.


Hana hanya tersenyum kecil melihat kearah suaminya yang sudah tidak begitu senang dengan hal itu.


"Ya sudah kamu bisa keluar dari ruangan saya. Jangan lupa bekerja lah dengan benar tanpa harus memandangi istri saya." ucap Adam pedas.


"Ba-baik Tuan." Aldi gelagapan dengan cepat berlalu keluar dari ruangan itu yang sudah terasa dingin karena Adam.


"Pi kenapa seperti itu sih, dia hanya melihat saja kan?" Hana menegurnya.


"Bilang saja mommy suka dipandangi pria lain bukan? Beginilah resiko punya istri mudah yang banyak disukai para pria." ucap Adam kesal tapi itu terdengar lucu menurut Hana.

__ADS_1


Hana tidak dapat lagi menahan tawanya. "Hahaha, kenapa papi begitu kesal, Hmm? Dia punya mata untuk melihat jadi untuk apa kita harus memarahi nya. Lagipula itu masih dibatas wajar kan Pi." ucap Hana sambil mengelus bahu Adam.


"Ck, ayo kita pulang. Lain kali mommy tidak boleh lagi ke kantor." Adam masih kesal melangkah duluan dari tempatnya, ia bahkan tak menunggu Hana yang masih berdiri di sana.


Hana menatap suaminya sambil menggeleng kepala. "Baby lihat papi kalian, dia sudah tua tapi suka merajuk. Lihat bahkan papi kalian meninggalkan mommy. Kasian sekali bukan?" Hana mengadu pada calon anaknya sambil mengelus perutnya yang sudah membulat.


Mendengar itu Adam langsung berhenti dari langkanya, ia lalu menoleh ke belakang melihat Hana yang masih mengelus perutnya sambil berbicara.


"Papi sudah tidak sayang lagi sama mommy, baby." ucap Hana menahan senyumnya. Ia ingin melihat reaksi Adam selanjutnya dan berhasil Adam langsung berbalik lagi menghampiri nya.


"Jangan mengadu kepadanya yang tidak tidak tentang papi nya." ucap Adam.


"Lihat baby, papi masih memarahi mommy! Apa kamu mendengarnya? papi sedang kesal dengan mommy. Ayo bantu mommy." ucap Hana dengan suara gemas.


Merasa tidak tahan lagi dengan aksi istrinya dengan cepat Adam menangkup kedua pipi Hana lalu menciumi seluruh wajah itu dengan begitu gemas.


Cup cup cup cup cup ....


"Hahaha papi stop, Hana ngga bisa nafas ih." kelu Hana sambil tertawa. Menepuk pundak Adam agar pria itu melepaskan kecupannya.


"Papi sudah bilang jangan mengadu seperti itu padanya," ucap Adam saat melepaskan kecupannya.


"Tapi kan papi benar marah sama mommy." Hana dengan bibir cemberut.


"Aku adalah papi yang baik penyayang kepada anak dan juga istrinya." ucapnya dengan pede tapi wajah dinginnya tidak pudar.


Hana menahan senyum menatap Adam yang menangkup kedua pipinya.


Pria itu lalu turun ke bawah tepat di depan perut Hana. "Baby jangan dengarkan mommy kamu, papi adalah ayah yang baik untuk kamu juga mommy mu. Mommy kamu sedang membohongi kamu, dia ingin membuat kamu tidak suka dengan ayah mu ini bukan? Papi menyayangi kamu dan juga mommy. I love you."


Adam kemudian mengecup perut Hana dengan penuh sayang dan cinta.


Hana mengelus rambut Adam dibawah sana. "Mommy juga mencintai papi dan baby." sahut Hana tersenyum.


Adam mendongakkan kepalanya menatap Hana. Ia tersenyum lalu berdiri mensejajarkan wajah mereka. "Papi cemburu jika pria lain memandangi mommy seperti tadi, makanya papi tidak suka dan kesal." sambil mengelus pipi Hana.


"Hana tau kok Pi, Hana senang jika papi cemburu itu artinya papi begitu cinta sama mommy." Hana balik mengelus pipi Adam lalu kemudian mengecup bibir Adam.

__ADS_1


Adam tersenyum saat bibir Hana menempel pada bibirnya. Ia dengan cepat mengubah kecupan itu berganti ciuman yang penuh kelembutan.


__ADS_2