Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat

Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat
BONCHAP. 8


__ADS_3

Adam telah selesai dengan pekerjaannya, hari ini ia lebih awal selesai dengan aktivitasnya di kantor. Dan sore pukul jam enam tepat, ia langsung bergegas ke parkiran dimana mobilnya sudah siap jalan.


"Langsung ke rumah besar Matteo." perintahnya kepada sang sopir yang tak lain adalah Aryo, dan langsung di jawab anggukkan oleh pria yang itu.


Adam menelpon Aryo beberapa jam yang lalu untuk mengemudikan mobilnya, mengingat ia sudah cukup lelah untuk mengemudi lagi dalam perjalanan jadi ia menelpon Aryo untuk ke kantornya.


Dan tiga puluh menit kemudian mereka sudah sampai di depan gerbang milk kediaman Matteo, untuk menjemput anak dan istrinya yang seharian ini berada di rumah orangtuanya itu.


Tampak suara anak-anaknya terdengar dari arah taman belakang, keduanya tengah asik berlari larian di taman belakang.


Seharian ini Kendrick dan Zoe tidak ingin untuk ditidur siangkan karena ingin bermain dengan kakek dan Omanya, Hana sudah berusaha membujuk mereka tapi lagi lagi selalu gagal karena Oma dan kakeknya mengatakan untuk membiarkan saja mereka bermain selama di rumah mereka.


Adam tersenyum melihat anak anaknya yang tengah bermain dengan papinya tersebut, juga tampak Hana dan maminya yang duduk santai sambil melihat kearah ketiga orang itu. Juga ada beberapa kue dan minuman untuk mereka nikmati sore itu.


Adam Kemudian melangkah kearah taman itu menghampiri mereka. Saat asik bermain Kendrick dan Zoe tak senagaja melihat kedatangan Daddy-nya, hal itu sontak membuat mereka langsung berhamburan memeluk tubuh Adam.


"Papi!!' Kendrick dan Zoe berlari begitu saja ke arah Adam. Adam tersenyum melihat kedua anaknya sambil merentangkan tangan untuk memeluk tubuh keduanya.


Hana, Oma dan juga Kakek sama sama mengalihkan pandangannya kearah Adam. Mereka tersenyum melihat kedatangan pria kekar tersebut.


"Apa kalian menikmati waktu bersama kakek dan Oma?" tanya Adam sambil mengusap kepala Kendrick dan Zoe.


Dan di anggukan kepala oleh kedua anaknya. "Iya hari ini kami banyak bermain bersama kakek dan Oma," ucap Kendrick.


"Kita juga dapat mainan balu lagi Daddy." ucap Zoe.


"Benarkah? Hmm jadi mainan kalian akan semakin tidak bisa ditampung lagi di ruang bermain." ucap Adam tersenyum.


"Nanti Daddy buatkan lagi tempat bermain bial Ade dan kaka punya banyak tempat untuk menaruh mainan." ucapnya dengan cadel.


Adam terkekeh sambil mencubit gemas kedua pipi Zoe dan Kendrick. "Ya ya baiklah akan Daddy buatkan untuk kalian."


Sementara Hana tersenyum melangkah menghampiri mereka. "Mereka begitu asik bermain dan tidak mau tidur siang Pi." ucap Hana mengaduh.


"Tapi hanya kali ini Daddy, Kendrick janji lain kali Kendrick dan Zoe tidak melakukan itu lagi." ucap Kendrick.


"Hanya kali ini oke? Dan Kendrick dan Zoe janji tidak akan melakukannya lagi!?"


"Iya kami janji Daddy." Hana dan Adam tersenyum lalu Adam mengendong kedua anaknya melangkah mendekati mami papinya.

__ADS_1


"Apa kabar mi, pi." sapa Adam sambil memeluk kedua orangtuanya bergantian setelah sebelumnya menurunkan kedua anaknya dari gendongan.


"Kami baik sayang, bagaimana dengan kamu?"


"Ya seperti yang mami lihat aku selalu baik, hanya begitu sibuk saja akhir akhir ini." ucap Adam tersenyum saat melepaskan pelukannya.


"Syukurlah, Hana mengatakan jika kamu sedang disibukkan dengan proyek pembangunan." ucap Barack.


"Iya, itu sebabnya aku harus terus memantaunya agar berjalan sesuai keinginan aku." jawab Adam.


Kedua pria itupun berjalan beriringan kearah tempat duduk yang berada di taman belakang dengan Kendrick dan Zoe digendongnya, meninggalkan Hana dan Oma yang masih berada di belakang mereka.


"Aku pamit kebelakang untuk buatkan kopi buat papi dan suami aku." ucapnya pada Oma.


"Jangan, biarkan pembantu yang melakukannya kamu hanya boleh duduk santai bersama Oma, biarkan Adam berbicara sebentar dengan papinya." ucap Oma tak mengijinkan menantunya tersebut masuk ke dapur.


"Baiklah kalau begitu." keduanya pun duduk mengobrol di tempat duduk yang berbeda dengan kedua pria tadi.


***


Pukul delapan malam Adam beserta anak istrinya baru saja tiba di rumah mereka. Mereka memutuskan makan malam di rumah orangtuanya karena kedua pasangan paru baya itu terus membujuk Adam, jadi ia mengiyakan permintaan mereka.


Sehingga mereka sampai ke rumah sudah memasuki malam hari. Tampak Kendrick dan Zoe juga sudah tertidur di dalam perjalanan pulang tadi, Adam dan Hana membawah mereka ke kamar dengan Adam yang mengendong keduanya, lalu ia membaringkan tubuh mereka di ranjang milik mereka masing masing.


"Ayo mi kita ke kamar." ucap Adam sambil menggenggam tangan istrinya.


Hana menerima genggaman tangan Adam sambil tersenyum. "Ayo Pi."


Keduanya pun melangkah keluar, Hana sebisa mungkin menutup pintu kamar anak mereka dengan gerakan pelan agar tidak menggangu tidur Kendrick dan Zoe.


Keduanya tengah menikmati


Setelah berada di kamar mereka, Hana langsung bergegas menyiapkan air hangat di bathtub untuk Adam mandikan mengingat ini sudah cukup malam.


"Pi, airnya udah siap. Papi boleh mandi." ucap Hana saat sudah keluar dari kamar mandi.


Adam yang yang baru saja selesai menelpon sekertaris nya itu pun menoleh kearah Hana.


Ia lalu berjalan mendekati istrinya. "Mommy juga belum mandi bukan?"

__ADS_1


Hana mengyeritkan keningnya. "Memangnya kenapa?"


"Ayo sekalian saja kita mandi bersama." ucap Adam dengan menaik turunkan alisnya dengan tatapan nakal.


"Nanti saja, papi yang lebih dulu mandi, Hana akan mandi dari belakang." ucap Hana.


"Ayolah mandi bersama."


"Nanti bukan mandi bersama tapi malah kuda kudaan di dalam sana." ucap Hana menyindir suaminya.


Adam terkekeh lalu tanpa berpikir panjang ia langsung membopong tubuh Hana masuk kedalam kamar mandi.


"Akh papi mommy tidak ingin mandi bersama!" teriak Hana yang sudah dibawah masuk kedalam kamar mandi.


Tak berselang lama sudah terdengar teriakan-teriakan aneh di dalam sana, Adam menggempur istrinya seperti dugaan Hana tadi jika akan terjadi kuda kudaan ketika mereka mandi bersama.


Suara suara erangan terus keduanya keluarkan.


***


Setelah selesai dengan aktivitas panas mereka beberapa menit yang lalu, Adam dan Hana merendamkan tubuh mereka di dalam bathtub dengan posisi Hana duduk membelakangi suaminya tepat diatas pangkuan Adam dengan sambil menyadarkan tubuhnya di dada bidang suaminya.


Keduanya polos di dalam air yang berbusa sabun tersebut.


Sesekali Adam menjahili Hana dengan meremas kedua benda kembar milik istrinya dengan gemas.


"Papi, jangan mulai lagi. Mommy sudah begitu capek." Hana merengek.


Pasalnya Adam sudah menguras tenaganya beberapa menit saat yang lalu.


"Mereka begitu mengemaskan sayang, papi bahkan tidak pernah puas dengan mereka juga ini." ucap Adam dengan tangan nakalnya sudah berada di bawah sana, menyentuh benda itu.


"Aaaaa papi." ucap Hana sambil menghentikan aksi suaminya tersebut.


"Dasar papi mesum."


Adam terkekeh lalu meraih wajah Hana, mengecupnya bertubi tubi. Hana hanya bisa pasrah saja, ia tidak ada tenaga lagi untuk meladeni suaminya.


***

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, favoritkan dan berikan Hadianya!


Selamat membaca ....


__ADS_2