
"Dad!" Hana tersentak kaget saat Adam menggendongnya bak koala. Hana langsung melingkarkan tangannya dileher Adam.
Adam tersenyum kecil lalu melangkah naik.
"Lain kali jangan keluar rumah walaupun kamu ditemani Dimas ataupun Aryo. Kalau ingin pergi beritahukan Daddy agar Daddy yang akan menemani kamu." ucap Adam menatap Hana.
"Tapi kan Hana mendadak ingin Pi, kalaupun sewaktu waktu Hana ingin memakan sesuatu dan tidak ada papi di rumah lagi bagaimana?" Hana dengan wajah dibuat lucu.
"Tetap tidak bisa, kamu akan tetap di rumah saja. Biar mereka yang membelinya." ucapnya tegas.
"Hah baiklah turuti saja perintah raja, Hana. Kalau tidak kamu akan dihukum." ucapnya dengan wajah mencebik.
"Hahaha itu ide yang bagus sayang." Adam tertawa melihat wajah Hana yang mencebik.
Hana malah semakin mencebik kesal.
Adam mendorong pintu kamar menggunakan satu kakinya. Ia lalu melangkah masuk dan langsung menunju sofa, menurunkan Hana di-sofa berukuran panjang tersebut.
Hana duduk diam di sofa itu melihat pergerakan suaminya yang sedang membuka jas kerjanya.
"Oh iya apa pekerjaan papi begitu padat?" pertanyaan Hana berhasil menghentikan Adam yang sedang sibuk membuka kemejanya.
"Hem, sedikit tapi tidak begitu padat." melirik kearah Hana. Sementara Hana mengangguk mengerti.
Setelah selesai melepaskan pakaiannya, Adam berjalan mendekati Hana dengan hanya memakai bokser nya.
"Dad kenapa tidak langsung mandi saja? Daddy belum mandi kan?" Hana mengingatkan suaminya.
__ADS_1
"Sedikit lagi, Daddy ingin berbicara terlebih dahulu bersama mommy. Kemari duduk dipangkuan Daddy!." pintanya lalu Hana dengan patuh naik keatas pangkuan suaminya, mengalungkan lengannya di leher Adam.
"Apa mommy masih menginginkan sesuatu? Katakan biar papi mengabulkan permintaan mommy." ucapnya sambil mengelus lembut kedua pipi Hana.
"Hmmm apa ya?" Hana tampak berpikir. "Sepertinya tidak, mommy sudah memakannya tadi." lanjutnya saat merasa tidak menginginkan apapun saat ini.
"Benarkah? Sayang sekali." Adam berpura pura sedih.
Melihat itu Hana terkekeh geli lalu dengan gemas mengecup pipi Adam menekannya sedikit lama.
Adam menahan senyumnya saat menerima ciuman mendadak dari istri mudanya itu. "Kenapa hanya di pipi? Di sini tidak juga?" Adam menunjuk tepat di-bibirnya.
"Aku sedang gemas sama papi makannya Hana ciumannya di pipi kalau di bibir yang ada papi akan minta lebih." ucap Hana terkekeh.
"Cih pikiran mommy terlalu negatif," Adam menyangkal.
"Astaga lihat! bahkan mommy yang duluan menggoda papi." Adam menahan senyumnya.
"Aku hanya sekedar mengecupnya tidak lebih." ucap Hana setelah mengangkat wajahnya dari bagian itu.
"Hmm, sepertinya mommy ingin dihukum." ucap Adam dengan tersenyum menyeringai.
"Mommy bahkan tidak melakukan kesalahan, kenapa mommy harus dihukum?" tanyanya dengan bingung.
"Karena mommy sudah berani menggoda papi." ucap Adam lalu membawa tubuh Hana ke markas tempur.
"Dad Hana capek, besok saja ya!" ucapnya memelas saat Adam sudah membawanya menuju tempat tidur mereka.
__ADS_1
"Tidak ada kata capek kamu bahkan keluar rumah tidak mengeluh lelah. Jadi untuk apa kamu mengeluh dengan kegiatan yang begitu nikmat." ucap Adam lalu membaringkan tubuh Hana di-atas ranjang dengan pelan.
Hana memanyunkan bibirnya ke-depan wajahnya sudah terlihat tertekuk. Ujung ujungnya ia yang akan kalah dengan semua ini. Ia hanya bisa pasrah saja jika suaminya sudah menginginkannya tapi Hana tak bisa munafik kalau ia pada akhirnya menikmati aktivitas itu.
Adam dengan cepat melepaskan pakaian Hana dan membuangnya asal ke atas lantai, hingga tubuh Hana terpampang tanpa sehelai benangpun. Ia lalu menurunkan sedikit bokser nya hingga memperlihatkan sih Jerry yang sudah siap bertamu pada rumahnya.
Adam menurunkan wajahnya di wajah Hana, memberikan kecupan penuh cinta di-seluruh permukaan wajah Hana. Ia menahan berat tubuhnya dengan kedua sikunya bertumpu di kedua sisi tubuh Hana agar tidak menindih tubuh Hana yang berada dibawahnya.
Ia tersenyum menatap Hana lalu memiringkan kepalanya kemudian menyatukan kedua bibirnya dibibir Hana. ******* lembut bibir istrinya dengan penuh kelembutan, Hana membalas ******* itu kedua mata mereka saling terpejam menikmati ciuman mereka.
Tangan Hana sudah mengalun di leher Adam.
"Sssst Daddy." lenguh Hana sambil mengigit bibirnya kuat merasakan Jerry yang sudah berhasil masuk kedalam rumahnya.
"Daddy akan bermain dengan lembut." ucap Adam berhenti sejenak sambil menatap lekat wajah Hana.
Hana menganggukkan kepalanya hingga detik berikutnya Adam mengerakkan pinggulnya dengan perlahan.
Beberapa saat kemudian pelepasan itu mereka dapatkan. "Aaaaaaaa Daddy." sambil memegang kuat punggung Adam.
"Mommy begitu nikmat." sahut Adam. Tubuh Adam ambruk kesamping Hana. Nafas keduanya tersengal sengal dengan mereka saling menatap dengan melemparkan senyuman.
"I love you." ucap Adam tersenyum.
"I love you to."
Adam langsung merengkuh tubuh Hana kedalam pelukannya sambil mengecup kepala Hana berulang ulang.
__ADS_1