Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat

Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat
Weekend bersama Daddy


__ADS_3

Suasana sarapan minggu pagi itu tampak sangat bahagia. Hana tampak bahagia terlihat dari senyuman manisnya yang sedari tadi terus mengembang. Bukan tanpa alasan Hana seperti itu tapi karena hari ini Adam menjanjikan mereka untuk jalan jalan berdua, pria itu ingin menghabiskan waktu Minggu ini bersama Hana setelah disibukkan dengan banyaknya pekerjaan.


Keduanya sudah terlihat rapi dengan pakaian santai. Duduk berdua saling berhadapan dimeja makan itu.


Setelah mengambilkan Adam nasi goreng dan omelette buatannya, Hana lalu mengambilkan sarapan untuknya, setelah itu keduanya makan sesuap demi sesuap.


Adam sesekali melirik dengan ekor matanya, melihat Hana sedari tadi mengukir senyum lebar. "Bahagia banget kayaknya." Adam mengulum senyumnya disela kunyahan nya.


Sontak Hana langsung mengarahkan pandangannya kearah Adam. "Iya Dad, setelah dikurung beberapa hari di vila sendirian, akhirnya Hana bisa jalan berdua sama Daddy lagi." ucapnya sedikit menyindir sambil tersenyum kecil.


"Ck .... itu bukan dikurung sayang, Daddy cuman tidak ingin kamu kenapa napa saat diluar tanpa Daddy." ucapnya posesif sembari menyendok kan makanan kedalam mulutnya.


"Iya Hana tahu, udahlah jangan dibahas! Hana nggak mau buat suasana Daddy jadi tidak baik. Lagian hari ini aku mau nikmatin waktu sama Daddy." ucapnya tersenyum memamerkan deretan giginya yang tersusun rapi.


Adam menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil. "Ya udah, cepat habiskan sarapan kamu setelah ini kita akan pergi." ucap Adam tersenyum menatap Hana.


"Okay Daddy." sahutnya begitu girang.


Adam dibuat gemas oleh tingkah Hana yang begitu lucu tapi juga terlihat seksi secara bersamaan. Sudut bibirnya makin tertarik kebelakang membentuk sebuah senyuman. Rasa cintanya terhadap Hana semakin bertambah hingga berkali-kali lipat bahkan jika di ukur dengan ukuran apapun tidak akan pernah terhitung rasa cintanya.


Tangannya terulur mengelus kepala Hana dengan lembut. Hana tersenyum melihat perlakuan Adam disela makannya.


...****************...


Kini Keduanya tengah berada di pantai yang tak jauh dari vila mereka masih berada disekitaran tempat mereka tinggal, Adam sebenarnya tidak merencanakan menghabiskan waktu di pantai ini tapi karena Hana yang terus merengek untuk ke panti ini saja, saat akan pergi tadi membuat Adam terpaksa harus mengiyakan permintaan Hana. Ia tidak ingin melihat wanitanya itu sedih dan mengiyakan hal ini.


Dan disini lah mereka sekarang.


Adam mengejar Hana dan menggendongnya lalu pria itu sengaja menurunkan Hana ke atas air pantai hingga baju yang di kenakan gadis itu basah.


Merasa kesal dengan perlakuan Adam akhirnya Hana membalas dengan menarik baju yang Adam pakai hingga lelaki itu ikut terjatuh ke air. Mereka bermain cipratan seperti anak kecil yang tanpa beban, keduanya begitu tertawa lepas. Membuat pria dewasa itu seakan seperti pria yang berumur 20 tahun.


Mereka berdua membeli pakaian karena pakaian yang mereka gunakan basah oleh air dan tak mau kedinginan.


Terlihat banyak orang yang juga berlibur dan bermain permainan air seperti banana boat membuat Hana menarik baju Adam meminta ikut naik banana boat layaknya anak kecil yang merengek.


Adam melihat permainan banana boat yang sedang dimainkan, terlihat semua orang naik lalu terbalik


dan masuk ke air, membuat Adam menggeleng dengan permintaan Hana, dan terlihat wajah kekecewaan gadis itu berumur 19 tahun itu.


Adam tak kuasa melihat wajah Hana namun ia tak mau bajunya basah lagi. Terlihat dari kejauhan permainan yang lebih seru menurutnya, lalu tanpa pikir panjang ditariknya tangan Hana yang tampak kebingungan.


Hana melihat kemana arah Adam membawanya dan ia tau jika Adam hendak mengajaknya naik jet ski, Hana nampak takut tatkala Adam memasang pelampung.


"Kenapa?" tak tahan Adam bertanya kala melihat wajah khawatir Hana.

__ADS_1


"Nanti kalau Hana jatuh terus Daddy gak tau gimana kan itu cepat kayak naik motor." pertanyaan Hana membuat Adam terkekeh pelan.


"Nggak akan jatuh, nanti kamu pegangan yang kuat di pinggang Daddy."


"Sama Daddy, oke." Hana menganggukkan kepala walau perasaannya masih takut.


Adam menaiki jet skinya dan memegang tangan Hana untuk naik, gerakan pelan yang Adam lakukan pada jet ski agar Hana tak merasa ketakutan dan terbiasa. Dan saat dirasa gadis itu menikmati angin kala menerpa rambutnya membuat Adam tau jika Hana sudah tak takut lagi dan menambah kecepatan jet ski.


Mereka berdua menikmati gemercik air yang sesekali menerpa kaki mereka dan angin yang terasa sejuk berpadu dengan panasnya matahari.


Selesai menaiki jet ski Hana melihat seseorang yang rambutnya dikepang, membuatnya ingin juga namun Adam lagi-lagi melarang hal itu.


"Jangan aneh aneh, kamu sudah terlihat cantik seperti ini." tolak Adam. Sontak Hana menekuk wajahnya karena keinginannya dilarang oleh Adam.


Walau kesal tapi Hana menuruti perkataan Adam untuk tidak dikepang rambutnya. Adam juga membeli kelapa muda yang terasa sangat menyegarkan kerena sesuai dengan cuaca yang panas. Mereka kembali melanjutkan jalan-jalan.


Hana tertawa kala Adam yang iseng menjahili dirinya, sesekali menggoda hingga membuat ia tersipu malu. Adam dan Hana tiduran di-atas pasir pantai sebagai alas dan musik dari pengamen yang ikut meramaikan pantai itu, mereka menikmati suasana.


Senyum Hana tiba-tiba surut berganti wajah kesal, Adam yang melihat itu mengerutkan keningnya bertanya tanya. "Kenapa? Kamu tidak suka dengan liburannya." ucapnya sambil mengarahkan pandangannya mengikuti arah mata Hana yang melihat kearah beberapa wanita genit yang tak jauh dari mereka.


Rupanya Hana kesal melihat wanita wanita lain memandangi Adam dengan begitu genit sesekali kedipan mata mereka berikan pada prianya.


"Jangan lihat kearah mereka, Daddy!" ucapnya sambil mencoba menutupi mata Adam agar tidak melihat kearah beberapa wanita itu.


"Biarkan saja, itu mata mereka. Mereka berhak melihat apapun yang mereka temukan." ucap Adam mengelus pipi Hana.


"Ish kok Daddy ngomong gitu sih, mereka tuh lihatin Daddy dengan tatapan menggoda. Hana nggak suka itu nanti Daddy malah tertarik sama mereka lagi." ucapnya dengan bibir yang monyong ke-depan.


"Daddy tidak seperti itu. Untuk apa tergoda jika di-samping Daddy sudah ada yang lebih hot dan menggoda seperti ini, Hmm?" ucapnya tersenyum.


Blush ....


Pipi Hana seketika merona melihat daddy-nya. Adam memang selalu bisa membuatnya merona setiap harinya. "Apa sih Dad." ucapnya mencoba menutupi perasaan senang sekaligus malu.


"Memang kenyataannya kan? Daddy tidak akan pernah tergoda dengan wanita lain karena hati Daddy sudah menjadi milik kamu seutuhnya."


"Ish Daddy mulai jadi raja gombal." Hana tersenyum kecil mengigit bibirnya.


"Itu bukan gombal tapi kenyataannya seperti itu." ucap Adam sambil memberikan satu kecupan di pipi Hana. Ya memang benar perasaan pria itu sudah begitu jatuh sejatuh jatuhnya pada gadis 19 tahun tersebut.


Tak mau kalah Hana membalas kecupan Adam dibibir pria itu. Adam yang tak mau membuang kesempatan dengan cepat menarik tengkuk Hana dan memberikan ciuman dibibir Hana. Posisi Keduanya kini sudah terduduk saling berhadapan dengan bibir yang masih menyatu.


Dua pasangan beda usia itu seakan lupa tempat untuk bermesraan. Banyak pasangan yang menatap iri keduanya.


Yang tadinya Hana hanya sekedar mengecup, malah menjadi ciuman karena ulah Adam yang sudah memberikan *******, mencecap benda tak bertulang itu dengan rakus.

__ADS_1


"Hmmpt .... Daddy." lenguhan kecil dari mulut Hana terdengar. Tangan Hana sudah melingkar di leher prianya.


Merasa cukup dengan ciumannya Adam Kemudian melepaskan ciuman itu. Menempelkan kening mereka hingga membuat wajah keduanya tak berjarak.


"I love you." ucap Adam. Keduanya masih mengatur napasnya yang tersengal akibat ciuman mereka.


"I love you to." jawab Hana tersenyum lalu memeluk tubuh Adam. Ia baru menyadari jika mereka menjadi pusat perhatian banyak orang di pantai itu. Menempelkan wajahnya di dada Adam mencoba menghindari tatapan mata semua orang yang sedang menatap keduanya.


Sementara Adam begitu acuh dengan wajah datarnya menyadari jika aksi mereka ditonton sedari tadi. Ia membalas pelukan Hana dengan eratnya, mengecup puncak kepala Hana berulangkali.


...****************...


Di Vila. Tepat di kamar sepasang kekasih itu. Hana tengah berbaring terlentang di-atas ranjang, disusul Adam yang baru saja akan menaiki kasur mereka.


"Besok Daddy akan mengurus pernikahan kita." ucap Adam tiba tiba. Sontak hal itu membuat Hana terkejut.


"Dad .... Beneran? Tapi bukankah itu terlalu cepat?." ucapnya menoleh kearah Adam yang baru saja naik keatas ranjang, merangkak mendekati Hana.


Adam mengerutkan keningnya tidak suka mendengar reaksi Hana. "Memang apa yang terlalu cepat? Hubungan kita sudah lama terjalin dan sudah saatnya Daddy menikahi kamu, menjadikan kamu milik Daddy.


Melihat wajah Adam yang sudah terlihat dingin dengan cepat Hana merapatkan tubuhnya, memeluk tubuh Adam, menyadarkan wajahnya di dada bidang itu.


"Bukan seperti itu maksud Hana, tapi kakek bagaimana? Dia belum menyetujui hubungan kita kan?" terlihat raut cemas di wajah Hana.


"Jangan memikirkan Kakek, setuju atau tidaknya dia, Daddy tetap melangsungkan pernikahan kita. Jangan memikirkan hal lain." ucap Adam membalas pelukan Hana.


Hana menganggukkan kepalanya dalam pelukan Adam. Ada sedikit perasaan lega mendengar itu. Ya mulai sekarang ia tidak ingin memikirkan hal lain selain hubungannya dengan Adam.


Adam menjadikan tangannya sebagai bantal dan membawa kepala Hana di-sana, dan mengecup kening gadis itu begitu lembut. Waktu masih begitu sore tapi keduanya sudah berbaring santai di atas ranjang mereka.


"Berarti besok Hana sendiri lagi dong, di rumah?" wajah cantik itu sudah terlihat ditekuk, bibirnya sudah terlihat meruncing ke-depan.


"Daddy hanya sebentar, setelah itu Daddy langsung pulang." ucapnya tersenyum kecil mengelus rambut Hana.


"Janji ya Daddy hanya sebentar?" mengarahkan jari kelingkingnya pada Adam.


Adam terkekeh pelan lalu menautkan jari kelingking mereka. "Iya Daddy janji." ucapnya lalu meraih wajah Hana dan memberikan kecupan bertubi-tubi di-seluruh bagian wajah Hana.


Hana tersenyum menerima perlakuan Adam pada wajahnya. Dan saat wajah pria itu akan turun di ceruk lehernya, Hana menghentikan wajah Adam.


"Dad, ini masih sore!" ucapnya memeringati daddy-nya. Ia tahu jika sudah seperti ini pria itu akan tidak bisa menghentikan pergerakannya.


"Tidak ada batas untuk hal ini, memangnya kenapa dengan sore?" ucapnya lalu melanjutkan lagi aksinya.


Dan pergulatan panas dua pasangan itu terjadi di sore hari dengan begitu gairah.

__ADS_1


__ADS_2