Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat

Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat
ngambek


__ADS_3

1 minggu kemudian.


Siang ini Adam dan Hana sudah sampai Lombok. Keduanya check in dihotel yang dekat dengan pantai sesampainya dikamar hotel Hana langsung merebahkan tubuhnya, meski bukan perjalanan yang terlalu jauh namun ia merasa lelah, mungkin karena kini kehamilannya sudah mulai membesar.


"Mommy pegal?" tanya Adam.


Hana menoleh lalu mengangguk, tanpa banyak bertanya lagi Adam langsung memijit lembut kaki Hana. Wanita hamil itu pun terlelap karena pijatan Adam membuatnya merasa rileks.


Adam menghentikan pijatannya begitu melihat Hana sudah terlelap kealam mimpinya.


Adam tersenyum mengecup sebentar kening Hana lalu mengambil laptop dan mulai melakukan pekerjaannya, ia ingin menyelesaikan pekerjaannya terlebih dulu dikarena kan malam nanti ia akan menghadiri undangan makan malam dari kliennya.


Tak terasa waktu pun sudah menunjukkan pukul tiga sore, Adam meregangkan ototnya yang cukup terasa pegal karena sejak tadi berkutat dengan laptopnya.


Tanpa Adam sadari sejak tadi Hana sudah bangun dari tidurnya dan terus memperhatikannya. Adam menengok kearah Hana dan ia terkejut saat melihat Hana tengah duduk dan tersenyum padanya.


"Mommy udah bangun." ucap Adam.


Hana mengangguk dan turun dari tempat tidur dan menuju kearah sofa di mana Adam sedang duduk.


"Mommy lapar?" tanya Adam.


Hana menggeleng dan duduk dipangkuan Adam.


"Papi kenapa tidak istirahat, malah langsung kerja." ucap Hana.


"Tidak apa-apa, papi mau selesaikan semuanya sebelum ketemu klien nanti malam, mommy siap-siap ya nanti temenin papi makan malam sama klien." ucap Adam.


Hana pun mengangguk dan turun dari pangkuan suaminya, ia berjalan menuju jendela kamar dan melihat keluar jendela. Tampak pemandangan indah pantai di-sore hari. Cukup banyak pengunjung yang terlihat berada di pantai.


"Papi, mommy mau ke pantai." ucap Hana.


"Nanti di restoran kita bisa langsung ke pantai karena restorannya tepat di pantai.


"Ya sudah." Hana mengangguk.


"Papi mau istirahat bentar ya mi, bangunin papi jam empat nanti." ucap Adam.


Hana mengangguk dan Adam mulai merebahkan tubuhnya dan terlelap. Sementara Hana memilih mengeluarkan barang-barangnya dari dalam koper dan menatanya didalam lemari.


Satu jam kemudian


Sesuai yang Adam minta, Hana pun membangunkan Adam tepat jam empat sore.


"Udah jam empat mommy?" tanya Adam.


"Iyah, papi mau mandi? tanya Hana.


"Mau, tapi bareng sama momm ya." ucap Adam dengan tersenyum lebar.


Hana tersenyum dan mengangguk. Dengan cepat Adam turun dari tempat tidur dan menggendong Hana menuju kamar mandi.


"Sini papi saja yang bukakan baju mommy." ucap Adam.


Hana pun membiarkan Adam membukakan pakaiannya.


"Mommy." lirih Adam saat sesuatu di bawah sana tiba-tiba tak bisa diam karena melihat tubuh polos Hana. Adam menjadi semakin sensitif saat melihat tubuh polos Hana dan ditambah dengan perut buncit Hana.


Dimata Adam istrinya itu menjadi semakin seksi dengan perut membuncit seperti itu.

__ADS_1


"Ingat ya cuman sekedar mandi saja tidak lebih." ucap Hana sambil tersenyum dan mulai merendam tubuhnya kedalam bathup yang sebelumnya sudah diisi air hangat.


"Tapi mommy." ucap Adam memelas sambil menatap ke area bawah perutnya.


"Sini, mommy bantuin." ucap Hana.


Wajah Adam berubah menjadi ceria ia pun tersenyum lebar mendengar ucapan Adam. Dengan cepat ia masuk kedalam bathup.


"Tapi ga ngapa-ngapain, mommy bantu pake tangan saja." ucap Hana sambil tersenyum.


Seketika wajah Adam berubah menjadi masam. Ia pun beranjak dari dalam bathup.


"Loh ga jadi nih pi?" tanya Hana dengan bingung.


"Tidak usah, ngapain pake tangan mana enak." ucap Adam dingin.


"Tapi mommy lagi ga mood pi." ucap Hana.


Adam memilih mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Setelah beberapa menit Adam selesai dan akan keluar dari kamar mandi.


"Jangan berendam terlalu lama mommy, katanya mau ke pantai." ucap Adam.


Hana mengangguk dan bergegas keluar dari bathup untuk membilas tubuhnya.


Setelah selesai Hana pun keluar dari kamar mandi. Dilihatnya Adam yang sudah siap dengan memakai kemeja hitam juga celana jeansnya.


"Memangnya jam berapa papi ketemu klien papi?" tanya Hana.


"jam 7, kita turun lebih dulu aja, mommy juga mau jalan ke pantai dulu kan?"


"Iya." Hana bergegas memakai gaun berwarna biru tanpa lengan dengan bagian kerutan dibawah dadanya membuat perut buncitnya tampak terlihat jelas dan rambutnya dikuncir kebelakang.


"Mommy cantik sekali." ucap Adam.


Hana tersenyum dan membalikan tubuhnya berhadapan dengan Adam.


"Papi juga ganteng." ucap Hana sambil mengusap lembut pipi Adam.


Adam memegang pinggang Hana dan Hana kemudian mengecup lembut bibir Adam. Kecupan itu perlahan menjadi sebuah *******. Hingga cukup lama mereka saling bertukar air liur dan Hana melepaskan dirinya saat ia merasa kekurangan oksigen.


"Pi." ucap Hana dengan mengatur nafasnya.


Cup.


Adam mengecup kening Hana. "Mommy genit" ucap Adam sambil tersenyum manis.


"Biarin, genitnya sama suami sendiri kok." ucap Hana.


"Harus itu, ayo kita turun sekarang." ucap Adam sambil menggandeng Hana keluar dari kamar hotel.


Sesampainya di restauran, Adam dan Hana memesan minum terlebih dulu, sambil menunggu kliennya datang Adam dan Hana memilih menikmati indahnya suasana hotel juga indahnya pantai kuta menjelang sunset tiba.


"Sebentar mommy." ucap Adam.


Hana mengangguk dan Adam pergi meninggalkan istrinya sendirian di restauran. Cukup lama Hana menunggu Adam, entah ia pergi kemana Hana juga tidak tahu.


Hana juga mencoba menghubungi Adam namun Suaminya tak menjawabnya dan membuat Hana kesal. Hana pun bangun dari duduknya dan saat ia akan melangkah mencari suaminya tepat Adam pun datang menghampirinya.


"Maaf, mommy nunggu lama." ucap Adam sambil mengecup puncuk kepala Hana.

__ADS_1


"Papi dari mana sih kok lama sekali, papi tega ninggalin istri yang hamil kayak gini sendirian disini." ucap Hana sambil mengerucutkan bibirnya dan mulai duduk kembali.


Adam tersenyum dan menggenggam tangan Hana.


"Papi sedang mengurus sesuatu tadi, sunset nya sebentar lagi tuh." ucap Adam mencoba mengalihkan kekesalan Hana.


"Iya" ucap Hana singkat, ia masih kesal karena Adam meninggalkannya begitu lama.


Hana pun mengambil ponselnya mengabadikan pemandangan sunset yang muncul.


"Mommy seneng? tanya Adam.


"Hmm." jawab Hana singkat.


"Mommy masih marah karena papi ninggalin mommy, tadi? tanya Adam.


"Menurut papi apa?" tanya Hana tanpa menatap Adam.


"Papi minta maaf mommy." ucap Adam.


"Hhmmm." Hana hanya berdehem dengan masih fokus menatap layar ponselnya. Adam hanya tersenyum dan mengusap lembut kepala danai.


"Indah sekali." ucap Hana dengan menatap kearah sunset yang perlahan mulai menghilang.


"Lebih indah mommy dari pada sunset itu." ucap Adam sambil menatap istrinya.


Hana yang tadinya kesal seketika langsung tersenyum mendengar ucapan Adam. Suaminya itu selalu bisa meluluhkan hatinya, Adam pasti tak akan bisa marah berlama-lama pada Adam jika Adam sudah mengeluarkan kata-kata manisnya yang selalu membuat Hana merasa semakin dicintai oleh Adam.


"Jangan cemberut lagi manisnya hilang kalau cemberut" ucap Adam.


Cup.


Adam mengecup kepala Hana.


Tak lama setelah itu datanglah klien yang ditunggu Adam, Hana seketika mengerutkan dahinya melihat seorang wanita muda cantik dengan gaun tak terlalu terbuka namun menampilkan lekuk tubuhnya. benar-benar terlihat sempurna, kulitnya yang putih matanya yang sipit, rambutnya yang pirang dan lurus kebelakang, dengan bentuk tubuh langsing.


"Hai Tuan Adam, maaf anda harus menunggu lama." ucap wanita itu sambil menyodorkan tangannya.


"Oh hai Nyonya Laras, no problem." ucap Adam dengan menyambut tangan wanita bernama Laras, Laras pun mendudukkan dirinya dan melihat kearah Hana.


"Hmm dia sekertaris Tuan?" tanya Laras ambil menunjuk Hana.


Hana membulatkan matanya mendengar ucapan Laras.


"Mana ada sekretaris yang hamil." batin Hana kesal.


Adam tersenyum dan memeluk pinggang Hana.


"Perkenalkan ini istri saya." ucap Adam.


Laras terkejut mendengar ucapan Adam, ia menatap lekat wajah Hana dan tersenyum.


"Maaf saya pikir sekretaris anda" ucap Laras dengan menorehkan senyum manisnya. Mereka pun memilih makan malam terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan membahas tentang pekerjaan mereka.


Setelah kurang lebih 30 menit meeting itu selesai, dan Laras pun pergi dari restauran setelah sebelumnya pamit pada Adam dan juga Hana.


"Mommy mau jalan jalan dulu tidak sebelum pulang ke hotel?" tanya Adam.


"Mommy capek mau balik ke kamar saja." ucap Hana ketus. Belum sempat Adam bicara Hana sudah meninggalkannya lebih dulu.

__ADS_1


__ADS_2