
Adam sudah masuk lebih dulu, ke dalam kamar Hana. Ia membuka dengan kasar jas dan juga kemeja kerjanya. Membuangnya dengan asal di atas sofa kamar.
Hana yang baru saja membuka pintu kamar itu sambil mengarahkan pandangannya kearah Adam, yang sudah duduk di-atas ranjang. Pria itu menatapnya dengan tatapan tajam.
Hana menatap Adam dengan perasaan takut. Ia lalu melangkah perlahan kearah sofa, untuk merapikan baju Adam yang tergeletak asal di-atas sofa itu. Hana juga tak lupa menaruh tasnya di atas meja.
Adam sedari tadi terus menatap Hana, melihat gerak gerik wanita itu dengan masih tatapan tajam.
Hana Mengambil pakaian itu, lalu melangkah pergi ke walk in closet, saat ke dalam ia mengatur nafasnya perlahan.
"Aduh .... gimana nhi? Aku harus punya ide buat bikin Daddy ngga marah lagi sama aku." batin Hana berjalan kesana kemari sambil menggigit satu jarinya.
Cukup lama Hana berpikir, ia langsung terbesit dengan satu ide nakal yang akan membuat Daddy-nya luluh. Ia langsung tersenyum senang mendapatkan ide itu. Hana membuka lemari pakaiannya.
Ia lalu Menanggalkan pakaiannya, mengganti dengan satu buah lingerie yang begitu seksi. Benda tembus pandang itu memperlihatkan dengan jelas tubuh seksinya.
Hana tersenyum nakal, melihat pantulannya di-cermin itu. "Kamu begitu seksi Hana." ucapnya dengan nada yang dibuat sensual.
Hana lalu terkekeh pelan menertawakan dirinya. Hanya karena takut membuat ia, harus melakukan hal gila ini.
Sementara Adam yang tak kunjung melihat Hana keluar, membuat ia semakin kesal hingga menyusul Hana kedalam ruangan walk in closet.
Tapi baru saja akan membuka pintunya, Hana sudah lebih dulu keluar dari dalam sana dengan lingerie seksi nya, sambil tersenyum nakal kearah Adam.
Glek
Detik itu juga, Adam langsung menelan ludah dengan kasar. Melihat pemandangan yang menggoda imannya. Tapi Adam mencoba menahannya tidak ingin tergoda dengan anak nakal ini. Iyah harus mengedepankan gengsinya, masa hanya karena tergoda, ia langsung luluh. pikirnya.
Adam kemudian berjalan kembali menuju kasur, ia harus memberikan hukuman dengan anak nakal itu. Hana langsung menatap kecewa kearah Adam yang berjalan membelakanginya, karena Adam tidak menunjukkan reaksi tertarik sedikit pun dengan yang ia lakukan itu.
Ia merasa sudah seperti perempuan ****** diluar sana yang menggoda para pria berhidung belang. Hana kemudian akan berbalik lagi, kearah ruangan ganti tapi dihentikan oleh suara Adam.
__ADS_1
"Kamu mau kemana lagi? Apa Daddy menyuruh kamu?" Adam dengan suara tegasnya.
Hana tidak ingin membantah, ia lalu berjalan kearah ranjang dengan mata yang sudah berkaca kaca menahan tangisnya.
Hana dengan cepat naik keatas pangkuan Adam lalu memeluk pria berbadan kekar tersebut. "Maafin Hana Dad! Hana tadi mau ngabarin Daddy, tapi ..." Hana sudah menangis di pelukan Adam.
Adam kemudian tersenyum, dibalik punggung Hana. Tangannya terangkat membalas pelukan itu. "Tapi apa sampai kamu ngga bisa ngabarin Daddy siang tadi, hmm?" tanya Adam dengan masih berpura pura memarahi Hana.
Padahal Adam sudah tidak marah lagi, setelah melihat Hana yang masuk kedalam kamar tadi. Tapi ia hanya mencoba membuat Hana, mengakui kesalahannya tadi.
"Ta ... tapi Hana lupa Daddy, hiks hiks." ucapnya dengan sesenggukan seperti anak kecil.
Adam semakin dibuat gemas dan lucu oleh tingkah Hana. Wanita yang berwajah seksi seperti Hana menangis sesenggukan seperti anak kecil. Adam merasa itu sangat lah tidak cocok dan membuat ia hampir saja tertawa karena ulah Hana.
Tapi sebisa mungkin pria itu menahannya. Ia harus terlihat tegas pada wanitanya. Adam lalu melepaskan pelukan Hana, kedua tangannya meraih pipi Hanna. Memegang kedua sisi wajah itu.
"Lihat Daddy! Jika kamu ingin keluar atau mengerjakan tugas kuliah kamu, kamu harusnya beritahu Daddy. Biar Daddy tahu kamu kemana aja di luar sana." ucap Adam dengan nada datar.
Cup .... cup ....
Adam memberikan dua kecupan bibir Hana. "Daddy tidak ingin terulang lagi! Kamu paham?" ucap Adam dengan nada tegas menatap Hana, setelah memberikan dua kecupan dibibir Hana.
"Iyah Daddy." sahut Hana sambil mengangguk setuju. Adam tersenyum mengelus pipi Hana dengan menyeka pipi yang basah karena air mata hana.
"Pintar. Dan mulai hari ini, kamu tidak lagi Daddy bolehkan untuk kemana mana! Kecuali jika itu bersama Daddy."
"Terus, kuliah aku gimana?" tanya Hana dengan wajah terkejut. Bagaimana bisa, Daddy melarangnya keluar rumah. Dan itu artinya ia, juga tidak bisa kuliah dan juga bertemu Tika. Ha .... benar benar sial, pikirnya.
"Kamu tetap bisa kuliah tapi .... Daddy yang akan mengantar kamu, juga jemput kamu sesudah pulang." ucap Adam.
"Tapi kan, Daddy harus ke kant_" Adam mengehentikan ucapan Hana.
__ADS_1
"Jadi kamu ingin membantah?" tanya Adam dengan nada dingin, tak lupa tatapan tajam ia berikan kearah Hana.
Lantas membuat Hana langsung terdiam dan menyetujui keputusan Daddy-nya dengan pasrah nya. "Dasar pemaksa." batinnya menggerutu kesal untuk Adam.
Jika Hana berbicara seperti itu secara langsung, sudah dipastikan ia tidak akan selamat dari singa ganas itu. Adam lalu mengangkat tubuh Hana, mengendongnya bak koala. Sambil terus berjalan kearah, kamar mandi.
"Daddy .... kita mau ngapain?" tanya Hana dengan perasaan yang sudah tidak enak.
"Kita akan melakukan kenikmatan di-sana." ucap Adam menyeringai.
"Ya salam." batinnya, sudah Hana duga itulah yang akan Daddy-nya lakukan. Hana hanya bisa pasrah dalam gendongan Adam.
Di dalam kamar mandi. Keduanya menikmati aktivitas itu di bawah guyuran shower. Adam mencium lembut bibir Hana dengan mengulum lidah Hana. Hana lalu membalas ciuman Adam dengan tak kalah lincahnya.
Hal itu telah membuat Adam semakin bersemangat mencium dan mengulum lidah Hana dengan begitu ga**ah.
Adam akhirnya merobek lingerie Hana dengan gerakan tak sabaran, dengan satu tarikan benda itu akhirnya terlepas dari tubu hana. Dan terpampang sudah buah melon itu tanpa adanya penghalang.
Adam lalu mulai *******-***** buah Hana yang besar itu. Kemudian dengan menundukkan kepalanya, Adam menghisap Cococip hitam Hana dari yang satu ke yang lain. Sambil sesekali di remas-remasnya
hingga membuat Hana mend*sah.
"Ouch .... Daddy, ini sangat nikmat." dalam desahannya Hana terus mengatakan hal itu pada Adam.
Hal itu membuat Daddy-nya semakin menjadi. Kemudian Adam menarik Hana dan membawa tubuh Hana di atas wastafel kamar mandi. Mendudukkannya di sana.
Tanpa di perintah Hana dengan nakalnya telah mengangkat kedua kakinya dan Adam pun telah membuka celana dal*mnya. Saat ini kaki kedua kaki Hana disandarkan pada bahu Adam.
Adam mulai dengan mencium bagian sensitifnya dan menjila*ti selang*ng*n Hana. Karena tidak tahan Hana meminta Adam untuk menghisap area sensitifnya.
"Daddy, eungh." ditengah desah hasr*tnya ia mengigit bibirnya kuat.
__ADS_1
Adam pun mulai menghisap secara perlahan, Hana dibuat semakin menggila. Dengan kedua tangan nya menahan kepala Adam agar mulut Adam tetap di-sana sambil dirinya menggoyang-goyangkan b*k*ongnya.