Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat

Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat
Pindah untuk sementara waktu


__ADS_3

Malam itu.


Di kamar Hana kedua pasangan beda usia itu baru saja menyelesaikan aktivitas panas mereka, aktivitas itu terjadi begitu saja saat mereka berpelukan dan tertawa bersama beberapa jam yang lalu. Adam tampaknya tidak akan puas melakukan itu bersama Hana setelah seminggu lebih tidak menyatu.


Hana menundukkan pandangannya. Dia terlalu malu untuk melihat tubuhnya yang ditatap seperti itu oleh sang pria.


"Sayang, you are so beautiful." puji Adam, lalu mengecupi seluruh punggung polos Hana, naik ke bahu dan berakhir di daun telinga gadis itu.


Hana bergerak geli tatkala Adam mulai memainkan l*d*hnya, meng*l*m dan m*n*l*t daun telinganya dengan sangat lembut, membuat seluruh bul* di t*b*hnya berdiri. "Daddy." Panggilnya, ingin Adam menyudahi permainan ini.


Patuh, Adam segera menarik lidahnya yang sudah membasahi area telinga Hana. Dia mengangkat tub*h model itu dan merebahkannya di ranjang.


Sarang dan Jerry itu sudah terpisah, sebelum tidur Adam lebih dulu membersihkan sarang kesukaannya, dan meninggalkan kecupan basah di sana.


Sementara Hana hanya bisa diam, membiarkan Adam melakukan apapun di atas t*b*hnya. Dan setelah itu, malam mereka kembali terasa hangat, karena terlelap dengan saling memeluk, mengalirkan ketenangan.


"Selamat malam sayang, semoga mimpi indah." ucap Adam lalu mengecup kening Hana. Gadis itu memejamkan mata, dan membalas ucapan Adam. "Selamat malam, Daddy. I love you."


"Love you more." Dan kalimat itu, menjadi penutup malam yang hampir saja tenggelam. Karena dunia sebentar lagi akan berganti fajar.


...****************...


Pagi harinya, Adam dan Hana sudah bersiap siap dengan pakaian santai. Hari ini Adam berniat membawa Hana ke sebuah vila pribadinya.


Saat setelah mendapatkan restu dari Maminya, Adam langsung menyuruh Aryo untuk mencarikan sebuah vila yang nyaman dan mewah untuknya dan juga Hana. Karena ia tahu ayahnya pasti tidak tinggal diam dan melakukan segala hal untuk memisahkan mereka.


Untuk memastikan keselamatan Hana, Adam memutuskan untuk memindahkan Hana di vila yang sudah dibelinya. Mereka akan tinggal bersama dan menikahi Hana.


Mau siapapun yang menghalangi keinginan mereka, itu sudah tidak berarti apa-apa. Karena Adam akan tetap menikahi Hana secepatnya.


Keduanya sudah dalam perjalanan menggunakan mobil berwarna hitam. Hana sedari memasang wajah bingungnya karena Adam tidak memberitahukan kemana mereka akan pergi.

__ADS_1


Pria itu hanya menyuruhnya menurut dan ikuti saja perintahnya, sementara Adam sedari tadi mengukirkan senyumnya, dengan satu tangannya menggenggam tangan Hana sembari mengemudikan mobilnya.


"Daddy sebenarnya kita mau kemana?" pertanyaan itu sudah berulangkali Hana tanyakan, tetapi pria disampingnya itu tidak kunjung menjawab.


"Nanti juga kamu akan tahu. Pokoknya kamu cukup diam dan ikuti saja oke?" ucap Adam tangannya terangkat mengelus pelan pipi Hana.


"Tapi Hana penasaran Daddy." memasang wajah merajuknya.


"Tahan dulu rasa penasaran itu. Sedikit lagi kita sudah akan sampai." ucap Adam menatap sebentar kearah Hana.


"Ish ...." Hana tidak mau bertanya lagi, wanita seksi itu meraih satu snake coklat di laci mobil lalu mengemilnya dalam perjalanan.


Adam sesekali melirik kearah Hana sambil tersenyum kecil. Perjalanan mereka cukup lama untuk sampai ke vila yang dibeli Adam.


Satu jam kemudian sampailah mereka di vila berlantai satu tersebut, dengan desain klasik modern. Terlihat begitu mewah yang sudah pasti tempat orang orang berkelas yang bisa menempatinya. Hana begitu tertegun saat keluar dari mobil, ia menatap vila itu dengan penuh takjub.


"Dad .... Kita mau ngapain di sini?" tanya Hana dengan mata yang masih terpaku pada benda itu.


Melangkah masuk di dalam vila itu. Saat setelah Adam membawanya masuk kedalam, Hana makin dibuat takjub sekaligus bingung kenapa mereka harus ke tempat ini. Hana lalu menoleh ke samping dimana Adam berdiri dengan bibi yang tertarik lebar.


"Dad?" wajah Hana sudah penuh tanya.


"Kita akan tinggal di sini, sekarang."


"Tapi Dad rumah Daddy gimana?" Hana masih begitu terkejut dengan jawaban Adam.


"Kita hanya sementara waktu untuk menempati tempat ini." Sahut Adam tersenyum lalu menarik pinggang Hana merapatkan pada tubuhnya.


Hana menggeleng tidak setuju. "Tapi Hana udah terbiasa di rumah Daddy, di rumah itulah banyak kenangan kita Daddy." ucap Hana dengan wajah yang terlihat sedih.


"Hei ..... ini hanya sementara saja setelah itu kita akan kembali lagi di rumah Daddy."

__ADS_1


Adam memang berniat membawa Hana kembali ke rumah mereka jika merasa keadaannya sudah memungkinkan. Ia tidak ingin papinya mengusik Hana dan membuat wanitanya itu menjadi tidak tenang.


"Setelah masalah Daddy dan kakek sudah membaik, kita akan pulang kembali di rumah Daddy. Kita akan menghabiskan waktu kita hingga tua bersama di-sana." Ucapnya sambil mengecup dahi Hana.


Adam juga tahu jika rumahnya itu mempunyai banyak sekali kenangan dirinya dan juga Hana. Jadi dia tidak akan meninggalkan rumah itu dengan waktu yang lama. Ia berjanji jika semuanya sudah membaik, dia akan kembali lagi bersama Hana.


"Apa separah itu masalah Daddy sama Kakek? Sampai aku harus dipindahkan ke sini?" Hana merasa sedih karena seperti beban untuk pria didepannya ini.


"Nggak sayang .... Daddy cuman memastikan kamu tetap baik baik aja, udah jangan sedih." ucap Adam meyakinkan Hana.


Umaach umaach ummach


Kecupan bertubi-tubi Adam berikan di seluruh bagian wajah Hana hingga turun dan semakin turun diceruk leh*r Hana. Mengecup dengan sedikit memberikan gigitan kecil di sana.


"Aa .... Daddy ... Geli ih." Hana memekik geli karena Adam yang sengaja memainkan lidahnya dileher.


"Daddy jadi pengen lagi, sayang." ucap Adam dengan wajah sudah terlihat sayu.


"Astaga, jangan aneh aneh. Kita baru juga tiba, Daddy udah mulai aja." Hana mencebik kesal.


"Hehehe, Daddy nggak akan pernah puas jika itu menyangkut kamu, sayang." ucapnya dengan tersenyum nakal, Adam melepaskan sebentar pelukannya itu.


"Daddy jangan coba coba, aku masih capek ah." wajah Hana sudah terlihat was was. Melihat Adam yang sudah melepaskan pelukan itu, Hana dengan cepat melarikan diri dari pria bertato itu.


"Sayang, mau kemana kamu! jangan berani kabur." teriak Adam sambil menahan tawanya karena melihat Hana yang sudah berlari masuk kedalam kamar apartemen mewah itu.


Adam lalu berlari mengejarnya kedalam kamar. Hingga


akhirnya membuat dua pasangan yang sedang bucin bucinnya itu saling kejar kejaran didalam kamar tersebut.


Emang dasar ya, Daddy Adam suka lupa umur kalau lagi sama Hana.😁

__ADS_1


Selamat membaca semuanya. Jangan lupa, like vote favoritkan, komen, Rite, follow Author dan kalau kalian baik hati berikan Hadianya para pembaca yang budiman.😁🙏


__ADS_2