
Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, dan Adam baru saja selesai dengan pekerjaannya. Ia tengah melangkah pergi menuju kamarnya dengan Hana.
Saat sudah berada di depan pintu, ia dengan perlahan membuka benda itu dengan pelan agar tidak membangunkan Hana yang sedang tertidur. Tetapi saat pintu itu sudah terbuka sempurna, Adam menatap bingung ranjang yang terlihat kosong tidak ada Hana di sana.
Ia lalu dengan cepat melangkah kearah balkon.
"Astaga, kenapa sampai bisa tertidur di sini." ucap Adam saat mendapati Hana yang terlelap di balkon kamar, ia begitu tertidur pulas di atas sofa dengan tangan yang masih menggenggam novel nya.
Ia tertidur dengan posisi duduk dengan punggung yang tersandar di sandaran sofa, sedangkan kedua kakinya ia selonjorkan.
"Dia terlalu serius membaca novel hingga ketiduran, padahal tadi aku sudah mengingatkan mommy tapi masih saja seperti ini."
Adam lalu meraih tubuh Hana mengendong nya apa bridal style. Ia memandangi sebentar wajah pulas Hana yang sedang tertidur di gendongannya.
Ia mengulas senyum melihat wajah teduh itu, "bahkan saat tertidur dengan gaya apapun mommy masih tetep cantik." ucap Adam saat melihat bibir Hana yang maju ke-depan.
"Mommy terlihat begitu lucu dan seksi secara bersamaan, bagaimana bisa ada manusia yang tertidur dengan gaya yang terlihat seperti ber-selfie." Adam terkekeh lalu mengecup bibir Hana yang terlihat maju itu. Kemudian ia kecup lagi kedua pipi dan kening Hana.
Hana sedikit menggeliat kecil ketika kecupan yang Adam berikan, tetapi itu tak membuatnya bangun dari tidurnya.
Adam kemudian membawa tubuh Hana masuk kedalam kamar dan membaringkannya di atas tempat tidur. Dengan perlahan ia letakkan tubuh Hana, lalu kemudian Adam duduk di bibir ranjang tersebut menatap wajah Hana. Tangannya terangkat mengelus pipi Hana dengan lembut.
"Selamat tidur mommy, semoga mimpi indah. Papi mencintai mommy." ungkapan cinta itu selalu Adam ucapkan setiap harinya bahkan setiap menjelang tidur ia selalu mengucapkan itu untuk istrinya.
Ia kemudian menurunkan wajahnya di perut besar Hana, lalu mengecupnya menahan kecupan itu begitu lama. "Hai baby, tidur yang nyenyak di dalam sana. Jangan membuat mommy kamu terbangun di tengah malam, dia sedang lelah. Papi harap kamu selalu sehat di dalam sana. Papi menyayangi kamu dan juga mommy." bisik Adam.
__ADS_1
Setelah merasa puas mengecup perut istrinya, Adam lalu melepaskan pakaiannya hingga menyisakan bokser. Ia lalu merangkak naik keatas ranjang lalu membaringkan tubuhnya di-samping Hana. Memeluk wanita itu dari belakang.
Karena perut Hana yang sudah semakin besar, hal itu membuatnya kesusahan memeluk Hana dari depan. Dan posisi ini lah yang lebih mudah membuatnya memeluk Hana.
Adam merapatkan tubuhnya dengan Hana, memeluk erat wanita itu dengan wajahnya ia letakkan di ceruk leher Hana.
"I love you mommy." setelah mengatakan itu Adam lalu memejamkan matanya mencoba ikut terlelap kedalam mimpi.
***
"Eungh ... papi." Hana menggeliat dalam pelukan Adam.
Saat merasakan tangan kekar Adam memeluknya, ia lalu mengerjapkan matanya dan kelopak mata itu terbuka sempurna.
Dan benar saja ia melihat tangan Adam yang masih memeluknya dengan erat. Ia mengulas senyumnya melihat tangan itu. Ia lalu meraih tangan tersebut membawanya ke-depan bibirnya lalu mengecup punggung tangan itu dengan sayang.
Ia kecup bibir Adam dengan gerakan berulang ulang hingga si empunya ikut terusik dari tidurnya.
Hana tersenyum saat melihat kelopak mata Adam sudah mengerjab. "Morning Daddy, i love you." ucapan selamat pagi Hana berikan.
"Hmmpt, mommy!"
"Iya Pi, papi udah bangun. Maaf mommy jadi gangguin tidur papi." ucap Hana tersenyum manis.
Adam lalu membuka matanya menatap wajah wanita yang ia cintai. Ia tersenyum lalu membalas kecupan Hana pada bibir wanita itu. "Morning juga mommy, apa mommy merasa nyenyak semalam?"
__ADS_1
Hana mengangguk. "Iya, mommy begitu nyenyak. Bahkan mommy tidak terbangun lagi di tengah malam."
"Itu karena baby mendengarkan ucapan papi. Good baby, your very smart." Adam mengelus perut Hana sambil tersenyum.
"Benarkah? Apa semalam papi membisikkan sesuatu padanya?"
"Iya sayang." jawab Adam.
"Tunggu ...! bukannya semalam mommy tidur di balkon? Apa papi yang memindahkan mommy?" tanya Hana mengelus rahang tegas Adam.
"Iya, lain kali mommy tidak boleh lagi seperti itu. Di luar begitu dingin tidak baik untuk kesehatan mommy." ucap Adam.
"Iya, Hana tidak akan melakukan itu lagi." Hana lalu meletakkan kepalanya diceruk leher Adam dengan tangan yang melingkar di bahu pria itu.
"Apa papi ingin memakan sesuatu? Mommy akan membuatkan sarapan pagi untuk papi." tanya Hana menatap sebentar kearah Adam.
Adam menggeleng. "Biarkan kita seperti ini dulu, papi ingin memeluk mommy bermanja manja di atas ranjang." ucap Adam melingkarkan tangannya di pinggang Hana.
"Memangnya papi tidak ke kantor?" menatap bingung suaminya.
"Tidak, hari ini tidak ada pekerjaan yang begitu penting, bisa di tangani oleh sekertaris papi." Hana pun mengangguk mengerti lalu kembali menenggelamkan wajahnya di dada Adam.
Adam pun mengecup puncak kepala Hana dengan sayang.
Dan pagi itu sepasang suami istri tersebut bermalas-malasan di atas tempat tidur dengan saling memeluk, bahkan kini keduanya sudah menikmati bibir satu sama lain dengan ciuman lembut dan penuh cinta.
__ADS_1
***
Jangan lupa like, vote, Hadiahnya dan jangan lupa favoritkan biar tidak ketinggalan bab berikutnya.🙏