Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat

Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat
BONCHAP. 1


__ADS_3

Enam tahun kemudian ...


"Mami .... hikss ..." teriak anak kecil berusia empat tahun itu, ia berlari memasuki kamar ibunya dengan menangis, sembari tangannya memegang boneka kelinci yang terlihat kotor.


Hana yang sedang membereskan kamarnya seketika terhenti, ia terkejut mendengar suara tangis anaknya.


"Ada apa sayang?" berbalik menatap anak cantiknya yang sudah berlari masuk memeluk tubuhnya.


"Hiks, Kaka kotorin boneka Zoe." aduh anak kecil berwajah persis seperti ibunya tersebut. Sambil memeluk ibunya.


Yap, Hana kembali hamil anak keduanya bersama Adam setelah Kendrick genap berusia satu tahun. Niat ingin hamil lagi setelah usia Kendrick menginjak lima tahun tersebut, harus gagal karena Adam yang terus menerus menginginkan anak perempuan darinya.


Hana sempat menolak karena tidak ingin membuat Kendrick kekurangan kasih sayang, mengingat Kendrick mereka masih begitu kecil untuk menambah anak lagi.


Ia takut jika hamil lagi perhatiannya akan terbagi dan membuat Kendrick merasa tersisihkan. Tapi pikiran itu segera ditepis oleh suaminya, Adam meyakinkan dirinya jika mereka berdua akan memberikan perhatian yang sama untuk anak anak mereka.


Dan itu membuat Hana mau untuk hamil lagi disaat Kendrick berusia satu tahun.


"Udah udah, nanti kita bersihin lagi bonekanya." Hana menenangkan anaknya sambil mengusap usap punggung Zoe.


Zoe menggeleng tidak terima. Gadis kecil itu masih menangis dengan bibir terlihat maju ke-depan, hal itu membuatnya semakin terlihat begitu lucu.


"Zoe mau mami marahin Kaka, dia udah rusakin boneka kelinci kesayangan Zoe. Boneka Zoe jadi nda cantik lagi." ucapnya dengan suara cadel.


"Ayo sini mami gendong, jangan nangis lagi nanti cantiknya Zoe, hilang loh. Memangnya Zoe mau kalau wajah Zoe nggak cantik lagi karena nangis?" ucap Hana sambil meraih kedua pipi chubby milik Zoe Aliqa Matteo.


Zoe menatap wajah ibunya dengan mata yang terlihat sembab. Ia menggelengkan kepalanya. "Zoe nda jelek mami, Zoe cantik seperti mami." ucap Zoe dengan cadelnya.


Hana tersenyum lebar merasa gemas dengan tingkah anak perempuannya. "Maka dari itu Zoe nggak boleh banyak nangis biar cantiknya seperti mami, oke!" ucapnya sambil mengecup pipi chubby anaknya.


Zoe mengangguk dan menyeka air matanya. "Zoe udah cantik kan mami?"


"Iya dong anak mami udah cantik seperti tuan putri." puji Hana sambil mencubit pelan pipi anaknya. "Ayo kita cari Kaka kamu biar dia minta maaf sama tuan putri Zoe."


"Tapi Kaka harus diberikan pelajalan mami, biar nda nakal lagi sama Zoe."

__ADS_1


Hana mengangguk tersenyum. "Ayo, sekarang kita cari Kaka." lalu mengendong tubuh Zoe.


Zoe akhirnya tersenyum kembali dalam gendongan ibunya. Baru saja Hana akan melangkah, terdengar suara anak kecil memasuki kamar.


"Zoe ... Kaka minta–" ucapan Kendrick terhenti saat mendapati mami dan juga adiknya tepat di depannya.


Kedua wanita itupun menatap anak kecil berusia lima tahun tersebut. "Mami ... maaf Kendrick tidak sengaja mengotori Boneka Zoe." ucap Kendrick sambil menundukkan kepalanya.


Hana tersenyum, lalu menurunkan tubuh Zoe. "Ayo minta maaf sama ade, Kendrick harus jadi Kaka yang penyayang sama adiknya." ucap Hana tersenyum.


Sedangkan Zoe memalingkan wajahnya dari Kendrick, dengan bibir yang terlihat mengerucut ke-depan. Rupanya anak cantik itu masih ngambek pada Kakanya.


Kendrick seketika mendongakkan kepalanya. Melihat maminya tersenyum Kendrick lalu melangkah mendekati adiknya, meraih tangan Zoe.


"Maafin Kaka ya Ade, Kaka minta maaf. Kaka tidak sengaja membuat boneka kamu jadi kotor." ucap Kendrick.


Masih belum ada sahutan dari Zoe. Gadis kecil itu masih memalingkan wajahnya kearah lain tanpa menatap kakaknya. Hana yang melihat itu tersenyum lalu meraih pundak Zoe.


"Zoe .... ayo terima permintaan maaf Kaka kamu, dia udah minta maaf loh sama Zoe." bujuk Hana.


"Zoe masih kesal sama Kaka, mami."


Ia tidak pernah memarahi anak anaknya, Hana dan Adam lebih memilih menasehati mereka jika mereka salah. Karena jika amarah yang kita lampiaskan pada anak anak, mereka tidak akan penurut dan malah menjadi pembangkang. Dan itu tidak Hana inginkan.


Zoe seketika menatap ibunya. "Apa Zoe jahat?"


"Zoe nggak jahat tapi Zoe hanya merasa kesal saja pada Kaka, dan sekarang apa Zoe tidak kesal lagi?


Zoe menggeleng. "Zoe masih kesal sama Kaka."


"Loh kenapa? Bukannya Kaka sudah minta maaf, hmm?" meriah kedua pipi anaknya.


"Zoe mau Kaka dihukum." sontak pernyataan Zoe membuat Kakanya menjadi terkejut, ia menatap ibunya sambil menggelengkan kepalanya tidak ingin dihukum.


"Mi, Kaka kan sudah minta maaf Mi." ucap Kendrick dengan wajah memelas, menatap ibunya.

__ADS_1


"Tapi Kaka harus diberikan hukuman." sahut suara imut itu. Siapa lagi jika bukan Zoe.


"Baiklah, sebagai hukumannya Kaka harus membelikan dua ice cream untuk Ade." ucap Hana pada Kendrick.


Rasa takut Kendrick mendadak hilang, ia diam diam tersenyum senang karena hukumannya hanya sekedar membelikan ice cream untuk adiknya.


"Bagaimana Zoe mau tidak kalau hukuman Kaka adalah membeli ice cream yang enak untuk Zoe?" tersenyum menatap anaknya.


Mendadak rasa kesal Zoe pun hilang saat mendengar kata ice cream. Hana tahu karena dengan ice cream lah ia bisa membujuk anak gadis kecilnya.


Zoe memang paling tidak bisa menolak jika itu adalah ice cream.


Zoe mengangguk cepat sambil tersenyum. "Mau mami.


"Ya udah, ayo baikan sama Kaka!" ucap Hana.


Zoe lalu melangkah memeluk kakaknya. "Maafin Kaka ya dek, Kaka tidak sengaja." ucap Kendrick tersenyum.


"Zoe juga minta maaf." keduanya saling berpelukan.


Hana tersenyum melihat pemandangan itu, hatinya seketika menghangat.


Tanpa disadari oleh ketiga orang tersebut, ada sepasang mata yang sedari tadi melihat interaksi mereka. Siapa lagi jika bukan Adam, pria dengan rambut yang sudah terlihat panjang dengan brewok nya itu menatap sambil tersenyum dibalik samping pintu kamar.


Adam tadinya berniat memberikan kejutan dengan kedatangannya yang tiba tiba, mengingat sudah dua minggu ini ia mempunyai pekerjaan diluar negeri hingga meninggalkan ketiga orang yang begitu ia rindukan tersebut.


Saat Zoe asik mengusap punggung kakaknya tiba tiba ... matanya tidak sengaja menangkap sosok pria bertubuh tinggi dan tegap tersebut. Ia langsung membulatkan matanya begitu senang.


"Daddy!" teriaknya dengan suara nyaring. Ia langsung melepaskan pelukannya dan berlari kearah Daddy nya.


Kendrick pun ikut menoleh kebelakang, ia langsung tersenyum dan ikut berlari kearah pria tersebut. Adam langsung berjongkok dan merentangkan tangannya menerima pelukan kedua anak anaknya.


"Daddy, Zoe kangen. Kenapa Daddy lama sekali kelja nya."


"Ken juga kangen Daddy," ucap Kendrick.

__ADS_1


Kedua anaknya memeluk tubuh Adam dengan begitu erat.


Sementara Hana berdiri menatap kedua anak dan Suaminya yang sudah dua minggu ini ia rindukan.


__ADS_2