
"Kita akan melakukannya hingga malam, mommy. Kamu tidak perlu bergerak biar papi saja yang melakukannya." menatap dengan wajah nakalnya.
"Ck papi selalu saja seperti itu, awalnya papi hanya mengatakan sekedar meminum susu, nyatanya papi meminta lebih." omel Hana dengan bibir mencebik.
"Heheheh, papi terlanjur kebablasan sayang." ucapnya dengan santai. Setelah itu dengan cepat Adam langsung memoloskan tubuh Hana yang sudah setengah polos tersebut.
Begitu pun dengan dirinya, dengan dada yang naik turun dan nafas yang terdengar memburu dia bergerak tidak sabaran. Dan Hana sudah pasti menjadi si pasrah atas semua ini.
Adam menarik kedua kaki Hana dan membukanya lebar-lebar. Adam menempelkan pucuk hidungnya di sana, menghirup dalam seolah aroma itu sangat dia rindukan.
"Milik mommy sangat wangi." Pujinya sambil menatap Hana.
Gadis itu tak menjawab apapun, hanya ada rona di wajahnya, menandakan dia suka kalau Adam juga suka. Hingga di detik selanjutnya Hana menjerit sambil menjambak rambut Adam. Mulutnya menganga dengan desaah yang menggema. "Ah, papi!"
Seluruh tubuhnya dibuat menegang, di saat irisan buah peachnya dikulum dan disesap dengan penuh gairah oleh sang suami. Hana tak bisa berkutik tatkala Adam menelusupkan lidahnya ke dalam sana. Kepala gadis itu menggelegak dengan mulut yang terbuka lebar.
"Papi, berikan saja sekarang." teriak Hana, yang sudah tak mampu menahan rasa yang Adam berikan. Dia mencengkram erat kain sprei. Namun, tak lama dari itu tangannya terbuka karena Adam menautkan tangan mereka.
Kini, dia berada tepat di atas tubuh Hana. Wajah gadis itu memerah, dengan dada yang membusung. Dan Adam sangat menyukai pemandangan indah ini. Dia menyeringai penuh.
"Kamu siap mommy?"
Hana mengangguk sebagai jawaban dengan kedua tangannya menangkup sisi wajah Adam. Pria itu mengulum senyum, memegang tangan Hana dan beberapa kali menciumnya.
Tanpa menunggu lebih lama, Hana dibuat tersentak saat Jerry membelit liang kenikmatannya. Adam mendorong tubuhnya, hingga pusakanya terbenam semakin dalam, dan hal itu sukses membuat mulut Hana tak berhenti untuk menganga, dengan ludah yang terasa tercekat di tenggorokan.
__ADS_1
Adam lebih dulu menciumi wajah gadis itu. Dia kembali menautkan jari jemari mereka, lalu wajahnya turun hingga bermuara di pucuk yang tengah menegang hebat, akibat sengatan yang Hana terima.
Suara desaahan keduanya adalah lagu cinta paling merdu, yang nyaris tak ada duanya. Adam bagai singa kelaparan yang melihat daging segar, hingga tanpa segan dia terus melahapnya tanpa ampun.
Padahal ia sudah melakukannya berulang-ulang kali tapi masih tetap tidak membuatnya bosan, dan malah semakin membuatnya mendambakannya.
"Oh papi!" jerit Hana, wajah sensual gadis itu semakin terlihat menggoda, dan Adam tidak menyia-nyiakannya. Dia kembali mencium Hana dengan buas sebagaimana biasanya. Dan Hana selalu membalas itu dengan senang hati.
Dia senang dengan permainan Adam yang selalu bisa memanjakannya. Hana menjambak rambut Adam, sementara bibirnya saling menggigit dan bertukar saliva dengan sang pria.
"Gerakan tubuh mommy," pinta Adam dengan hentakannya yang mulai memelan, dia pintar-pintar mengatur tempo permainan, agar pelepasan itu tidak keluar terlalu cepat. Dia ingin melepaskannya bersama dengan Hana.
Dan pelepasan pun mereka dapatkan di sore itu.
***
Malam harinya.
Adam dan juga Hana sudah selesai makan malam, kini Adam tengah mengantarkan istrinya kedalam kamar sebelum nantinya ia akan kembali keluar untuk melanjutkan pekerjaannya di ruangan kerjanya.
Adam merengkuh pinggang Hana disela langkah mereka.
"Udah papi langsung ke ruang kerja saja, mommy akan masuk kedalam kamar." ucap Hana saat sudah berada di depan pintu kamar mereka.
"Tidak, biarkan papi mengantarkan mommy sampai kedalam." tolak Adam tegas.
__ADS_1
Hana pun membiarkan Adam mengantarkannya masuk kedalam ruangan tersebut.
"Udah, sekarang mommy udah di kamar. Papi boleh lanjutin perkejaan papi." ucap Hana tersenyum sambil mengecup rahang Adam.
Adam pun membalas senyuman Hana sambil mengelus pipi Hana dengan gemas. " Ya sudah, jika papi lama kembali, mommy tidak perlu menunggu dan langsung tidur saja." ucap Adam.
"Iya Pi, tapi Hana pengen duduk di balkon dulu sambil baca novel. Boleh ya Pi?" Hana meminta ijin.
"Iya boleh, asalkan tidak terlalu lama. Mommy hanya boleh baca beberapa menit saja setelah itu kembali lagi kedalam kamar untuk istirahat." cetus Adam.
"Iya Pi,"
"Ya sudah, papi ke ruang kerja dulu." Dan di anggukan oleh hana dengan senyum manisnya.
Tak lupa Adam memberikan kecupan di puncak kepala Hana sebelum keluar dari ruangan tersebut.
Adam pun telah berlalu dari sana hingga tinggallah Hana di kamar itu. Hingga kemudian Hana pun berjalan menuju rak buku yang tersusun banyak koleksi novelnya di sana.
Adam sengaja membelikannya sebanyak itu agar hana bisa mengoleksi nya dan tidak perlu repot-repot lagi untuk ke tokoh buku membelinya.
Ia juga bertujuan membelikan banyak sekali koleksi novel untuk Hana adalah karena dengan novel bisa menghilangkan rasa bosan Hana yang sudah menghabiskan waktu lebih banyak di rumah, mengingat istrinya hamil dan harus cuti kuliah. Jadi mau tak mau waktunya banyak sekali dihabiskan di rumah.
Sebelum ke balkon ia lebih dulu memakai juba tidurnya, setelah itu ia langsung melangkah ke arah balkon dengan tangannya memegang satu novel bergenre romance comedy yang menjadi pilihannya untuk ia baca malam ini.
Mumpung waktu masih menunjukkan pukul delapan malam, jadi ia memanfaatkan untuk membaca novel.
__ADS_1
***
Jangan lupa like, vote, favoritkan dan jangan lupa Hadianya ya guys. 🙏😘☺️