
Jangan lupa kencangkan like, vote, komen, Hadianya dan favoritkan biar aku semangat lagi buat nulisnya. ☺️
***
Pagi ini Adam terbangun dari tidurnya dan melihat kearah jam yang berada dimeja samping tempat tidurnya sudah menunjukan pukul 08:00 tepat.
Adam kemudian ia mengalihkan pandangannya dan melihat Hana yang masih tertidur pulas.
Cup.
Adam mengecup kening Hana dan mengusap lembut perut Hana.
Adam juga mengecup gemas perut Hana yang sudah mulai membesar itu membuat Hana sampai terbangun dari tidur nyenyak nya.
"Pagi mommy." ucap Adam dengan menorehkan senyum manisnya.
"emmm pagi, pi." ucap Adam. "auww Hana memekik saat merasakan adanya pergerakan dari dalam perut nya dan membuatnya terasa digelitik. Adam yang melihat Hana memekik pun menjadi panik.
"Ada apa mommy?" tanya Adam cemas. Hana menggeleng dan menyenderkan dirinya di sandaran tempat tidur.
"Perut aku geli" ucap Hana sambil tersenyum. Adam merasa bingung derngan ucapan istrinya itu, padahal ia tak menggelitiknya.
"Geli, apa yang geli sayang?" tanya Adam.
Hana tersenyum kecil lalu meraih tangan Adam dan meletakkan diperutnya yang membuncit.
"Mommy ini, ini apa?" tanya Adam terkejut dan repleks menarik tangannya saat merasakan sebuah pergerakan dari perut Hana.
"Baby nya gerak." ucap Hana sambil tersenyum.
"Apa? Apa benar mommy?" Adam menempelkan kembali tangannya keperut Hana.
Hana mengangguk dan tersenyum. "Ya Tuhan ... dia benar benar gerak mommy." ucap Adam dengan wajah terharu.
Saat ia merasakan lagi sebuah pergerakan itu. Adam menyingkap lingerie Hana keatas hingga perut Hana sampai terlihat polos. Adam masih terus memegang perut Hana dengan tatapan tak lepas dari perut istrinya.
"Oh God, lihat itu perut mommy bergerak dengan kencang." Adam dengan menatap kagum pada perut Hana yang terguncang kekiri kekanan. Membuat Adam tak hentinya mengungkapkan kekagumannya pada apa yang ia lihat saat ini. Hana tersenyum melihat Adam begitu antusias.
"Mommy, baby nya sedang apa ya kok gerak gerak gitu?" tanya Adam masih dengan tatapan yang tak lepas dari perut Hana.
"Baby nya sedang ngambek ingin sarapan pagi pi." ucap Hana. Hana mendongak menatap Hana.
__ADS_1
"Mommy lapar?" tanya Adam.
"lya Hana lapar pi." ucap Hana.
Adam bergegas bangun dan turun dari atas ranjang. Ia menuntun Hana turun dari tempat tidur.
"Akh papi mau mau apa?" tanya Hana bingung saat randy mengangkat tubuhnya.
"Sstt. pagi ini spesial papi yang akan buatkan sarapan buat mommy." ucap Adam.
"Tubuh mommy semakin berat juga ternyata." ucap Adam sambil menggendong Hana turun menuju dapur.
"Haha, lagian papi sih yang mau gendong, udah Pi turunkan Hana." ucap Hana sambil terkekeh.
Adam menggeleng dan tetap menggendong Hana dan sesampainya di dapur Adam mendudukkannya dikursi makan.
"Pagi Tuan, Nona, mau sarapan apa? tanya bi Surti.
"Ngga usah bi, hari ini saya yang akan masak buat sarapan Hana jadi bibi kerjakan yang lain saja." ucap Adam.
Bibi pun mengangguk mengerti dan pergi meninggalkan dapur.
"Mommy mau sarapan apa." tanya Adam sambil mulai memakai apronnya.
Adam mengangguk dan mulai membuatkan sarapan yang Hana inginkan. Hana tersenyum melihat suaminya yang begitu fokus membuatkannya sarapan. Hana sungguh merasa beruntung karena memiliki Suami yang begitu menyayanginya, mencintainya dan peduli padanya.
Selang beberapa menit Adam selesai membuat sarapan dan meletakkannya dimeja, tak lupa Adam pun membuatkan susu ibu hamil Hana seperti pagi pagi sebelumnya.
"Sarapan nya sudah jadi ... Ayo dimakan sarapannya." ucap Adam sambil mendudukkan dirinya dikursi tepat di-samping Hana.
Hana mengangguk dan mulai melahap sarapannya.
"Masih enak seperti pertama kali papi buat." ucap Hana dengan mulut yang penuh.
"Apa benar rasanya masih sama?" tanya Adam tidak yakin.
"He em enak kok Pi. Papi mau coba?" sambil menyodorkan sesendok nasi goreng ke mulut Adam. Adam pun menerima suapan itu.
"Iya masih enak. "Mommy suka?" tanya Adam.
"Suka banget, makasih ya mommy." ucap Hana.
__ADS_1
"Sama-sama mommy, di habiskan nasi goreng dan minum susunya." ucap Adam.
Hana mengangguk dan melanjutkan sarapannya.
"Oiya papi, apa kit tidak akan melakukan baby moon?" tanya Hana.
"kamu mau babymoon?"
"Iya, Pi. Hana pengen aja rasain baby moon."
"Memangnya mommy mau baby moon kemana?"
"Terserah papi punya waktu luangnya kapan, Hana pengen banget Pi, anggap aja babymoon sekalian bulan madu kita, kita kan belum pernah bulan madu Pi." ucap Hana.
"Emm ... kapan ya? Minggu ini papi akan ada meeting mommy, terus ada peresmian cabang perusahaan papi untuk papi hadiri." ucap Adam.
Hana langsung menundukkan kepalanya, seketika wajahnya menjadi sedih setelah mendengar ucapan suaminya itu.
Adam menghela nafas dan memegang tangan Hana.
"Atau mommy mau ikut Papi ke Bandung? Peresmian cabang perusahaan papi di kota Bandung dan hanya sehari dan selebihnya mommy dan papi sekalian saja baby moon Bagaimana?" tanya Adam.
"Ngga ah, Hana tidak mau baby moon saat papi sedang kerja. Lain kali saja, kita baby moon nya."
"Mommy marah? Kita bisa baby moon di sana. Kerjaan papi juga tidak akan lama kok."
Hana tetap menggeleng dengan arti menolak usulan Adam. "Mommy ngga marah Pi, mommy hanya tidak tertarik saja dengan tempatnya." jawabnya.
"Kalau gitu mommy mau di mana?" Adam menggenggam tangan istrinya sambil mengecupnya.
"Hana belum memikirkan tempatnya, nanti saja kalau mommy sudah dapat tempat yang mommy mau."
"Ayolah sayang, papi tau mommy pasti ngambek jika sudah seperti ini."
"Siapa? Hana tidak merajuk Pi. Hana cuman memikirkan dulu tempatnya." ucap Hana sedikit berbohong.
"Hah ya sudah. Tapi mommy tidak marah bukan?" memastikan kembali.
"Iya Pi," ucap Hana sambil mengulas senyum.
Adam langsung memeluk tubuh Hana. "Setelah peresmian, papi akan secepatnya kembali dan kita bisa baby moon ke tempat yang mommy mau, oke." ucap Adam sambil mengusap rambut Hana.
__ADS_1
"Iya."