Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat

Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat
mau jalan bareng


__ADS_3

Pagi harinya Hana sudah terbangun, tapi belum juga membuka matanya. Ada seseorang di sampingnya yg sedang memeluknya erat. Perlahan dia meraba dada bidang yang berada di depannya


Hana tersenyum dan mengecup dada laki laki yg telanjang itu tanpa membuka matanya. Karena sentuhan Hana, akhirnya laki laki itu bergerak dan tiba tiba tangan lelaki itu naik dan meremas dada Hana. Siapa lagi kalau bukan Adam pelakunya.


Hana mendesah karena mulai bergairah, dia mencoba membuka matanya untuk melihat laki laki yang dia cintai selama ini,.


Tampak Adam sedang menatapnya sedari tadi dengan senyum manisnya, dengan tangannya yang terus memegang melon Hana. "Daddy .... Daddy udah bangun?" Hana merubah posisi terlentang nya menjadi menyamping lalu merapatkan tubuhnya dengan Daddy-nya, ia lalu memeluknya dengan kepala diletakan di-dada bidang Adam.


Adam mengecup puncak kepala gadisnya dengan lembut. "Pagi baby ...."


"Pagi juga Daddy." Hana membalas dengan senyuman.


"Daddy ngga ke kantor?" Hana menatap daddy-nya sebentar, lalu mengarahkan pandangannya kearah jam dinding yang menghadap tepat diarah mereka.


"Udah jam delapan Dad. Ayo bangun Daddy harus ke kantor!" Hana mencoba beranjak dari pembaringannya, tapi dengan cepat Adam menahan tubuhnya kembali masuk dalam pelukan pria itu.


"Daddy nggak ke kantor hari ini. Ayo tidur lagi!" kata Adam sembari memeluk Hana dengan kakinya sudah melingkar di tubuh wanitanya, bermaksud mencegahnya beranjak dari posisinya itu.


"Tapi hari ini Hana mau ke kampus Daddy." Hana mencoba berbohong.


"Jangan bohong kamu, Daddy tahu kamu nggak punya jadwal hari ini. Ayo tidur lagi!" ucap Daddy-nya dengan posisi kepalanya sudah berada di ceruk leher wanitanya sambil menjilati ceruk leher itu.


Hal itu sontak membuat Hana tersentak kegelian, dengan mencoba mendorong kepala Adam dari tempat itu. "Dad! geli ah ...."


Adam lalu mendongakkan kepalanya melihat Hana, ia tersenyum kemudian mengecup lagi ceruk lehernya.


Cup ....


"Dad! .... geli ah Haha." Hana menahan kepala Adam sambil tertawa geli.


"Gimana kalau kita main lagi?" ujar Adam mendongakkan wajahnya menatap Hana, dengan kening yang naik turun dengan nakalnya


"Jangan mulai lagi Dad, ini juga masih pagi." sahut Hana menatap malas daddy-nya.


"Tapi Daddy ingin." ucap pria matang itu dengan manjanya, sambil menggosokkan wajahnya di kedua melon Hana yang masih polos itu. Keduanya memang tertidur tidak menggunakan sehelai benang pun semalam, sejak kejadian di tempat kerja Adam semalam membuat mereka melanjutkan di atas tempat tidur.


Hana sudah pastikan jika seperti ini, Daddy-nya tidak akan menyerah sebelum mendapatkan apa yang ia mau. Ia lalu memutar akalnya, mencari ide agar Daddy-nya tidak melanjutkan lagi aktivitas mereka.


Hingga beberapa detik kemudian Hana langsung mendapatkan sebuah ide untuk mengelabuhi daddy-nya itu, ia tersenyum senang kemudian. "Dad .... Hana pengen jalan-jalan sama Daddy hari ini, mau ya?" ucap Hana sambil menampakkan senyum manisnya.


"Jalan? Jalan kemana?" Adam menautkan kedua alisnya bertanya.

__ADS_1


"Ya, jalan kemana aja. Soalnya cemilan Hana juga udah habis di kulkas, gimana kalau ke supermarket?." ucap Hana dengan wajah penuh harap.


"Hmmm ..... Daddy pikirkan dulu." ucap Adam dengan wajah yang tampak berpikir.


"Ih Daddy! Jarang jarang loh, Hana minta diajak jalan kayak gini. Ayolah Daddy." bujuknya lagi.


Memang benar jika cemilannya yang sudah habis di kulkas dan setelah mendapatkan ide ini, apa salahnya jika manfaatkan saja.


"Ya sudah, ayo bersiap siap kita jalan keluar." ucap Adam akhirnya mengiyakan permintaan gadis-nya.


"Yeah! akhirnya Hana bisa jalan bareng lagi sama Daddy. Hitung hitung kita lagi keluar sebagai pasangan yang sedang menikmati masa pacaran." Ucapnya kegirangan sambil memeluk Daddy-nya erat.


Hana lalu menciumi bibir Adam berulang ulang.


Umaach umaach umaach ummach ......


"Iove you Daddy." ucapnya diselah serangan yang bibirnya lakukan pada Daddy-nya.


Adam hanya terkekeh menerima ciuman Hana sambil matanya terpejam karena menerima serangan bertubi tubi dari gadis-nya.


"Kamu kalau ada maunya kayak gini ya, Hmm ...." ucapnya terkekeh menatap Hana yang berada tepat di wajahnya itu.


Duduk tepat di senjata milik pria dewasa itu, yang masih tertutup celana boxer miliknya.


Adam terkejut dengan aksi Hana yang sangat tiba tiba. "Udah mulai nakal ya, kamu." Adam menatap Hana di-atas sana.


Hana tersenyum lalu menarik pelan tangan Adam agar bangkit dari baringnya. "Ayo Daddy, kita mandi bersama. Setelah itu kita berangkat." sahut Hana antusias.


Adam menggelengkan kepalanya melihat tingkah Hana, ia lalu bangkit dari tidurnya. Kemudian terduduk dengan posisi yang memangku Hana.


"Ayo kita mandi, baby." ucap Adam dengan tersenyum nakal, ia lalu berdiri dengan Hana yang berada di gendongan.


Kaki Hana sudah melingkar di pinggang pria itu sambil kedua tangannya melingkar erat dileher Adam. Adam melangkah ke kamar mandi dengan membawa tubuh Hana masuk kedalam sana.


Dan terjadi lagi permainan panas mereka didalam sana. Terdengar suara suara laknat dari keduanya.


Sementara di tempat lainnya. Leo sedang menelepon Tika sepagi itu hanya karena meminta nomor Hana pada sahabat wanita itu.


Tampak ia masih berbaring di-atas kasurnya menunggu panggilan itu diangkat oleh seseorang dari sebrang sana.


Dan tak berapa lama, Tika mengangkat juga panggilan Leo. "Halo." jawab Tika dengan wajah heran.

__ADS_1


Bagaimana tidak heran, jika Leo meneleponnya pagi pagi. Setahu dia pria itu tidak biasanya meneleponnya seperti ini.


"Lo dimana?" tanya Leo sambil menatap langit langit kamarnya.


"Di rumah, emang kenapa?" tanya Tika dengan keningnya terangkat.


"Hmm, ini gue lagi mau minta tolong sama lo." ucap Leo dengan wajah mengembang.


"Minta tolong apa? tumben banget pagi pagi udah telepon minta tolong." sahut Tika sambil memindahkan beberapa lembar roti di dalam pemanggang roti.


"Ini .... gue sebenernya mau minta nomornya Hana." sahut Leo sambil tersenyum kikuk.


"Ya ampun .... gue pikir apaan, ternyata karena hal itu." Tika terkekeh geli.


"Heheheh, ya abisnya gimana dong. Udah kelewat sabarnya nhi. Gue udah nggak tahan lagi buat minta nomornya dia." ucap Leo tertawa.


"Ya udah ..... nanti gue kirim lewat wa Lo aja." sahut Tika.


"Yang benar lo? ...." Leo dengan perasaan senangnya, ia lalu bangkit dari posisinya menjadi terduduk di atas ranjang itu.


"Iya .... udah ya. Gue matiin dulu teleponnya, soalnya gue lagi di dapur." sahut Tika.


"Eh Iyah. Maaf ya udah gangguin lo." ucap Leo.


"Iyah, santai aja."


"Ya udah, dilanjutin lagi masaknya." Leo tersenyum senang lalu mematikan sambungan telponnya.


Tak berselang beberapa lama, bunyi notifikasi WA masuk di hpnya. Ia lalu meraih cepat benda itu kemudian membuka aplikasi hijau tersebut.


"Yes! akhirnya gue dapatin juga, tu nomor." Leo berteriak senang di dalam kamarnya.


Tok tok


"Leo! ..... bangun .... Kamu harus ke kampus kan?" terdengar suara mamanya dibalik pintu kamar itu.


Leo menatap benda itu dengan malasnya, baru saja ia merasakan senang, mamanya malah mengganggunya lagi di luar sana.


"Iyah ma! .... Leo udah selesai nhi, bentar lagi Leo udah keluar." Teriaknya berbohong, lalu beranjak pergi ke kamar mandinya.


"Nggak apa apa deh, mumpun gue lagi bahagianya." ucapnya disela langkah kakinya itu.

__ADS_1


__ADS_2