Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat

Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat
Tak pernah puas.


__ADS_3

"Mommy mau jalan jalan dulu tidak sebelum pulang ke hotel?" tanya Adam.


"Mommy capek mau balik ke kamar saja." ucap Hana ketus. Belum sempat Adam bicara Hana sudah meninggalkannya lebih dulu.


Adam menghela nafas dan mengikuti Hana dari belakang.


"Mommy kenapa lagi, mommy marah? Kok cemberut terus dari tadi?" tanya Adam saat mulai memasuki lift.


"Papi senang kan kliennya perempuan? Dia juga cantik dan langsing pasti papi akan betah terus bekerjasama dengan klien itu." kesal Hana.


Adam tersenyum dan memegang tangan Hana.


"Jangan pegang-pegang Pi, Hana masih kesel sama papi." ucap Hana.


"Sabar Adam, Istri kamu sedang hamil." batin Adam sambil mengelus dadanya.


Hana melangkahkan kakinya saat pintu lift terbuka. Adam terus mengekori Hana dan sampailah di pintu kamar hotel yang mereka tempati.


Hana membuka pintu kamar dan melangkah masuk. Ia terkejut begitu melihat pemandangan tempat tidur yang sangat cantik karena sudah dihiasi oleh kelopak bunga mawar merah yang membentuk hati, bahkan bunga itu tersebar ke seluruh lantai kamar.


Hana masih diam mematung dengan tatapan yang tak lepas dari apa yang ia lihat. Hana barulah tersentak saat Adam memeluknya dari belakang.


"Maafkan Papi, tadi papi sengaja meninggalkan mommy karena sedang menyiapkan ini semua untuk mommy." bisik Adam tepat dibelakang daun telinga Hana dan membuat Hana merinding sekaligus merasakan suhu tubuhnya memanas.


Adam meminta petugas hotel untuk menyiapkan kejutan manis itu buat istrinya. Adam mengusap lembut lengan Hana dan membalikan tubuh Hana hingga kini saling berhadapan.


"Apa mommy masih marah? Jangan marah lagi, papi mencintai mommy." ucap Adam dengan terus mengusap lembut pipi Hana.


Hana memejamkan matanya, suhu tubuhnya terasa semakin panas dan Adam pun dapat merasakan itu. perlahan Adam mengecup bibir Hana. Di kecupnya berkali-kali bibir tebal dan seksi itu.


"Mommy juga mencintai papi, sangat mencintai papi." batin Hana.


Hana merasa begitu beruntung memilki suami yang selalu punya cara manis untuk membuatnya luluh padanya.


Hana lalu mengalungkan tangannya dileher Adam dan membalas kecupan Adam dengan sebuah ******* lembut.

__ADS_1


Hingga keduanya pun semakin memanas dan kegiatan mereka berakhir dengan penyatuan yang begitu indah, ranjang yang bertaburan kelopak mawar merah itulah yang menjadi saksi bisu aktivitas penuh cinta dan gairah.


***


Hampir seminggu Adam dan Hana melakukan baby moon sekaligus bulan madu di lombok. Itu pun karena Adam sengaja meluangkan banyak waktu senggang dan kebetulan juga Adam masih berada dalam masa cuti kuliahnya.


Siang ini, cuaca di Bali lumayan panas. Kedua pasangan suami istri itu memilih untuk berenang di kolam renang yang menjadi fasilitas dari kamar yang Adam pilih, kolam itu khusus untuk privat tanpa takut ada orang di tempat itu selain mereka berdua.


Hana begitu menikmati aktivitas berenangnya di kolam itu tanpa takut kulitnya terbakar. Hana memilih berenang tanpa menggunakan bikini, hingga memperlihatkan tubuh polos dan juga perut buncit yang terlihat begitu seksi.


Adam tadinya sempat terkejut dan melarang istrinya berenang dengan keadaan polos seperti ini tapi karena tidak tega memarahi istrinya ia pun mengiyakan saja permintaan Hana, mengingat ini juga adalah kolam private yang tidak bisa didatangi oleh orang lain selain mereka berdua jadi Adam tidak merasa khawatir jika ada yang melihat istrinya seperti itu.


Adam tersenyum nakal melihat tubuh polos istrinya. Yah, Adam paling tidak tahan saat melihat tubuh polos dan seksi istrinya yang mulai berisi itu. Semenjak hamil, tubuh Hana pun jadi semakin berisi di-bagian bagian tertentu seperti dada dan bokong nya.


Kedua bagian itu pun semakin membesar akibat perubahan hormon di tubuhnya. Di tambah perut Hana yang buncit, membuat gairah Adam semakin terpancing.


Suhu tubuhnya memanas dan di bawah sana bahkan sudah menegang. Namun sebisa mungkin dia tak ingin menyetubuhi istrinya itu di tempat terbuka, tentunya dia tak segila itu. Meski tak ada siapa pun di sana, tetap saja dia tak akan melakukannya di tempat terbuka seperti itu.


Adam menghampiri Hana saat wanita itu asik berenang dengan gaya bebas di kolam itu. Ia begitu menikmatinya sambil tersenyum menatap Adam yang berenang kearahnya.


"Papi mau ngapain?" tanya Hana sambil terkekeh saat Adam sudah melingkar kan tangannya di pinggang Hana.


Adam tak menjawabnya dan memberikan kecupan pada bibir tebal Hana. "Mommy begitu seksi, papi jadi tidak tahan apa boleh papi memintanya lagi?" tatapan Adam sudah terlihat sayu menatap Hana.


Hana tersenyum kenapa suaminya selalu saja tidak puas dengan hal itu. Bahkan tadi pagi saja pria itu sudah meminta jatahnya dan siang ini Adam ingin meminta nya lagi? Dasar pria.


"Apa papi tidak lelah?" tangannya terangkat mengelus rahang tegas Adam.


"Tidak papi tidak akan puasa jika menyangkut itu. Ayolah papi ingin lagi, apa mommy tega melihat dia tersiksa di bawah sana." ucap Adam sambil membawa tangan Hana ke benda yang masih tertutup boksernya.


Benda itu sudah terasa mengeras siap untuk berpacu dalam melodi cinta. Bisa Hana rasakan saat tangannya Adam gerakan di area itu.


"Apa mommy merasakan itu? Papi dan dia sudah tersiksa." ucap Adam sambil memelas.


"Ya sudah lakukan saja." Hana memberikan persetujuan dengan santainya.

__ADS_1


"Di sini?" Adam tampak terkejut.


"Iya memangnya papi mau di mana?"


"Tidak jangan di sini mommy sedang hamil papi tidak mau jika mommy sampai kedinginan." ucap Adam tidak setuju, otak waras nya masih bekerjasama. Ia tidak ingin melakukan itu di kolam karena ia sudah tau jika sekali bermain itu sudah pasti memakan waktu dan Hana akan kedinginan di dalam kolam.


"Lalu?" tanya Hana.


"Kita akan melakukannya di kamar, ayo." Adam langsung mengendong Hana keluar dari kolam.


Dengan sigap Hana melingkarkan tangannya di leher Adam sambil tersenyum.


Saat sudah berada di dalam, Adam mengeringkan tubuh mereka menggunakan handuk setelah selesai ia pun membawa Hana ke atas ranjang merebahkannya di-sana dengan perlahan.


"Apa mommy siap?" tanyanya sambil tersenyum.


"Iya." sahut Hana.


Sebelum melakukan itu, Adam mencoba memberikan rangsangan pada tubuh Hana agar lebih enjoy saat sudah pada intinya.


"Aaaa, hmmpt papi." d*s*h Hana sambil mengigit bibirnya kuat merasakan kenikmatan saat Adam memasukinya.


Adam berhenti sejenak lalu mendudukkan wajahnya didepan Hana ia kecup nya seluruh permukaan wajah Hana dengan begitu penuh cinta dan sayang.


"I love you." menatap lekat wajah Hana.


"I love you to papi." mengelus wajah Adam.


Cukup lama saling memandang hingga akhirnya Adam melanjutkan pertempuran mereka di siang itu. Kamar hotel mereka dipenuhi suara syahdu yang penuh kenikmatan.


"Akh, Pi. Mommy." lenguh keduanya secara bersamaan saat pelepasan itu mereka dapatkan.


Adam langsung membaringkan tubuhnya di samping Hana saling menatap melepaskan senyuman.


"Terimakasih sayang."

__ADS_1


"Sama sama Pi."


Keduanya pun saling berpelukan setelah memberikan kecupan satu sama lain.


__ADS_2