
Pagi hari di vila milik Adam.
Adam terus menempel pada tubuh Hana yang tengah bersiap didepan cermin. Pria itu terus saja mengganggu istrinya sejak tadi. Dia bahkan kembali mengganggunya setelah perempuan itu membersihkan diri.
"Lepas dulu, astaga! kapan mommy bisa selesainya kalau begini terus?" Hana menggerutu, ketika tangan nakal suaminya terus menyentuh tubuhnya.
Adam terkekeh, dan terus menciumi tengkuk Hana yang masih terekspos karena rambut Hana yang di-cepol asal ke atas hingga lehernya terekspos dengan jelas.
"Bukannya Papi harus kerja kan hari ini? Bentar lagi udah jam delapan." Hana berusaha melepaskan tangan besar Adam dari dadanya.
"Papi pemilik perusahaan, dan papi bebas datang dan pergi kapanpun papi mau." Adam berbisik di telinganya membuat tubuh perempuan itu meremang
"Itu namanya ngga disipilin pi, bos itu harusnya memberikan contoh yang baik buat bawahan nya." ucap Hana sembari menahan tangan Adam yang kembali merayap berusaha menarik tali bathrobe yang dipakainya.
"Sayang, ... Hana menahan napas ketika tangan itu berhasil menyelinap kedalam, meremat lembut gundukan miliknya.
"Hmm ..." ujung hidung Adam terus menelusuri tengkuk lembut itu, mengecupnya seakan dia tidak pernah puas melakukannya.
"Pi ..." Hana sedikit merengek minta dilepaskan dari Adam.
Dan tak berapa lama bunyi telepon mengalihkan perhatian Adam, ia menatap kearah nakas itu dimana benda pipinya terletak.
"Siapa lagi? pagi pagi udah gangguin momen romantis kita." kesal Adam tapi tak urung membuatnya melangkah kearah benda itu. Sementara Hana merasa senang karena ia bisa Menganti pakaiannya dengan leluasa tanpa diganggu.
Adam menatap layar ponselnya, tertera nama sekertaris nya yang menelpon.
"Ada apa?" tanya Adam saat menjawab panggilan Aldi.
"Tuan hari ini ada pertemuan penting dengan beberapa kolega dari Malaysia, meeting nya diadakan setengah sembilan pagi." lapor Aldi.
__ADS_1
"Kamu sudah siapkan semua nya?"
"Sudah Tuan, semua nya sudah siap." sahut Aldi.
"Bagus, saya akan ke sana beberapa menit lagi."
"Baik Tuan."
Adam Kemudian mematikan sambungan telponnya. Ia menatap kearah Hana yang sudah selesai memakai pakaiannya.
"Siapa Pi?" tanya Hana menoleh kearah Adam. Sedari tadi ia memperhatikan suaminya dari balik cermin tersebut.
"Aldi sekertaris papi, hari ini papi punya jadwal meeting bersama kolega dari Malaysia." sahutnya dengan nada tidak semangat.
"Loh kenapa papi kelihatan ngga sedang gitu?" tanya Hana dengan heran. Ia kemudian melangkah mendekati suaminya.
"Papi masih ingin di sini bersama mommy, tapi jadwal yang mendadak membuat papi harus mengurungkan niat papi." sahut Adam lalu menarik pinggang Hana merapatkan tubuh mereka.
"Tidak ada kata bosan dalam kamus papi kalau itu menyangkut mommy, gimana kalau mommy ikut papi ke kantor saja?" usulnya menatap wajah Hana.
"Ngga ah, Hana belum siap ikut papi ke kantor." tolaknya.
"Memangnya kenapa?" tanya Adam heran.
"Hana malu Pi, Hana belum terbiasa dengan reaksi orang orang di perusahaan papi." ucapnya tidak percaya diri.
"Ck .... memangnya siapa yang akan berani memberikan reaksi tidak suka pada istri atasannya? Mereka tidak akan berani melakukan itu, kalaupun ada itu sudah pasti mereka hanya tinggal nama di perusahaan papi." ucapnya dengan nada dingin.
"Tapi tetap aja Hana masih canggung Pi, Hana di vila aja nungguin papi."
__ADS_1
"Ya sudah kalau kamu tidak mau tapi jangan keluar vila jika papi tidak ada." pinta Adam lalu mengendong Hana menuju sofa. Adam mendudukkan dirinya di-atas sofa berukuran panjang itu dengan Hana yang berada di-pangkuannya.
Ia memeluk tubuh Hana dengan begitu posesif, menelusup kan wajahnya di dada Hana. "Tapi sebelum papi pergi, papi mau minta sesuatu boleh?" ucapnya dengan mengusapkan wajahnya di dada Hana.
Hana yang sedang mengelus rambut Adam sontak menghentikan tangannya, "Minta sesuatu? Sesuatu apa?" Hana mendongakkan kepalanya kebawah menatap Adam. Wajahnya terlihat bingung.
"Papi mau susu boleh?" ucap pria bertato itu dengan nada manja satu tangannya sudah meremas benda itu dengan gemas.
"Astaga papi .... papi harus berangkat kerja, mommy ngga mau. Nanti yang ada malah bukan hanya nyusu tapi ujung-ujungnya papi minta lebih." sahutnya begitu terkejut.
Bagaimana tidak terkejut saat Adam akan berangkat kerja dan meeting penting telah menunggunya di kantor, pria itu malah masih mencuri kesempatan untuk menikmati buah melon nya.
Ia tidak habis pikir dengan pria berwajah dingin ini, jika mereka sedang berdua seperti ini ia akan berubah menjadi bayi besar Hana. Hana tidak bisa membayangkan nantinya jika ia sudah mempunyai anak, sudah pasti Hana akan menyusui dua bayi sekaligus.
"Papi hanya mau susu ngga lebih kok, setelah itu papi langsung ke kantor. Papi butuh asupan gizi biar saat kerja nanti, papi tetap semangat." ucap Adam dengan satu tangannya sudah menarik baju bertali spaghetti milik Hana, menyingkap tali itu hingga memperlihatkan satu bongkahan padat milik Hana. Ia menatap lapar benda itu dan tanpa pikir panjang lagi Adam langsung melahapnya dengan rakus, seakan takut jika diambil oleh orang lain.
Dan jika seperti ini, Hana hanya bisa pasrah dengan tingkah suami matangnya. "Aow pelan pelan Pi, jangan digigit." Hana berdesis nyeri saat mulut Adam mengigit pelan buah itu.
"Um maaf abisnya gemas." ucap Adam saat menghentikan sebentar aktivitas nya.
Ia kemudian melanjutkan kembali kegiatannya dengan mulut yang begitu kuat menyesap dibuah itu.
...****************...
Berbeda dengan pasangan suami istri tersebut, jika Adam dan Hana sedang begitu menikmati hari hari romantis mereka berbeda dengan wanita dewasa nan cantik ini. Nanda tampak melamun di dalam kamar nya, saat ayahnya memutuskan untuk membatalkan pertunangan ia dan Adam, wanita itu terlihat murung.
Ia sebenarnya kecewa dengan Adam tapi rasa cintanya masih begitu besar untuk Adam, ia masih ingin memiliki pria itu. Ia terus mencoba membujuk ayahnya agar mau membatalkan kembali keputusan beliau tapi nihil, ayahnya tetap dengan keputusannya dengan alasan tidak ingin melihatnya menderita karena menikah dengan pria yang tidak mencintainya.
Dan perasaannya semakin hancur saat mengetahui pernikahan Adam dan Hana sudah berlangsung kemarin, niatnya Ingin menanyakan kabar Adam kepada Tante Ani malah membuatnya harus mendengarkan kabar tak menyenangkan baginya.
__ADS_1
"Aku ngga peduli sekarang, aku ngga peduli walau kamu udah nikah sama anak kecil itu. Aku akan usaha sampai kamu mau sama aku," ucapnya tersenyum jahat.