Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat

Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat
obrolan di-atas ranjang


__ADS_3

Pagi hari.


Di sebuah villa milik sepasang kekasih itu. Nampaknya mereka tertidur kembali saat tadi sekitar dua jam yang lalu keduanya selesai melakukan kegiatan panas mereka yang sudah dua bulan lamanya tidak mereka dapatkan.


Rupanya Adam sangat menepati janjinya untuk menggempur Hana hingga pagi. Hana bahkan sudah menyerah ingin menyudahi tetapi karena gairah pria itu sudah dua bulan tak tersalurkan membuat ia tak melepaskan Hana sedikitpun.


Kini waktu menunjukkan pukul jam 7 tepat. Keduanya masih tertidur dengan Adam yang memeluk Hana dari belakang. Dengan tangannya yang masih berada tepat di satu buah melon Hana, sedangkan kakinya mengapit tubuh Hana dengan erat, seakan menandakan jika Hana tidak bisa lepas dari rangkulannya.


"Eungh ...." lenguhan pelan terdengar dari mulut Hana. Ia mengerjap pelan mencoba menyesuaikan cahaya matahari yang masuk dari cela cela jendela kamar itu. sambil satu tangannya mencoba menutupi cahaya yang menyilaukan mata lentiknya.


Dan detik selanjutnya dua bola mata itu, terbuka sempurna. Ia menatap sebentar kearah jam dinding yang berada tepat di depan.


"Udah jam tujuh? Daddy bena benar ganas." menggeleng kepala.


"Tapi aku suka, gimana dong." lanjutnya lagi sambil tersenyum kecil.


Hana lalu mengarahkan pandangannya kearah Adam, dan senyuman kecil terukir dibibir tebal nan seksi itu. Tangannya terangkat mengelus rahang tegas Adam dengan begitu lembut. Wajah tegas dan dingin yang sangat ia rindukan selama dua bulan ini, akhirnya ia bisa menatap secara langsung lagi seperti ini.


"Jangan tinggalin Hana lagi, Hana nggak bisa lama lama ditinggal Daddy, Hana begitu rindu sama Daddy." gumamnya pelan terus mengelus lembut rahang Adam.


Adam diam diam mendengar ucapan gadisnya itu. Adam mencoba menahan senyumnya, tidak lama setelah Hana mengelus rahangnya, pria itu ikut terbangun dari tidurnya tetapi ia masih berpura-pura masih terlelap dengan memejamkan mata, Adam ingin melihat apa yang akan Hana lakukan selanjutnya.


"Memang Hana harus bisa menerima resiko sebagai kekasih dari seorang pria berprofesi CEO yang pekerjaannya tidak akan tetap di satu tempat saja." ucapnya pelan dengan wajah sendu.


"Tapi Hana bersyukur mempunyai Daddy, karena Daddy begitu memberikan banyak cinta untuk Hana, Hana tidak bisa membayangkan jika tidak bertemu Daddy mungkin aja hidup Hana tidak seperti sekarang." ucapnya menatap lekas wajah Adam yang begitu teduh jika memejamkan matanya seperti ini.


"Hana udah begitu cinta sama Daddy." ucap Hana dengan tulus.


"Daddy tau dan Daddy tidak kalah mencintai kamu." suara bariton itu terdengar, tapi matanya masih terpejam dengan bibir yang tertarik kebelakang.


Hana tersentak kaget, matanya terbelalak mendengar sahutan Adam. "Daddy! Daddy udah bangun?"

__ADS_1


"Hmm." sahut Adam membuka matanya sembari mengeratkan pelukannya.


"Aow ... Dad tangannya!" Hana berdesis nyeri saat tangan Adam menekan pelan satu buah melon milik nya.


Tak menggubris perkataan Hana, Adam meremas pelan di-sana, membuat Hana memejamkan matanya sebentar. "Dad jangan lagi ih, Hana masih capek karena ulah Daddy." Hana dengan nada merengek menatap Adam.


"Sejak kapan Daddy bangun? Daddy menguping ya apa yang Hana katakan tadi?"


"Menurut kamu? Daddy udah bangun dari mulai kamu sentuh rahang Daddy." Adam tersenyum lalu menurunkan tangannya di-pinggang Hana, memeluk tubuh Hana.


"Dan itu berarti Daddy udah dengar dong apa yang Hana ucapin tadi?" terlihat wajah Hana yang sudah menahan rasa malu. Bagaimana tidak apa yang ia katakan tadi, diam diam Adam telah mendengarnya hal itu membuat gadis berusia 19 tahun itu merona malu didepan Daddy nya.


"Iya, dan Daddy senang kamu begitu cinta sama Daddy tapi sepertinya cinta Daddy lebih besar dari kamu." ucap Adam tersenyum. Lalu mengecup kening Hana sebentar.


Hana tertegun mendengar ucapan Adam, ia memejamkan matanya menikmati kecupan yang Adam berikan pada keningnya.


"Daddy tidak akan lagi meninggalkan kamu, kemana pun Daddy pergi kamu akan tetap bersama Daddy. Daddy akan membawa kamu dimana pun Daddy pergi." ucap Adam setelah memberikan kecupan untuk Hana.


"Beneran Hana akan tetap ikut kemana pun Daddy pergi? Walau itu pekerjaan penting?" Hana memastikan lagi.


Mendengar itu Hana langsung membenamkan wajahnya di dada Adam, kedua tangan Hana memeluk tubuh Adam begitu posesif.


Adam terkekeh pelan lalu mengelus rambut Hana. Dan satu ingatan terlintas dipikiran lelaki itu. "Tapi Daddy masih kesal dengan satu hal." ucap Adam.


Lantas Hana langsung mendongakkan kepalanya keatas menatap Adam, wajah Hana terlihat bingung.


"Apa?"


"Kenapa saat Daddy tidak di sini kamu membiarkan laki laki lain masuk kedalam villa kita?" balas menatap Hana.


"Laki laki? Laki laki siapa yang Daddy maksud?" Hana berusaha mengingat tamu pria yang pernah ia terima di vila ini dan .... ingatan Hana langsung mengingat saat Tika dan Leo yang datang mengunjungi dirinya yang sedang sakit.

__ADS_1


"Apa yang Daddy maksud adalah Leo?" batinnya bertanya tanya sambil menatap wajah Adam.


Pria itu masih menunggu jawaban dari Hana. "Kenapa tidak jawab? Kamu sudah ingat siapa yang kamu ajak ke sini?"


"Dad jangan salah paham dulu, Hana memang sempat kedatangan tamu pria tapi dia nggak sendirian ke sini. Dia sama Tika datang jenguk Hana karena dengar Hana yang lagi sakit." jelas Hana.


"Itu pertama dan terakhir untuk kamu, selanjutnya jangan menerima pria mana pun yang bertamu dengan alasan menjenguk. Karena Daddy tidak suka, mengerti?" ujar Adam menatap serius wanita disampingnya.


"Iy iya Dad, tapi Hana nggak bohong kok kalau dia datang sama Tika." balas Hana.


"Iya Daddy tau, kali ini Daddy tidak akan marah sama kamu karena Daddy tidak ingin merusak suasana romantis kita." ucapnya lalu mengeratkan pelukannya.


Hana menganggukkan dalam pelukan Adam. Hana tidak ingin lagi menjawab ucapan Adam yang nantinya pria itu akan merasa kesal dan marah lagi. Ia belum ingin mendengarkan amarah Adam setelah dua bulan terpisah, yang Hana inginkan sekarang adalah bermanja-manja dengan daddy-nya.


"Lusa kita akan menikah." Ucapnya tiba tiba sambil terus menciumi pipi Hana.


Hana terkejut, bukannya pria itu belum mempersiapkan segalanya? wajahnya bertanya tanya.


"Lusa?"


"Iya lusa, Aryo sudah mengurus semuanya dan lusa adalah hari yang sudah ditentukan untuk kita berdua. Daddy tidak ingin menunda waktu, lebih cepat lebih baik.


Bibir Hana tak bisa jika tidak tersenyum. Wajah bahagia itu jelas terpancar dari gadis seksi tersebut.


"Hana cinta sama Daddy, makasih." ucapnya terharu.


"Jangan berterima kasih, justru Daddy yang berterima kasih sama kamu karena detik ini kamu masih mau bertahan sama Daddy, walaupun sikap Daddy selama ini masih kurang dari kata baik."


"Nggak .... Daddy tetap pria paling baik yang pernah Hana temukan." ucapnya mengeratkan pelukannya, ia lalu mengecup bibir Adam.


"Aku cinta sama Daddy, benar benar cinta." ucapnya tulus. Adam tersenyum dibalik punggung Hana.

__ADS_1


"Daddy lebih mencintai kamu, sayang." mengelus lembut punggung polos Hana.


Dan detik selanjutnya kedua insan yang saling mencintai tersebut kembali melakukan kegiatan panas mereka. Memang tidak ada kata puas untuk keduanya.


__ADS_2