Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat

Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat
mengakhiri hubungan ini?


__ADS_3

"Apa kabar?" tanya Nanda yang baru saja masuk ke dalam kamar Adam untuk menjenguk lelaki itu. Tadi, setelah berdebat dengan Adam, Mami Ani menelepon Nanda dan memberitahukan jika Adam sedang berada di rumah mereka, beliau menyuruh Nanda untuk datang ke rumah beliau. Sontak Nanda menyetujui perintah itu dengan perasaan senang. Ia pun datang menemui Adam.


"Loh, Kok muka kamu kusut gini. Berantakan banget, kamu kecapean banget ya?" Nanda mendekat dengan raut bertanya tanya saat melihat wajah Adam yang tampak kusut.


"Mungkin sedikit lelah karena pekerjaan kantor." Adam hanya memberi senyum tipis.


"Beneran cuman lelah aja?" Nanda menatap wajah tegas dan berkarisma didepannya itu.


"Iyah, cuman lelah." ia tersenyum tipis.


Tentu saja Adam berbohong. Tapi Adam tidak akan jujur jika ia habis berargumen dengan maminya. Ia tidak menjawab itu karena akan menimbulkan banyak pertanyaan dan Adam sedang malas menjelaskan.


"Kamu harus lebih banyak mengatur pola makan dan juga waktu istirahat kamu, Dam?" Tangan Nanda terangkat untuk mengelus pelan pipi Adam.


Adam berpaling, melepas turun tangan Nanda yang berada di wajahnya. "Iyah aku usahakan." katanya, buru-buru Adam mengalihkan. "Kamu tahu aku disini dari siapa?"


"Ck." Nanda berdecak sebal. "Ngalihin pembicaraan deh."


Adam terkekeh pelan, lalu menyentuh hidung wanita itu. "Kamu jangan ngomel, nanti cantiknya luntur loh." gombalnya.


Digoda seperti itu tentu membuat pipi Nanda merona, wajahnya memanas dan rasa penasaran akan wajah Adam pun menghilang. "Cantik aku gak akan luntur, karena memang udah dari lahir." balasnya sambil tertawa.


Melihat senyum Nanda yang begitu lebar membuat hati Adam merasa bersalah. Cepat atau lambat ia memang harus mengatakan pada Nanda perihal tentang hubungannya dengan Hana.


Adam tidak bisa lama lama menutupi hubungannya dari Nanda. Entah bagaimana keputusan keluarga wanita itu nantinya. Adam bahkan tidak masalah jika Nanda ingin membatalkan perjodohan mereka.


Ah, Hana .... Mami Ani masih Keukeh pada pendiriannya untuk menolak Hana menjadi menantu keluarga mereka. Mami Ani akan menerima jika itu wanita lain dan bukan Hana. Perjuangan Adam sungguh sangat berat.


"Oh iya, aku ke sini bawain kamu rawon, loh." Nanda lantas mengeluarkan satu box bungkusan makanan yang ia bawa di dalam paper bag.


"Aku lagi belajar masak, jadi aku buatin ini untuk kamu tapi tenang aja, enak kok masakan aku."


"Kamu buat sendiri?" tanya Adam tidak percaya.


"Hm ...." Nanda menjawabnya penuh binar. "Kamu orang pertama yang aku buatin ini.

__ADS_1


Adam jadi ingat oatmeal buatan Hana. Makanan pertama yang dibuatkan oleh seorang wanita untuknya. Mendadak ia ingin memakan itu.


"Kamu mau nyobain sekarang?"


Adam tersentak saat Nanda menyodorkan satu mangkuk rawon ke arahnya. "Boleh." Ia tersenyum seraya menerima itu.


Melahap perlahan makanan yang telah Nanda buatkan untuknya, Adam menelan semuanya dengan dada yang bergetar perih. Rasanya Adam tidak tega menyakiti Nanda dengan kenyataan yang ada.


"Nanda ...."


"Iya, Dam?


"Terima kasih." Nanda terkekeh. "Hanya makanan biasa saja, nanti lain kali aku akan buatkan yang lebih istimewa." ujarnya senang.


"Makanan favorit kamu apa? Nanti aku coba masak buat kamu."


Adam terdiam sebentar, menatap turun pada rawon buatan Nanda. Lalu tiba-tiba satu senyuman lebar terukir di-bibirnya saat mengingat sesuatu, lantas ia mengangkat wajahnya dan kembali menatap wanita didepannya itu.


"Makanan kesukaan aku oatmeal."


Ia Diam diam menyuruh Aryo untuk mengawasi Hana dan memberitahukan apa saja yang dilakukan Hana di rumahnya, juga kabar wanita itu.


Di hari itu Adam mengirimkan pesan yang menyatakan kalau ia telah mengakhiri hubungan mereka, dan Aryo memberitahukan hal itu kepada Hana.


Seperti belati yang mengenai hatinya. Ia begitu terluka mendengar apa yang Aryo sampaikan untuknya dari Adam Tapi, wanita 19 tahun itu menolak untuk percaya. Ia mengatakan akan menunggu sampai lelaki itu kembali ke rumah dan mengatakannya secara langsung.


Hana merasa tidak adil, di saat Hana ingin mengakhiri hubungan mereka Adam malah menahannya dan meyakinkan dirinya untuk tetap bersama pria itu.


Setelah Hana sudah berusaha percaya dan yakin untuk bertahan, lelaki itu malah menyuruhnya untuk mengakhiri hubungan ini? Ini kejam bukan, dan Hana tidak akan meninggalkan Adam begitu saja sebelum pria matang itu datang menjelaskan pada dirinya.


Ia akan mendengar Adam mengatakan langsung padanya dan jika memang pria itu akan mengakhiri hubungan mereka, maka Hana akan pasrah dengan keputusan Daddy-nya walaupun berat baginya tetapi ia akan berusaha melakukan itu mengakhiri dan pergi dari kehidupan Adam.


...****************...


Sudah seminggu.

__ADS_1


Sudah selama itu pula Hana selalu tertidur di atas sofa balkon kamarnya untuk menunggu kepulangan Adam. Ia terus menatap dari atas balkon kamar itu memastikan mobil Adam memasuki gerbang rumah itu, tapi nihil tak ada kedatangan dari pria itu. Ia tersenyum kecut menertawakan dirinya sendiri.


Sebenarnya ia bisa saja mendatangi Adam di kantor pria itu, tetapi ia tidak punya cukup keberanian untuk menginjakkan kakinya ke perusahaan Daddy-nya.


Aryo dan juga Bi sari yang selalu menemani wanita itu merasa sangat kasihan. Sejak tidak ada Adam, Nona-nya makin terlihat murung dan irit bicara.


Sesekali Aryo melaporkan keadaan Hana pada Adam meski tidak ada balasan dari Tuanya itu, tapi ia tahu kalau Adam pasti membaca pesannya.


Dan Malam ini Adam kembali mendatangi kediamannya. Sudah pukul satu malam saat Adam keluar dari rumah maminya.


la ingin sekali melihat Hana tapi tidak ingin Hana tahu jika ia sedang datang menemui dirinya. Jadi, waktu larut malam adalah waktu yang tepat untuknya menemui wanita itu.


Membuka pelan pintu kamar wanita itu, tapi tidak mendapati sosok Hana di atas ranjang. Adam sudah merasa khawatir karena tidak mendapati Hana di kamar, ia takut wanita itu bisa saja kabur dari rumahnya tapi saat mengingat satu tempat yang suka sekali Hana jadikan tempat untuk tidur. Yap di balkon kamar.


Adam melangkah cepat kearah balkon itu dan saat sudah di tempat itu, ia mendapati tubuh wanita seksi itu sedang terlelap di atas sofa panjang yang hanya berselimut kain tipis.


Adam Kemudian duduk di tepi sofa seraya memandangi wajah Hana yang pulas. Wanita itu terlihat begitu pulas dalam tidurnya.


Adam mengangkat tubuh wanita itu untuk masuk ke dalam kamar, meletakkannya di atas ranjang. Sesaat tangannya terangkat untuk merapikan rambut Hana yang menutupi wajahnya.


la tatap lekat manik itu sebelum kemudian melabuhkan sebuah kecupan di kening Hana dan juga bibirnya. Bibir seksi yang sudah satu minggu ini ia rindukan.


"Daddy rindu." bisiknya parau.


Pandangan Adam terus terpaku pada manik itu. Ia elus lembut dan pelan pipi hana, takut Hana terbangun karena kegiatannya itu.


"Maafin Daddy. Daddy sedang berusaha untuk meyakinkan Oma untuk menerima kamu. Tunggu sebentar lagi." pergerakan tangan Adam di-pipi wanita itu membuat Hana menggeliat pelan, lalu kembali tertidur pulas.


Adam turunkan wajahnya ke depan wajah Hana ia bisikan kata maaf sebelum bibirnya mencium bibir wanita itu.


Awalnya hanya menempel, lalu berubah menjadi pangutan lembut. Adam menggerakkan bibirnya perlahan-lahan berusaha untuk tidak mengganggu tidur Hana.


Seolah dari ciuman itu, ada banyak kata maaf yang tidak bisa Adam katakan. Ada kata rindu yang tertahan di hatinya. Ada rasa bersalah yang menggelegak di dada.


"Daddy cinta sama kamu." Bisik Adam.

__ADS_1


__ADS_2