
Dua mobil besar tengah memasuki pekarangan rumah Adam Matteo. Mobil milik Adam dan juga Barack itu baru saja tiba di rumah Adam.
Setelah satu hari istrinya berada di rumah sakit, kini istrinya sudah bisa diperbolehkan untuk pulang.
Bayi imut dan menggemaskan itu tengah digendong oleh Oma Ani. Sebelum pulang tadi, kedua pasangan paru baya tersebut memperebutkan untuk mengendong cucu mereka. Kakek Barack Bahkan tidak kaku lagi memperlihatkan rasa sayangnya pada cucu mereka tersebut.
"Mami hati hati! jangan terlalu buru-buru jalannya." papi Barack memeringati istrinya.
Pasalnya langka istrinya itu terlihat buru buru melangkah masuk kedalam rumah.
"Cuaca terlihat mendung, mami takut bisa saja hujan tiba-tiba turun." ucap Oma Ani.
"Mami terlalu berlebihan, mana ada hujannya." Barack menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya itu.
"Ya kan bisa saja papi," sahut Oma Ani tanpa menatap suaminya lagi, beliau lebih dulu masuk kedalam rumah.
Sedangkan papi Barack buru buru menyusul istrinya itu masuk kedalam rumah, dengan berlari kecil. Bayi dalam gendongan Oma Ani pun begitu terlelap seakan tidak merasa terganggu.
Sementara Adam dan juga Hana yang juga sudah keluar dari mobil mereka, menatap papi Barack dan mami Ani dengan tersenyum geli. Mereka tidak menyangka jika anak mereka akan diperebutkan seperti itu oleh kedua paru baya tersebut.
"Mami sama papi lucu ya, Dad?" Hana sambil tersenyum menoleh sebentar kearah suaminya.
"Iya mereka terlihat seperti anak kecil saja jika seperti itu." Adam tersenyum sambil mengecup kepala Hana. Dengan satu tangannya ia lingkarkan di pinggang Hana.
"Aku merasa senang Dad, lihat mereka seperti itu pada anak kita. Hana merasa mereka begitu menyayangi Kendrick." ucapnya tersenyum dengan perasaan bahagia.
"Papi senang jika mommy merasa bahagia. Papi berdoa agar kebahagiaan akan terus kita rasakan dalam keluarga kecil kita."
"Aamiin. Semoga ya Pi." sambil memeluk Adam.
"Tapi papi rasa kita harus menambah sesuatu." ucap Adam tiba tiba.
"Menambah apa?" Hana mendongakkan menatap Adam dengan wajah bingung.
"Sepertinya kita harus menambah personil baru lagi, dan papi mau dia harus berjenis kelamin perempuan." ucap Adam sambil tersenyum nakal.
"Astaga, papi! ... Kendrick baru juga lahir papi udah mau nambah anak aja." Hana menatap suaminya dengan wajah sebal.
"Hahaha, kamu tidak lihat? Bagaimana tadi papi dan mami memperebutkan Kendrick? Jadi setelah papi pikir pikir kita harus menambah satu lagi agar mereka masing-masing punya satu cucu."
"Ih, apa sih Pi. Ah udah ah mommy mau masuk aja. Papi nyebelin." Hana melepaskan pelukannya dan beranjak dari tempatnya.
Dengan cepat Adam menarik kembali tangan Hana, membawa nya kedalam pelukan. "Hahah papi hanya bercanda sayang. Maaf, mana mungkin papi tega memaksakan mommy melakukan itu. Papi akan meminta anak, jika Kendrick berumur lima tahun." ucapnya sambil memeluk Hana dengan erat sembari mengecup kepala Hana berulang ulang.
Seketika rasa kesal Hana pun ilang, ia membalas pelukan suaminya dengan tak kalah eratnya.
Cukup lama mereka berpelukan, Adam melepaskan pelukan itu. "Ayo kita masuk, aku khawatir Kendrick akan terus jadi rebutan papi dan juga mami." ucap Adam. Keduanya terkekeh lalu melangkah masuk kedalam rumah.
Di ruang tamu.
"Sini berikan Kendrick kepada papi!"
"Mami belum puas mengendongnya Pi. Biarkan mami dulu baru setelah itu giliran papi." tolak mami Ani.
Padahal Oma Ani sudah lebih banyak mengendong bayi lucu itu, dan ia belum merasa puas melakukan nya. Bahkan sebelum kembali ke rumah Adam, Oma Ani sempat mengatakan jika ingin membawa malaikat kecil itu ke rumah mereka saja.
__ADS_1
Hal itu tentu saja tidak diijinkan oleh Adam begitu juga Hana, Kendrick masih terlalu bayi untuk dibawah ke rumah mereka apalagi bayi itu harus membutuhkan susu dari ibunya langsung.
"Dari kemarin mami sudah banyak menguasai Kendrick dan sekarang mami masih saja melakukan itu, hah papi lebih baik bersaing dengan kolega di dunia bisnis daripada melakukan ini dengan mami." mendengar itu tentu saja membuat mami Ani tergelak, merasa lucu dengan ucapan suaminya.
Karena ia tahu, suaminya sudah pasti mengalah jika itu dengan dirinya.
Papi Barack menatap kesal istrinya, karena masih terus mengendong Kendrick dan tidak mau memberikan padanya sedikit pun.
"Papi jadi pengen membuat anak lagi, jika melihat mami seperti ini." ucap Barack.
Dengan cepat Oma Ani menoleh dengan wajah terkejut. "Jangan aneh aneh, papi sudah tua tidak cocok lagi mempunyai anak." omel mami.
"Hei bahkan sudah tua pun, papi masih perkasa di-atas ranjang. Dan mami tidak bisa mengelak hal itu." ucap Barack dengan percaya dirinya.
Mami Ani tidak bisa lagi mengelak, ia tidak tau akan menjawab apa karena yang suaminya katakan adalah kenyataannya. Jika pria tua itu, masih begitu kuat diatas ranjang.
"Terserah papi, tapi kita tidak mungkin lagi memliki anak. Malu sama Adam, masa Adam mendapatkan adik di usianya yang sudah 39 tahun. Itu kan tidak lucu Pi." sahut mami Ani.
Dan percakapan konyol mereka sedari tadi didengar oleh Adam dan juga Hana. Keduanya terkekeh geli melihat tingkah pasangan baru paya itu.
"Kalian sedang membicarakan apa?" tanya Adam pura pura tidak tahu. Adam melangkah sambil menggenggam tangan Hana, mereka. Keduanya sama sama menoleh keasal suara tersebut.
"Adam, tidak. Papi kamu ingin mengendong Kendrick tapi tidak mami ijinkan."
Adam dan Hana Duduk di sofa yang berhadapan dengan papi dan mami.
"Berikan Kendrick pada papi juga mi, kasihan papi sedari tadi membujuk mami." ucap Adam tersenyum mengejek.
"Jangan mulai kamu, papi tahu kamu ingin mengejek papi."
"Hahah, maaf Pi tapi itu kenyataannya." Adam terus mengusili papinya.
Dan Barack memberikan tatapan malas pada anaknya.
"Dad, tidak boleh seperti itu. Tidak sopan." sahut Hana.
"Tidak apa sayang, itu sudah biasa." ucap Adam sambil tersenyum.
Tiba tiba ... terdengar tangisan Kendrick. Ia menggeliat, tangan mungilnya bergerak menggosok mata dan telinganya merasa terganggu dengan suara berisik para orang dewasa itu.
Mami Ani dan juga Barack seketika panik. "Ow sayang, kenapa nak? Adam dia terbangun, mungkin dia tidak suka mendengar suara berisik." sambil menepuk nepuk bokong Kendrick.
"Berikan pada Hana, mungkin dia haus mi." usul papi Barack saat melihat mulut bayi mungil itu terlihat bergerak gerak seperti mencari puncak dada ibunya.
"Berikan pada Adam." Adam berdiri menyodorkan tangannya untuk mengendong Kendrick.
Mami Ani memberikan Kendrick pada ayahnya. Ia masih terus menangis dalam gendongan Adam.
"Kenapa sayang, kamu haus ya? Oh astaga seperti nya ia begitu haus sayang. Ini mommy, mungkin Kendrick haus.
Hana pun mengambil alih Kendrick, mengecup sebentar wajah bayi imut itu lalu membawa masuk bayinya kedalam kamar untuk ia susui.
Hana masuk ke kamar bawah dekat ruang tamu. Adam sengaja memutuskan untuk pindah di kamar tersebut, jadi kemarin ia menyuruh Siti asisten rumah tangga mereka, untuk membereskan ruangan itu untuk mereka tiduri. Ia ingin istrinya tidak lelah naik turun tangga jadi memutuskan untuk pindah sebentar di kamar bawah.
***
__ADS_1
Malam harinya, sepasang suami-istri itu tengah berbaring di-atas ranjang sementara Kendrick tengah tertidur lelap di tengah tengah mereka dengan mulut yang masih bergerak di puncak dada Hana.
Hana berbaring sambil menyusui bayi nya ditemani Adam yang juga ikut berbaring sambil menatap bayi lucu itu.
"Dia begitu tampan bukan? Sepertinya ia akan mewarisi kharisma papinya." ucap Adam sambil mengecup pipi Kendrick.
"Dad, dia sudah tertidur jangan membuatnya bangun lagi!" Hana memeringati.
"Dia tidak akan terbangun jika susunya belum di lepas. Lihat bahkan saat tertidur pulas pun, mulutnya masih terus bergerak." ucap Adam sambil terkekeh melihat anaknya.
Bayi itu seakan tak ingin melepaskan puncak dada Hana, takut jika bayi besar di sampingnya akan mencuri nya.
"Tetap saja dia akan terbangun jika terus diganggu."
"Hah, dia sudah mencuri milik papi. Bahkan dia takut melepasnya sedikit saja." ucap Adam sambil menggelengkan kepalanya.
"Hahaha, dia tahu kalau papi sedang libur." ucap Hana.
"Tidak apa apa, papi bisa mencicilnya dengan ini." ucap Adam sambil mengelus satu melon Hana yang sedang menganggur.
"Papi yakin? Nanti papi bisa kelepasan dan berujung main solo di kamar mandi." Hana menahan tawanya.
Mendengar itu Adam langsung mendekatkan wajahnya pada Hana. Lalu mengecup sebentar kedua pipi dan juga bibir wanita itu.
"Tidak apa apa, demi mommy." ucap Adam sambil tersenyum. Ia lalu mengecup bayinya.
Keduanya pun saling memandang memberikan tatapan cinta dan sayang. "Papi menyaingi kalian." ucap Adam sambil tersenyum mengelus wajah Hana.
"Mommy juga menyaingi papi dan Kendrick." jawab Hana tersenyum lalu mengelus lengan suaminya.
Dan tanpa sadar bibir Adam sudah mendekat ke wajah Hana, perlahan bibirnya mulai menyentuh bibir Hana. Keduanya pun memejamkan matanya saat bibir keduanya hampir menyatuh namun tiba tiba ... suara tangis Kendrick menghentikan pergerakan mereka.
Kedua mata mereka langsung terbuka, tawa kecil mereka pun terdengar. Mereka tiba tiba merasa malu dengan tingkat mereka sendiri.
Mereka seperti dipergoki. "Astaga ternyata kita sudah tidak leluasa lagi untuk bermesraan, Kendrick sepertinya tidak ingin aku menguasai ibunya." ucap Adam terkekeh.
Hana tersenyum membenarkan ucapan suaminya. Adam akan mempunyai saingan di rumah ini. "Kenapa sayang, cup cup jangan nangis. Ada mommy di sini." Hana menepuk-nepuk punggung bayi itu dengan lembut.
Seketika bayi itu kembali tertidur. Adam semakin dibuat gemas oleh anaknya. "Dia benar benar pintar sudah menguasai ibunya." sambil menoel pipi gembul Kendrick.
"Iya, sepertinya kamu akan punya saingan." Hana terkekeh.
"Tidak apa apa, karena Daddy nya akan lebih pintar menguasai ibunya." ucap Adam menyeringai.
Hana tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat suaminya tersebut.
****
Tamat
Terimakasih buat teman teman yang masih mengikuti cerita ini hingga tamat. Makasih juga buat kalian yang masih mensuport dengan memberikan like, favorit dan juga vote maupun hadiah. Terimakasih banyak, walaupun novel Adam dan Hana akhir akhir ini menurun like maupun vote nya tapi saya bersyukur bisa menulisnya hingga selesai.
❤️❤️❤️
Sebenarnya tadi aku mau lanjutin season 2 nya di sini yang menceritakan kehidupan rumah tangga Adam dan Hana setelah kelahiran anak mereka, tapi mungkin kalian udah nggak suka sama jalan ceritanya jadi aku memutuskan buat tamatin ceritanya sampai di sini.
__ADS_1
Terimakasih semuanya ....☺️😍