
Jam 12 siang.
Adam tengah mengantarkan istri dan juga anak-anak ke rumah Oma Ani. Rupanya pria itu menepati ucapannya pagi tadi, Hana berpikir pria itu sudah tidak balik lagi untuk mengantar mereka tapi dugaan Hana salah.
Setelah menjemput anak anaknya di sekolah, Adam langsung kembali mengantarkan keduanya untuk berganti pakaian dan kembali lagi mengantarkan mereka ke rumah orangtuanya beserta istrinya itu.
Bahkan ia memundurkan jadwal meeting satu jam ke-depan agar ia gunakan waktu itu untuk mengantar keluarganya.
Mobil yang dikemudikan Adam baru saja tiba di rumah Oma Ani. Terlihat dua orang satpam berjaga di depan gerbang rumah besar Matteo itu.
"Nanti sore papi akan kembali lagi buat jemput mommy dan anak-anak." ucap Adam menghentikan mobilnya di depan gerbang, ia tidak memuaskan lagi mobilnya kedalam sana mengingat waktunya sudah tidak banyak lagi untuk kembali ke perusahaan jadi ia memilih tidak lagi turun menyapa orang tuanya, ia akan mampir jika kembali sore nanti.
Hana melirik kearah Adam. "Tidak usah dipaksakan Pi, biar nanti Aryo yang menjemput kami." ucapnya.
"Tidak papi akan usahakan jemput kalian." Ucapnya menolak.
"Hah terserah papi saja tapi jangan salahkan mommy jika papi jadi terganggu pekerjaannya." sahut Hana.
"Papi tidak merasa terganggu jika itu mengenai mommy." Adam tersenyum lalu meraih wajah Hana untuk ia kecup. Seluruh permukaan wajah cantik itu tidak luput dari kecupan suaminya.
"Udah Pi, astaga kenapa sebanyak itu." ucap Hana saat Adam memberikan kecupan bertubi-tubi di-seluruh wajahnya.
"Biar papi semangat kerja hari ini." ucap Adam terkekeh.
Hana tersenyum menggelengkan kepalanya.
"Daddy, mommy kenapa lama sekali ayo kita turun." rengek Zoe melihat kemesraan kedua orangtuanya.
"Astaga kita lupa jika masih ada dua malaikat di sini." ucap Adam kalah mengingat Zoe dan Kendrick berada di tempat duduk belakang, keduanya tengah menatap heran mommy Daddy-nya.
Hana pun ikut tergelak melihat itu. "Astaga, ayo sayang mommy lupa maaf ya." ucapnya sambil tersenyum.
"Ayo pamit dulu sama Daddy." pinta Hana.
Kendrick dan Zoe mendekati daddy-nya lalu diberikan kecupan di kedua pipi mereka secara bergantian. "Jangan nakal selama di rumah Oma, nanti Oma jadi kewalahan menghadapi kalian." ucap Adam mengingatkan Kendrick dan Zoe.
"Iya Daddy." ucap keduanya sambil tersenyum.
"Ya sudah Daddy akan berangkat," ucap Adam sambil mengusap kepala anaknya secara bergantian dengan tersenyum.
"Kamu duluan ya Pi." ucap Hana memeluk tubuh Adam.
"Iya." lalu melepaskan pelukan mereka.
Hana dan anak anak pun sudah keluar, tak berselang lama dari itu mobil Adam sudah berlalu pergi meninggalkan mereka.
__ADS_1
"Da-da Daddy." teriak Kendrick dan Zoe dengan melambaikan tangan mereka kearah mobil Adam yang sudah berlalu pergi.
Hana mengulum senyumnya menatap anak-anak.
"Ayo sayang kita masuk, Oma pasti sudah menunggu kalian di dalam." sambil meraih tangan kedua anak anaknya untuk ia genggam.
"Selamat datang Nona." ucap kedua satpam tersebut setelah membukakan gerbang.
Hana tersenyum menanggapi ucapan keduanya. Mereka pun masuk kedalam halaman rumah itu, terlihat Oma dan juga Kakek Barack tengah menunggu kedatangan kedua cucu kesayangan mereka.
Terlihat wajah keduanya begitu bahagia. Hana tersenyum sambil berjalan mendekati mereka membawa anak anaknya.
"Oh ya ampun cucu cucu Oma." teriak Oma Ani dengan girang.
"Oma, kakek." teriak Kendrick dan Zoe bersamaan sambil berlari cepat kearah kedua orang paru baya itu.
"Ayo sayang sini, Oma dan Kakek sudah merindukan kalian." Merentangkan tangannya agar cucu lucu itu memeluknya.
"Oh cucu Oma, Oma rindu sekali sama kalian." memeluk tubuh kedua cucunya dengan erat.
Kendrick dan Zoe tersenyum senang dalam pelukan Omanya. "Zoe juga rindu Oma."
"Iya Kendrick juga begitu rindu Oma." sela Kendrick.
Sementara kakek Barack tersenyum bahagia melihat itu. "Apa kalian tidak merindukan kakek? Kenapa hanya merindukan Oma saja, bahkan kalian tidak memeluk kakek kalian." ucap Barack dengan wajah terlihat dibuat sedih.
Sontak hal itu membuat Oma dan Kakek terkekeh. "Jadi kalian sebenarnya merindukan kakek atau ice cream nya?" tanya Barack sambil memeluk dengan sayang tubuh kedua anak itu.
"Dua duanya kakek." ucap Kendrick dan di anggukan kepala oleh Zoe.
Mereka selalu diberikan ice cream jika datang berkunjung di rumah besar Barack, pria tua yang masih terlihat kuat itu selalu mendatangkan ice yang langsung dengan mobilnya agar anak anak bisa memilih rasa apa saja yang di inginkan kedua bocah kecil itu. Tapi sebisa mungkin dibatas wajar karena tidak ingin mereka sakit perut.
"Astaga kalian benar-benar." Oma dan Kakek seketika tergelak merasa lucu dengan cucu mereka.
Sementara Hana yang sedari tadi menyaksikan momen itu, tersenyum bahagia. Setiap datang ke sini hal itu lah yang selalu ia saksikan. Mertuanya begitu menyayangi anak-anaknya. Mereka selalu memanjakan cucu cucu mereka.
Jika datang ke sini anak anak seketika melupakan dirinya, karena terlalu fokus bermain dengan Oma dan kakeknya.
"Jadi mami di luapin nhi?" ucap Hana mengalihkan perhatian keempat orang itu. Ia berjalan mendekati Oma Ani.
"Hana." ucap Oma lalu memeluk tubuh menantunya dengan tersenyum senang.
"Kenapa waktu berkunjung nya begitu lama, dua Minggu kalian tidak ke sini. Biasanya seminggu sekali kalian membawa anak anak ke sini."
"Maaf ya mi, dua Minggu kemarin suami Hana begitu sibuk dengan pekerjaannya di luar jadi kami tidak bisa ke sini. Hana pengennya juga ke sini tapi anak mommy tidak mengijinkan Hana jika tidak bersama dirinya." ucap Hana saat pelukan itu terlepas.
__ADS_1
"Astaga anak itu selalu saja, sifat posesifnya tidak bisa dikurangi. Dia selalu saja takut kamu berpergian sendirian tanpa dirinya." ucapnya dengan kesal.
Hana terkekeh menanggapi ucapan mama mertuanya. "Iya mi begitu lah suami Hana.
Bagaimana kabar kalian?" tanya Hana sambil beralih memeluk sebentar kakek Barack.
"Kami baik, lalu bagaimana dengan kerjaan suami kamu?" tanya Barack pada Hana.
"Akhir akhir ini dia begitu sibuk karena ada proyek pembangunan yang ia lakukan." jawab Hana.
"Dia memang selalu sibuk seperti itu, tapi percayalah dia melakukan itu agar di hari tua nanti kalian tinggal menikmati hari tua kalian dengan hasil yang sudah ia lakukan." ucap Barack.
Contohnya seperti ia dan istrinya, menikmati hari tua tanpa beban pikiran. Kekayaan itu mereka nikmati di hari tua seperti ini.
"Iya papi kamu benar Hana." sahut Oma Ani.
"Ayo sekarang kita masuk kedalam, ada mainan baru yang Oma dan Kakek belikan untuk kalian." ucap Barack menatap cucunya.
"Benarkah? Ayo kek kita masuk." ucap mere begitu semangat.
Oma dan Hana tersenyum melihat Barack dan kedua anak kecil itu berlalu lebih dulu ke dalam rumah.
"Mereka benar benar tidak bisa jika mendengar mainan dan ice cream." ucap Oma.
"Iya, padahal mainan mereka sudah begitu banyak bahkan aku sudah bingung lagi menampung nya di ruang bermain mereka." Hana sambil menggeleng.
"Suruh suami kamu untuk menyuruh orang menambah lagi ruang bermain mereka." ucap Oma sambil mereka berjalan masuk kedalam.
"Nanti saja jika suami aku tidak sesibuk ini." ucap Hana.
"Hmm kamu benar."
****
Di kantor Adam baru saja memasuki ruang meeting dengan Aldi yang berada di belakangnya. Para tamu telah menunggunya cukup lama.
Mereka menatap kedatangan CEO perusahaan itu lalu berdiri dan menyambut kedatangan Adam.
"Aku sudah begitu terlambat di meeting kali ini, kalian jadi menunggu begitu lama."
"Tidak apa-apa Tuan." ucap mereka.
"Oke kalau begitu kita langsung mulai saja meeting nya." ucap Adam dengan gagah nya. Sambil mendudukkan bokongnya di kursi memimpin meeting nya.
"Oke langsung saja!"
__ADS_1
Mereka kemudian memulai meeting itu dengan begitu fokus dan serius mendengarkan apa yang disampaikan.
***