Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat

Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat
Di mobil


__ADS_3

Di supermarket, Adam mengikuti Hana yang memilih beberapa cemilan dan juga buah buahan. Hana menoleh ke arah kiri dan Adam. Entah mengapa selama mereka berjalan, setiap wanita yang ada disitu selalu melihat ke arahnya.


Adam yang dengan acuhnya, tidak menyadari itu. la asyik mendorong troli dengan sesekali membalas pesan singkatnya kepada Aldi saat Hana berhenti dan memilih barang yang terdisplay di sana.


Adam tampak semakin gaga dan tampan. la menggulung lengan kemeja panjangnya hingga siku, sembari mendorong troli. Gaya Adam memang pantas untuk diagungi para wanita.


"Kamu beli coklat lagi?" tanya Adam, saat melihat Hana mengambil tiga bungkus besar cemilan coklat itu.


"lya, Hana mau banyakin stok di rumah. Untuk jaga jaga kalau Daddy udah sibuk kan, Hana udah nggak bisa keluar lagi. Kecuali sama Daddy itupun kalau Daddy nggak sibuk.


"Oh. Adam mengangguk.


"Daddy, Ayo!" Hana mengeratkan tangannya pada lengan Adam.


Adam menatap lengan Hana yang menempel erat. Sedangkan ia harus mendorong troli, membuat mereka berjalan tak leluasa.


"Kamu kenapa, Sayang?" tanya Adam melihat sikap tak biasa Hana.


"Dari tadi banyak wanita yang lihatin Daddy terus. Mereka nggak tau apa, kalau pacarnya ada di-samping. Masih aja matanya ngeliatin pacar orang," ketus Hana dengan bibir komat kamit.


Adam tertawa. "Masa sih?" ia pura-pura tak percaya. Padahal sejak masuk tadi ia memang sudah menjadi pusat perhatian para kaum hawa yang berada di situ. Namun, dia tidak menyadari hal itu.


"Iya, lihat aja tuh!" Melda menunjukkan wanita-wanita yang tadi menatap lapar sang daddy-nya dengan bola matanya penuh damba.


"Yang mana?" tanya Adam lagi, memancing kecemburuan sang wanitanya.


"Jangan di cari!" sontak Hana menarik dagu Adam agar berjalan lurus ke depan.


Adam tertawa senang. Lalu, mereka kembali berjalan lagi. "Sayang, Daddy cari alat pencukur jenggot dulu," ucap Adam pada Hana.


Hanin menoleh ke arah daddy-nya. "Di mana?"


"Mungkin di arah sana." Adam menunjuk tempat yang cukup jauh.


"Nggak." Hana kembali menarik lengan Adam.


"Harus bareng Hana. Nanti Daddy digodain Tante Tante genit." ujarnya tidak suka.


Adam kembali tertawa. la baru mengetahui bahwa wanita yang dicintainya ini, ternyata posesif juga.


Adam pun mengikuti saja ucapan Hana. Ia merasa senang dan suka jika Hana yang posesif seperti ini. Membuatnya semakin gemas dan cinta dengan gadisnya ini.


Setelah memilih beberapa keperluan Hana dan juga alat pencukur yang dikatakan Adam tadi. Mereka akhirnya keluar juga meninggalkan tempat itu. Adam memegang kantong belanjaan Hana dengan satu tangannya lagi mengandeng tangan wanita itu.


Mereka berjalan sambil tersenyum bahagia disela langkah mereka. Karena Adam yang berangkat memakai mobilnya dan tidak menyeluruh Aryo untuk ikut mereka, membuat ia yang harus membawa belanjaan Hana.

__ADS_1


Demi Hana ia rela melakukan itu semua, jika orang lain yang menyuruhnya seperti itu, sudah dipastikan mereka pria itu tidak akan mau melakukannya.


"Ayo masuk." Adam membukakan pintu mobil untuk Hana, setelah tadi telah memasukkan belanjaan kedalam bagasi mobilnya.


"Tunggu Dad, es krim yang di kantong kecilnya mana?" Hana masih berdiri di depan pintu mobil itu, karena mengingat satu kantong kecil yang terdapat es krim yang ia beli di dalam tadi. Hana mendongakkan kepalanya keatas menatap daddy-nya.


Adam menepuk jidatnya melihat Hana yang masih saja seperti anak kecil hanya karena es krim. "Masuk saja dulu, biar nanti Daddy yang ambil-in." ucap Adam lalu mendorong pelan tubuh Hana masuk kedalam mobil.


Hana pun mengiyakan dan masuk kedalam. Setelah menutup pintu mobil untuk Hana, Adam kemudian beralih ke bagasi mobil untuk mengambil kantong yang dimaksud Hana.


Ia lalu masuk kembali ke dalam mobilnya. "Ini ...." Adam memberikan kantong itu kearah Hana.


Hana tersenyum menerima benda tersebut. "Makasih Daddy, sayang." ucapnya lalu mendekati daddy-nya dan memberikan satu kecupan di-pipi pria itu.


Cup ....


"Hmm ..... kalau ada maunya, baru kayak gitu." ucap Adam yang sudah menghafal sifat Hana.


"Hehehehe ....." Hana hanya tertawa menangapi ucapan Daddy-nya. Hana lalu membuka es krim itu dari bungkusannya.


Sebelum menjalankan mobilnya, Adam terlebih dahulu memakaikan seatbel untuk Hana dan juga dirinya. Lalu kemudian menjalankan mobilnya pergi dari tempat itu.


Disela-sela perjalanan mereka, Adam terus saja mendengarkan celotehan Hana sambil wanita itu menikmati es krimnya.


Adam langsung mengarahkan sebentar pandangannya kearah Hana. "Memangnya kenapa? kamu sudah siap Daddy gagahi?" tanya Adam dengan frontal.


"Ish Daddy, Hana hanya pengen tahu aja." sahut Hana sambil menjilati es krimnya.


"Hmm .... Daddy kan sudah punya anak." sahut Adam satu tangannya terangkat menyeka sisa es krim di sudut bibir Hana.


Hana menatap dengan wajah bingung. "Anak siapa? yang mana?"


"Ya kan kamu anak Daddy, siapa lagi."


Deg ....


Pernyataan Adam membuat Hana bergeming di tempatnya, ia lalu mengehentikan sebentar memakan es krim itu.


"Jadi Daddy hanya menganggap Hana sebagai anak saja? Dan tidak lebih?" tanya Hana dengan wajah yang sudah terlihat sendu.


Adam yang mengerti dengan ekspresi Hana pun, langsung dengan cepat menangapi. "Iyah kamu anak Daddy sekaligus pacar Daddy." ucapnya tersenyum.


"Daddy pasti bohong kan." Hana sudah terlihat berkaca-kaca saat mengatakan hal itu. Adam lalu memutuskan untuk menepikan mobilnya di pinggir jalan.


"Hei! sini tatap wajah Daddy." Ucapnya setelah menepikan mobilnya.

__ADS_1


ia membuka seatbelnya lalu duduk menghadap ke arah Hana. "Kamu selamanya menjadi putri kecil Daddy karena kamu selalu membuat Daddy merasa gemas dan akan menjadi teman hidup Daddy selamanya saat kita sudah menikah nanti." ucapnya dengan kedua tangannya memegang pipi Hana.


Hana yang tadinya sudah ingin menangis, akhirnya melebarkan senyumnya di sana memperlihatkan giginya yang tersusun rapi.


"Daddy ngga bohong kan?" Hana meyakinkan kembali ucapan Adam.


"Untuk apa Daddy berbohong." sahutnya lalu membawa tubuh Hana kedalam pelukannya.


Hana tersenyum dibalik posisinya itu, tapi senyumannya tidak bertahan lama setelah mengingat satu nama yang masih mengganjal dalam pikirannya.


"Tapi Dad .... apa kakek akan merestui kita?" Hana mendongakkan wajahnya menatap Adam.


"Jangan pikirkan hal itu, soal kakek biar jadi urusan Daddy." ucap Adam mengecup puncak kepala Hana.


Ya Adam memang sudah meyakinkan hatinya. Rasa bimbang itu ia kubur sedalam mungkin karena pada dasarnya ia tidak bisa pungkiri hatinya sudah begitu jatuh sejatuh jatuhnya pada gadis remaja itu.


Ia memutuskan akan menikahi Hana diwaktu yang tepat. Apapun yang terjadi termasuk melanggar apa yang Daddy-nya putuskan.


"Tapi Dad, kakek sudah menjodohkan Daddy sama Tante Na_" ucapan Hana terhenti karena dengan cepat Adam merenggut bibir seksi itu.


"Hmmpt .... Daddy." Hana tersentak, lalu dengan cepat Hana mengalungkan lengannya di leher Adam.


"Jangan coba coba mengatakan hal itu jika kita sedang berdua seperti ini. Daddy tidak suka." ucap Adam dengan nada dinginnya saat menjeda sebentar ciumannya.


"Iy Iyah Dad, tap_" lagi lagi Adam memotong ucapannya dengan ciuman.


"Hmmpt Daddy, pelan pelan!" Hana merasa sakit pada bibirnya karena gigitan yang diberikan Adam cukup kuat.


Adam lalu melepaskan ciuman mereka, dan beralih membuka seatbel Hana. Membawa tubuh bak model itu kedalam pangkuannya. Sontak Hana langsung melingkarkan tangannya di leher Adam.


Sebelum melanjutkan kembali ciumannya, Adam meraih satu es krim coklat milik Hana lalu memasukkan kedalam mulut Hana. Dengan cepat Adam lalu ******* bibir itu, menyesapnya kuat.


Lidah Adam masuk kedalam mulut Hana dan berbagai rasa coklat yang masih ada dalam mulut Hana. Ciuman panas mereka pun terjadi didalam mobil Adam.


Ciuman itu terasa semakin dalam, saat Adam menahan tengkuk Hana dengan kedua tangan, menyembunyikan kesepuluh jemarinya di antara riapan surai kecoklatan milik Hana.


Pinggul Hana tidak bisa diam dan terus bergerak di-atas pangkuan Adam, karena ulah tangan pria itu sudah masuk dibalik kaos yang Hana gunakan. Satu tangannya bermain main di dua benda kesayangannya.


Suara suara decapan nikmat yang terus mengisi mobil itu.


"Eungh .... Daddy!."


"Hana! ...."


Desah keduanya disela ciuman panas mereka.

__ADS_1


__ADS_2